Cara Sederhana Manajemen Bisnis

Cara Sederhana Manajemen Bisnis, Banyak orang berpendapat bahwa jika ingin bisnis maju dan besar maka manajemennya harus baik, pernyataan itu mutlak benar. Karena memang jika tidak dimanajemen dengan baik maka roda bisnis tidak akan bisa berputar dengan lancar, arus kas keuangan tidak stabil, neraca kesetimbangan berat sebelah, itu adalah hal-hal yang bisa terjadi jika bisnis tidak dimanajemen dengan baik.

Tetapi, manajemen suatu bisnis itu juga bersifat relatif. Artinya, tidak bisa diimplementasikan di sembarang tipe bisnis. Karena, jika suatu bisnis salah dalam hal manajemennya maka besar kemungkinan bisnis tersebut akan sulit berkembang.

Sebagai contoh saja, kita tidak bisa menyamakan manajemen bisnis antara perusahaan besar skala nasional dengan startup company karena tentu saja dalam perusahaan rintisan manajemen yang terlalu kompleks tidak terlalu dibutuhkan.

Seperti yang telah saya jelaskan di artikel sebelumnya, manajemen adalah suatu seni atau keindahan. Artinya, seni itu bersifat relatif tergantung tempat, ataupun obyek/subyek yang menilainya.

Untuk bisa menerapkan manajemen yang baik ke unit bisnis kita maka kita harus mengenal dengan baik model bisnis kita itu seperti apa. Karena, jika kita tidak mengenal betul unit bisnis kita besar kemungkinan kita akan salah perhitungan dalam mengolah bisnis kita, alhasil terjadi masalah internal yang mengakibatkan menurunnya kinerja bisnis.
Lalu, bagaimana cara memulai manajemen bisnis?

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara kita memulainya? Bisnis memang bukanlah hal yang pasti 100% tepat bisa di teorikan. Karena dalam bisnis pengalaman dan relasi itu yang paling penting. Karena, dari pengalaman itulah kita bisa sangat mengenal tipe manajemen apa yang cocok untuk kita terapkan dalam bisnis kita.
Manajemen Produk

Untuk awal memanajemen produk adalah hal terpenting, mengapa? Simple, karena produk inilah hal yang kita jual kepada konsumen. Jika tidak di manajemen dengan baik maka bagaimana cara kita bisa menjualnya dengan baik kepada konsumen? Lalu bagaimana cara memanajemen produk yang kita miliki?

Pengalaman saya pada saat awal membangun bisnis online adalah membuat list yang super lengkap, karena saya bukan produsen maka kita mengambil produk-produk dari beberapa supplier. Kita list barang-barang dari supplier, kita buat daftar harga sebelum dan sesudah kita naikkan. Yang jadi pertanyaannya adalah apakah itu benar?

Apa yang saya lakukan mungkin sudah sangat tepat, tetapi FAKTANYA kurang tepat. Kenapa? Simple, karena saya pada saat itu belum membutuhkan sistem manajemen yang kompleks seperti itu.

Saya terlalu menghabiskan waktu untuk membuat daftar yang selengkap-lengkapnya, dan saya melupakan 1 hal yaitu PEMASARAN. Sebaik apapun manajemen yang kita buat kalau pemasarannya belum jalan ya menjadi USELESS.

Karena itulah, saran saya jika Anda sedang memulai bisnis terutama anak-anak muda jangan terlalu mengambil pusing untuk membuat manajemen bisnis yang kompleks.

Cukup membuat manajemen yang sederhana saja, karena apa? Karena, diawal bisnis kita berkembang hal yang terpenting adalah mengembangkan produk bukan mengembangkan manajemennya.
Manajemen SDM

Dalam melakukan bisnis manusia atau orang-orang yang terlibat didalamnya memang adalah yang terpenting, mustahil bisnis ada jika manusia tak ada. Karena itulah, saat awal-awal memulai bisnis atau membuat usaha maka membuat manajemen orang-orang yang ada didalamnya itu penting.

Lalu bagaimana cara memanajemennya?  Memanajemen manusia itu butuh seni tingkat tinggi, kenapa? Simple! Karena sifat setiap orang itu berbeda, karakternya berbeda, karena itulah perlakuan terhadap masing-masing orang juga berbeda.

Penting kiranya Anda menjadi seorang Leader yang baik, yang mampu meningkatkan hasrat bagi anggota Anda untuk senantiasa menuruti instruksi yang Anda berikan. Mereka mentaati, menghormati, bukan karena takut tetapi karena memang itu seharusnya.

Untuk awal-awal membangun bisnis, penting kiranya menentukan siapa yang menjadi leader.  Karena  apa? Jika tidak dipilih leader dari awal, maka roda perputaran bisnis tidak akan mungkin bisa berjalan lancar.

Karena pastinya usaha dari setiap anggota itu berbeda-beda, karena itulah perlu seseorang yang mampu mengontrol kinerja, agar tetap bisa berjalan pada jalur yang benar.

Saya sendiri pada saat menulis artikel ini berstatus sebagai UI/UX Designer di sebuah software house yang cukup besar di Indonesia.

Tetapi, diluar pekerjaan utama tersebut, saya juga kuliah di jurusan Matematika di sebuah universitas di Jogja, dan juga membangun sebuah start-up company dengan 4 orang teman saya. Mengapa saya melakukan itu semua? Mengapa tidak fokus pada 1 hal saja? Jawabannya simple! Karena saya ingin belajar!

Di kampus saya diajarkan untuk menyelesaikan sebuah problem dengan cara yang sistematis karena saya kuliah di jurusan matematika. Disitu, saya belajar cara tracing atau “menelanjangi” sebuah masalah sampai sedetail-detailnya, hal ini sangat penting jika diterapkan dalam bisnis, organisasi, atau menyelesaikan masalah apapun / problem solving.

Karena memahami suatu masalah dengan lebih detil akan memudahkan kita untuk menyelesaikannya.

Lalu untuk apa saya juga bekerja? Mengapa tidak fokus di start-up saja? Simple! Karena, saya ingin belajar mengelola perusahaan besar! Ilmu yang saya dapatkan di perusahaan tentu saja tidak akan saya dapatkan di kampus, begitu juga sebaliknya.

Sebab itulah saya ingin belajar bagaimana merekrut karyawan, mengelola karyawan, menentukan besarnya gaji, menentukan harga jual sebuah produk, dan itu semua saya terapkan di start-up yang saya bangun sekarang.

Karena itulah saya menjalani 2 hal tersebut (kuliah dan kerja) secara bersamaan, karena itu benar-benar bisa memotong waktu yang saya butuhkan untuk belajar.

Jadi, untuk bisa mengelola manusia tentunya Anda harus memili leader skill. Anda harus bisa membangkitkan semangat bekerja anggota Anda, Anda harus bisa menjadi teman sekaligus pemimpin yang disegani bukan ditakuti.

Hal ini memang membutuhkan proses yang sangat panjang, karena itulah jangan pernah berhenti untuk belajar. Apalagi jika Anda masih berumur 20an tahun, jangan sok idealis untuk tidak mau jadi karyawan, mumpung masih muda lakukan apapun yang perlu dilakukan.

Menjadi karyawan tidak buruk, karena menjadi karyawan kita juga bisa “belajar” mengelola perusahaan, selain kita belajar kita juga dibayar.

Menyediakan Informasi Peluang Bisnis, Peluang Usaha, Usaha Kecil Menengah, Bisnis Waralaba, Promosi Bisnis UMKM. Potensi Bisnis Usaha kecil menengah (UKM) merupakan motor penggerak perekonomian di Indonesia. BisnisUKM.id media Bisnis Online di harapkan menjadi wahana sumber informasi terbaru pelaku bisnis UKM. Informasi Periklanan & Review Hub: info@bisnisukm.id

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply