Bank Sentral Mulai Lirik Mata Uang Virtual, Permintaan Minyak AS Turun

Bank Sentral Mulai Lirik Mata Uang Virtual, Permintaan Minyak AS Turun

Sejumlah berita global mewarnai pemberitaan media nasional pada hari ini, Kamis (31/8/2017), di antaranya tentang mata uang virtual yang mulai dilirik

Mantan Premen Sekarang Juragan
Kemenkop Optimalkan Peran Pendamping Usaha Percepat UMKM Naik Kelas
Kesalahan Terbesar dalam Merekrut GM dan Direktur

Sejumlah berita global mewarnai pemberitaan media nasional pada hari ini, Kamis (31/8/2017), di antaranya tentang mata uang virtual yang mulai dilirik bank sentral.

Berikut rangkuman berita utama di sejumlah media nasional:

Bank Sentral Mulai Melirik.Pesatnya pertumbuhan popularitas dan nilai mata uang virtual, tampaknya terlalu besar untuk diabaikan oleh bank sentral di berbagai belahan dunia. Tak heran jika sejumlah bank sentral mulai melirik potensi penyesuaian terhadap sistem mata uang virtual. (Bisnis Indonesia)

Permintaan Minyak AS Turun. Permintaan minyak di Amerika Serikat turun, menyusul penutupan sejumlah perusahaan kilang minyak akibat badai Harvey yang menerjang Negeri Paman Sam. Sentimen tersebut diperkirakan menekan harga minyak dalam jangka pendek ke area US$45,60 per barel. (Bisnis Indonesia)

Ekonomi Negara G20 Tetap Tumbuh 3%. Pasca Korea Utara meluncurkan rudal melitas wilayah Jepang, Moody’s iNvestor Services mengingatkan pertumbuhan ekonomi negara-negara maju bisa terguncang. Moody memperkirakan pertumbuhan ekoknomi negara G20 sebesar 3% pada tahun ini. (Kontan)

Buffet Jadi Pemegang Saham Terbesar BoA. Berkshire Hathaway, perusahaan investasi milik investor tersohor Warren Buffet, kini tercatat menjadi pemegang saham terbanyak Bank of Amerika Corp (BoA). Hal tersebut terjadi setelah Bershire mengonversi 700 juta unit waran menjadi saham. (Kontan)

Investasi Toyota di Grab. Toyota Motor Corp menjadi perserta terbaru dalam putaran investasi untuk Grab. Produsen mobil asal Jepang ini berinvestasi melaluui Toyota Tsusho Corp dengan perkiraan dana investasi sebesar US$2,5 miliar. (Kontan)

COMMENTS