Bisnis Hewan Peliharaan Beromset Milyaran

Bisnis hewan peliharaan, mulai dari makanan, asesoris, hingga obat-obatan, masih moncer. Yadi Aryadi, yang hanya lulusan SMP sukses meraup cuan miliaran setiap bulan dari bisnis ini. Amazon Pet Group yang dibesutnya, kini telah memiliki 15 cabang. Pendapatannya di setiap cabang bervariasi antara Rp 100-300 juta perbulan.

Dari kampungnya di Tasikmalaya, Yadi hijrah ke Jakarta untuk mengubah nasib pada 2004 silam. Berbekal ijazah SMP, ia bertemu teman kakaknya yang bekerja di sebuah pet shop kenamaan di bilangan Blok M. Ia pun melamar dan diterima sebagai staf di bagian grooming hewan. Sang bos menugasinya ikut pameran hewan peliharaan di Mal Metropolitan, Bekasi.

“Tugas saya di sana menjual hewan peliharaan berikut perlengkapannya seperti kandang, tempat minum, serta asesoris lain. Hewan yang terjual cukup banyak. Dari sana saya melihat peluang besar di bisnis pemeliharaan hewan,” katanya.

Berbekal kemampuan grooming hewan peliharaan, ia memutuskan berhenti dari pekerjaannya. Ia menelepon orang-orang yang pernah membeli hewan peliharaan dari perusahaan tempatnya bekerja dahulu. Dengan berani, ia menawarkan jasa grooming hewan. Ternyata, sambutannya luar biasa mengingat belum ada jasa pemeliharaan hewan di sekitar Bekasi.

Dari satu rumah ke rumah lain, Yadi menawarkan jasa mulai dari memandikan hewan, memotong kuku, hingga mencukur rambut kucing dan anjing peliharaan pelanggan. Dengan pengalaman bekerja di Blok M, ia mampu memperoleh seluruh kebutuhan grooming mulai dari shampoo, sabun, gunting rambut dan kuku, dan lainnya.

“Setelah berjalan sekitar 6 bulan, saya memberanikan membeli anakan kucing untuk dijual di rumah kontrakan saya yang kecil. Saya tawarkan lewat iklan di Poskota. Ternyata, yang beli lumayan banyak. Saya semakin yakin dengan masa depan bisnis ini,” ujarnya.

yadi aryadi

Dengan bantuan pinjaman modal dari seorang pelanggan yang baik hati, Yadi memutuskan membuka toko hewan peliharaan pertamanya di Kalimalang. Hasilnya, sangat sukses. Dengan skema bagi hasil, sang pemodal bahkan memintanya untuk membuka cabang baru. Dengan dana sendiri, pria usia 31 tahun itu juga memberanikan membuka tokonya sendiri.

“Sebelum membuka cabang, saya melakukan survey dulu untuk melihat peluang. Setidaknya, toko harus dekat dengan perumahan kelas menengah ke atas. Mereka biasanya yang memiliki hewan peliharaan,” katanya.

Amazon Pet Group kini telah memiliki jaringan toko, yang dinamakan Garden, sebanyak 15 cabang di wilayah Jabodetabek. Dengan mengutamakan kepuasan pelanggan, toko milik Yadi tak pernah sepi pengunjung. Aktivitas grooming dan penitipan hewan bahkan semakin ramai pada hari libur dan liburan panjang hari raya Lebaran dan Tahun Baru.

“Kami membuatkan kartu member khusus untuk pelanggan setia. Layanan juga harus mengacu pada Standar Operasional Prosedur yang telah ditetapkan. Itu untuk menjamin pelayanan sama bagusnya di antara cabang yang satu dengan yang lain,” katanya.

Menurut dia, tantangan terbesarnya adalah di sumber daya manusia. Tak banyak orang yang bersedia menjadi tenaga perawat hewan seperti anjing dan kucing. Untuk memandikan hewan-hewan peliharaan yang cantik dan lucu-lucu ini dibutuhkan keterampilan khusus. Hanya mereka yang sabar dan tekun saja yang bisa menguasai keahlian tersebut.

“Kami harus men-training setiap pegawai baru. Mereka diberitahu tentang SOP yang benar, mulai dari membuka toko hingga menutupnya lagi. Yang juga susah adalah membuat mereka betah bekerja. Kami juga harus punya dokter hewan di setiap toko,” katanya.

Tapi, Yadi tak menyerah. Ia masih punya mimpi besar yaitu melihat Garden miliknya tersebar ke seluruh penjuru Tanah Air, bahkan sampai ada di luar negeri, seperti halnya toko online Amazon yang kondang di seantero jagat. Pada tahun ini, ia berencana membuka 5 cabang seperti di Depok dan Bintaro. Investasi satu cabangnya sekitar Rp 200 juta.

“Ke depan, saya akan memperkuat tim marketing sehingga setiap cabang diberi keleluasaan untuk melakukan pemasaran secara mandiri. Kami juga akan membuat sistem online yang terkoneksi di seluruh cabang,” katanya.


Menyediakan Informasi Peluang Bisnis, Peluang Usaha, Usaha Kecil Menengah, Bisnis Waralaba, Promosi Bisnis UMKM. Potensi Bisnis Usaha kecil menengah (UKM) merupakan motor penggerak perekonomian di Indonesia. BisnisUKM.id media Bisnis Online di harapkan menjadi wahana sumber informasi terbaru pelaku bisnis UKM. Informasi Periklanan & Review Hub: info@bisnisukm.id

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply