Tantangan Utama UMKM Indonesia


Sebuah studi menyatakan bahwa 82% bisnis hancur akibat manajemen arus kas yang dikelola dengan buruk. Artinya, banyak pengusaha yang kurang memerhatikan arus kas dan mengelolanya untuk pengembangan bisnis.

Studi Deloitte dan Visa terhadap Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di ASEAN menemukan bahwa arus kas macet adalah permasalahan finansial nomor satu bagi UKM Indonesia. Tantangan terberat selanjutnya adalah terkait penagihan invoice, di mana 22-26% dari tagihan akan dilunasi secara terlambat.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Modalku meluncurkan menyediakan berbagai solusi arus kas melalui produk Trade Finance.

Rangkaian produk ini merupakan pembiayaan modal tambahan bagi UMKM dalam menjalankan rantai bisnisnya, baik dalam proses invoice di antara UMKM dengan klien/pelanggannya atau terkait pembiayaan di antara UMKM dan supplier/penyedia barangnya.

Sigit Aryo Tejo, Head of Micro Business Modalku mengatakan bahwa suatu bisnis, terutama usaha kecil, selalu membutuhkan arus kas yang lancar agar operasional usaha maksimal. Apabila pendapatan UMKM sering terlambat dilunasi pelanggannya, maka perputaran kas usaha akan terkena dampak negatif.

Bagi bisnis di sektor perdagangan (trade sector) yang secara konsisten membutuhkan persediaan barang dari supplier, tagihan supplier yang harus segera dibayar bisa memacetkan arus kas apabila UMKM memerlukan kas yang ada untuk menjalankan proyek bisnis.

“Rangkaian solusi arus kas kami diharapkan akan semakin memperluas jangkauan modal usaha bagi UMKM yang selama ini kurang terlayani oleh fasilitas pinjaman dari ekosistem keuangan yang sudah ada,” ujar Sigit.

Sumber: https://marketing.co.id

Previous 5 Produk RI Dijual di Toko Online Jack Ma
Next Memulai Bisnis Dengan Modal 100 Juta

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *