5 Sikap Bisnis UKM


LIMA SIKAP BISNIS UKM

DALAM BERORGANISASI & BERNIAGA

1. Loyal, Jujur dan Berdedikasi

Setiap ruang lingkup dalam perusahaan Bisnis UKM dituntut selalu setia membela perusahaan dalam bagaimanapun dan sedapat mungkin menghindarkan diri dari benturan sesama individu atau antar devisi dalam perusahaan.

Kejujuran merupakan sifat yang harus dijunjung tinggi dan mendasari dalam setiap pikiran, tuturkata dan perbuatan. Bahwa tugas yang diberikan kepada setiap anggota merupakan mata rantai yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, amanah dan berdisiplin tinggi.

Setiap anggota harus berorientasi kepada cita-cita perusahaan, dengan senatiasa meningkatkan kualitas pribadi, pengetahuan, ketrampilan, dan kedewasaan berperilaku, dan selalu bersikap kerja cerdas yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.

 

2. Tulus, Ikhlas, dan Sabar

Pikiran, perkataan, tindakan, dan komunikasi dalam berinteraksi dengan sesama anggota harus didasari oleh rasa tulus, dan ikhlas, dengan memberikan yang terbaik bagi kemajuan Bisnis UKM, terbuka kepada semua kritik bersifat membangun dan saling memberikan nasehat, serta masukan demi kebaikan bersama.
Setiap individu yang ada pada lingkup perusahaan Bisnis UKM harus bersikap sabar dalam menghadapi permasalahan, kegagalan, musibah dan kesalahan baik yang ditimbulkan oleh diri sendiri, aggota lain maupun perusahaan dan selalu optimis dalam setiap pemikiran dan tidakan, tanpa mengurangi kewaspadaan , selalu berpandangan jauh kedepan dan berpikir positif dengan mengerahkan segenap kemampuannya untuk bangkit kembali dan bahkan, mampu berkembang. Setiap individu dalam perusahaan harus menghindari rasa iri, dengki dan ego secara berlebihan atas apa saja yang didapatkan dan dicapai orang lain.

3. Berani, Tegas, dan Ramah

Setiap individu dalam lingkup Bisnis UKM di upayakan berani bersikap dalam membela kepentingan bersama, nama baik dan berani dalam mengambil keputusan yang sangat mendesak demi kelancaran hubungan niaga perusahaan serta berani menerima sangsi-sangsi bila terjadi kesalahan yang merugikan perusahaan.
Setiap individu yang berada dalam naungan Bisnis UKM mampu membedakan, memisahkan, menempatkan, dan menyatakan dalam hal yang baik dan yang buruk yang benar dan yang salah, serta yang bermanfaat dan yang merugikan, yang semua itu ditujukan untuk kepentingan kemajuan Kelompok Usaha Bisnis UKM, serta berpedoman pada kaidah-kaidah niaga yang telah digariskan. Bahwa semua tutur kata, perilaku, komunikasi yang lahirdari sikap yang tegas tersebut harus tetap disertai dengan menjaga keramahan dan sopan santun yang wajar, dan manusiawi untuk menjaga hubungan baik dengan sesama dan ikut menjaga citra baik Bisnis UKM.

 

4. Tolong-Menolong, Saling Menghormati, dan Amanah

Sikap ini merupan pencerminan asas kebersamaan dalam bentuk kesediaan untuk saling membantu demi kemajuan bersama, sebagai upaya meningkatkan kerja sama dan memupuk rasa kesetiakawanan yang positif. Setiap anggota berkewajiban sedia secara tulus ikhlas untuk saling memberikan nasehat, masukan, bimbingan, pengarahan, dan motifasi untuk semangat hidup kepada anggota lain, demi kemajuan kehidupannya. Disamping itu juga setiap anggota senantiasa harus saling membantu dalam memikul beban, saling mengisi kekurangan, menghargai hasil kerja anggota lain, dan masing-masing berusaha untuk mengembangkan diri guna mencapai jenjang kehidupan yang lebih baik bagi semua anggota.

Setiap individu yang bergabung Bisnis UKM harus selalu dapat memegang amanah yang dibebankan atau diberikan kepadanya baik diberikan melalui perseorangan, kelompok, institusi maupun pemerintah baik yang mempunyai nilai jual (profit) maupun yang tidak. Karena hal ini merupakan suatu modal utama yang terus menerus diupayakan guna menjadi suatu wahana yang amanah dalam memberikan pelayanan dan layanan publik secara maksimal dan hal ini merupakan ciri dari cara berniaga Kelompok Bisnis UKM.

 

5. Adil, Manusiawi, dan Bermartabat

Pada dasarnya setiap individu yang telah bergabung dengan Bisnis UKM berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam cipta, karsa, dan karya, serta bersikap adil dan menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Seorang akan berharga karena hasil usahanya, buah pikiran, dan produktivitasnya. Oleh karena itu, setiap anggota harus menunaikan kewajibannya terlebih dulu sebelum menuntut haknya dengan didahului.

Setiap anggota harus bersikap manusiawi dengan memperlakukan orang lain sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai manusia selaku makhluk Tuhan Yang Maha Esa, menghomati hak-hak orang lain, dengan memupuk sikap suka memberi pertolongan pada mereka yang memerlukan, menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bermanfaat serta menghindari perbuatan-perbuatanlain yang merugikan atau bertentangan dengan kepentingan bersama.