5 Produk RI Dijual di Toko Online Jack Ma

jack-ma1.jpg

B

Lima produk Indonesia dipastikan akan berpartisipasi dalam 11.11 Global Shopping Festival, ajang pesta diskon gila-gilaan di China atau yang dulu dikenal sebagai Hari Jomlo.

Ajang 11.11 yang digawangi perusahaan e-commerce raksasa China Alibaba Group menjadi salah satu perhelatan belanja paling dinanti di Negeri Tirai Bambu dengan lebih dari 10 juta unit produk yang ditawarkan.

Lima produk makanan Indonesia akan berpartisipasi dalam ajang tahunan tersebut melalui platform Alibaba. Kepastian itu dikemukakan pendiri Alibaba Group, Jack Ma usai bertemu dengan pemerintah dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10/2018).

Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari pembahasan peta jalan e-commerce Indonesia dengan Jack Ma ikut menjadi salah satu penasihat.

“Kita bahas tiga hal, yaitu mengenai keikutsertaan di acara 11.11 pada November 2018, pengembangan sumber daya manusia (SDM) di era digital, dan pengembangan teknologi keuangan atau fintech,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Terkait ajang 11.11, Jack Ma dalam diskusi dengan Kadin menyepakati pembentukan delegasi yang akan melakukan observasi dan kunjungan ke ajang 11.11 agar lebih banyak pebisnis di Indonesia yang bisa belajar dari ajang yang digelar pada 11 November itu, mulai dari aspek bisnisnya, logistik, keuangan hingga marketplace.

“Kami ingin UKM dan wirausaha di Indonesia bisa belajar dan memperoleh manfaat dari ajang 11.11 mendatang,” ujar Jack Ma.

Sebagai catatan, pada 2017 lalu, Alibaba menembus rekor penjualan pada Hari Jomlo dengan meraup transaksi fantastis, yaitu USD25 miliar atau lebih dari Rp300 triliun dalam tempo 24 jam saja.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengungkapkan, lima produk Indonesia yang akan diikutsertakan dalam ajang 11.11 adalah Kopi Kapal Api, makanan ringan Richeese, kerupuk udang Papatonk, Indomie, dan sarang burung walet. Kelima produk ini dipilih selain lantaran kualitasnya bagus, juga sebelumnya telah tersedia dan diterima di platform Alibaba serta menjadi favorit konsumen di China.

“Kelima produk ini masingmasing harus tersedia minimal satu juta stok pada saat ajang 11.11 itu berlangsung,” sebutnya.

Menurut Triawan, terdapat 10 juta produk saat ajang 11.11 sehingga persaingan sangat ketat. Karena itu ke depan harus lebih disiapkan lagi produk dan komoditas atau merek apa yang bisa diikutsertakan untuk menggaet pasar konsumen China dan dunia. Salah satu potensi adalah buah manggis.

“Produk yang harus disiapkan juga dan mereka (Alibaba) pernah sebut juga adalah manggis. Manggis kalau kita bisa memproduksi banyak, berkualitas baik dan konsisten, itu bisa luar biasa (penjualannya). Sama seperti durian,” ucapnya.

Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani menyambut kerja sama dengan Alibaba dan keikutsertaan produk Indonesia tersebut sebagai langkah awal yang sangat baik. Pihaknya juga sudah berbicara dengan tim Alibaba mengenai potensi produk lain yang bisa ditampilkan. Menurutnya, negara lain seperti Malaysia dan Thailand juga aktif berpartisipasi dalam ajang 11.11.

“Pada ajang 11.11 sebelumnya, durian itu bisa laku 80.000 buah dalam semenit dan mereka (Alibaba) sudah menjual total 2 miliar durian sampai saat ini. Tapi yang memanfaatkan bukan kita, melainkan Thailand dan Malaysia,” ucapnya.

Duta Besar Indonesia di Beijing Djauhari Oratmangun berharap hadirnya produk-produk Indonesia pada platform Alibaba akan bisa meningkatkan brandin g produk Indonesia dan mendorong naik ekspor Indonesia ke depan. Menurutnya, saat ini China merupakan mitra dagang utama Indonesia dengan nilai mencapai USD65 miliar.

Solusi Holistik Bagi Pengusaha Muda

Bisnis-ukm-Fintax-Fair-2019.jpg

Penelitian dari Universitas Tennessee (2013) mengatakan bahwa, 25% bisnis menemui kegagalan setelah 1 tahun, dan 35% dari total yang berhasil di tahun pertama akan kembali menemui kegagalan setelah tahun kedua. Kegagalan menjadi lebih besar lagi di tahun ketiga, yaitu sebesar 44%. Artinya jika ada 10 bisnis, maka hanya akan ada 2-3 bisnis saja yang akan bertahan setelah tahun ketiga.

Maka, tak heran meskipun konsep bisnis yang kuat sekalipun tidak akan terwujud secara sempurna tanpa dukungan sisi finansial yang tepat. Berkaitan dengan itu, Fintax Fair 2019 pun akan digelar pada tanggal 17-18 Januari 2019, di Assembly Hall Menara Mandiri. Tujuan diadakan Fintax Fair tersebut untuk menjadi dukungan holistik dalam berbagi pengetahuan entrepreneurship bagi para pengusaha muda di Indonesia. Dengan tema ‘Cerdas Finansial, Perpajakan, dan Teknologi’, acara tersebut akan mengupas segala ilmu yang perlu diketahui dan solusi teknologi yang dibutuhkan dalam membangun sebuah usaha.

Hadirnya Fintax Fair merupakan momen yang tepat, bersamaan dengan waktu dimana pemerintah Indonesia juga terus memberi dorongan dan melakukan motivasi kepada kaum muda agar memiliki semangat kewirausahaan. Menurut data olahan Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini jumlah wirausaha di Indonesia baru mencapai 3,1 persen dari total penduduk usia produktif. Jumlah ini terbilang minim dibandingkan dengan tingkat wirausaha di negara-negara maju yang bisa mencapai 14 persen.

“Kami percaya bahwa terdapat jiwa entrepreneur di dalam setiap orang, dan terdapat berbagai ide bisnis brilian yang saat ini belum terungkap dan terwujud. Namun dari tahun ke tahun, persyaratan untuk menjalankan bisnis semakin kompleks. Oleh karena itu, untuk mewujudkan mimpi para pengusaha muda, dan memastikan bahwa bisnis yang mereka ciptakan terus sustainable, Fintax Fair 2019 hadir untuk memberikan dukungan dari segi edukasi dengan menggandeng sejumlah praktisi dan profesional yang dapat memberi berbagai insight penting,” jelas Teguh Harapan, CMO PT Harmoni Solusi Bisnis selaku organizer dari Fintax Fair 2019.

Adapun pembicara yang telah memastikan kehadirannya antara lain Iwan Djuniardi, Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi; Merry Riana, Motivator Wanita No. 1 di Indonesia & Asia; Yustinus Prastowo, Founder Center For Indonesia Taxation Analysis (CITA); Yohanes G. Pauly, World Top Certified Coach CEO & Master Coach of GRATYO; Tanadi Santoso, Founder Business Wisdom Institute & Host “Business Wisdom’ di PASFM; Prita H. Ghozie, Founder & Director, ZAP Finance, Tung Desem Waringin, dan Adinata Widia, Senior Vice President, P.T. Mandiri (Persero) Tbk.

Selain itu, dia menambahkan, para pengusaha juga bisa mendapatkan solusi nyata melalui teknologi dan inovasi terkini yang akan ditampilkan untuk mendukung perkembangan usaha mereka. Ya, kemajuan teknologi menuntut para pengusaha muda untuk lebih kreatif dan inovatif, dan fleksibel terhadap perkembangan yang terjadi secara pesat. Selain memberikan wawasan dan solusi inovasi teknologi terbaru untuk membantu para perintis bisnis dalam mengembangkan usahanya Fintax Fair 2019 juga menawarkan sesi “Tax Fair” – dimana para pebisnis dapat melakukan sesi konsultasi pajak secara gratis dengan lebih dari 20 konsultan berlisensi untuk pelaksanaan kewajiban pajak usaha mereka.

Seminar Pembiayaan Mikro Nelayan di Beberapa Universitas oleh LPMUKP

LPMUKP-UnBraw-bisnisukm.jpeg

Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan & Perikanan (LPMUKP) akan menggelar seminar bertajuk “Pembiayaan Mikro Nelayan” di beberapa universitas negeri. Seminar ini bertujuan memperkenalkan LPMUKP sebagai lembaga penyalur modal bagi wirausaha-wirausaha keluatan dan perikanan yang di Indonesia.

Seminar perdana digelar di Universitas Brawijaya, Malang, Kamis, 6 Desember 2018 lalu. Dalam kesempatan tersebut Direktur LPMUKP Syarif Syahrial mengatakan, LPMUKP telah memberikan manfaat kepada 11.613 wirausaha kelautan dan perikanan yang tersebar seluruh Indonesia, dengan NPL (non performing loan) 0 persen.

“Hal ini membuktikan kelautan dan perikanan adalah sektor yang menjanjikan.Tidak hanya itu, dana yang telah dikelola telah mencapai Rp259 miliar dengan mitra dari koperasi hingga Pemerintah Daerah,” tegas Syarif.

Suasana seminar Pembiayaan Mikro Nelayan di Universitas Brawijaya, Malang, Kamis, 6 Desember 2018

Seminar juga dimaksudkan untuk untuk meningkatkan penyediaan pelayanan umum kepada masyarakat. Narasumber melihat manfaat besar dari seminar tersebut, seperti disampaikan Johan Suryadarma, Ketua komite tetap informasi/promosi potensi kelautan dan perikanan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur.

“Acara ini mengajarkan kita untuk keep on learning, bahwa dalam industri produk kelautan dan perikanan kita harus prevention not detention agar tetap bisa terus mengembangkan produk-produk kita,” jelas Johan.

Ilham Makbul, salah satu peserta seminar juga memetik manfaat dari acara tersebut. Dia tertarik dengan usaha LPMUKP dalam pemberdayaan masyarakat melalui penyertaan modal usaha bagi nelayan/peternak perikanan. “Kritik saya mungkin agar ke depannya ada program bantuan modal dengan tanpa bunga agar tidak memberatkan pelaku usaha,” tutur mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya itu.

Narasumber lain yang ikut menyampaikan materi lain antara lain Dr. Agung Purwanto (Staf Ahli Bidang Perekonomian Keuangan), Prof. Dr. Ir. Happy Nursyam, MS. (Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Brawijaya) dan Johan Suryadarma (Ketua Komite Tetap Informasi/Promosi Potensi Kelautan dan Perikanan, KamarDagang dan Industri Jawa Timur).

Rangkaian seminar dimeriahkan dengan dialog bertema New Entrepreuner yang ditujukan untuk para calon wirausahawan muda. Acara ini diikuti para alumni yang telah lulus maksimal 3 tahun sebelumnya. Acara ini diharapkan akan mencetak wirausahawan sektor kelautan dan perikanan yang muda dan berpindidikan tinggi.

Setelah Universitas Brawijaya (Malang), seminar Pembiayaan Mikro Nelayan rencananya akan digelar di beberapa kampus lagi, yakni Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (Depok), Universitas Diponegoro (Semarang), Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta), dan Universitas Negeri Lampung (Lampung).

Pembiayaan bisnis ukm dengan Pinjaman Modal dari Fintech

Cara-Kembangkan-Bisnis-UMKM-dengan-Pinjaman-Modal-dari-Fintech-Cermati.png

Pembiayaan bisnis ukm dengan Pinjaman Modal dari Fintech – Sekarang ini perkembangan UKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia semakin cepat. Bahkan tak sedikit UKM yang telah merambah ke bisnis online. Jadi, selain memiliki menjual produknya di toko fisik, para pelaku UKM juga berjualan online di sosial media atau di banyak e-commerce.

Tujuannya tentu selain untuk mengkuti perkembangan zaman dengan teknologi yang semakin maju, kegiatan ini juga mampu menjaring pelanggan yang lebih luas lagi baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Dilihat dari data yang diperoleh dari OJK pada akhir tahun 2017, terdapat kebutuhan kredit untuk permodalan UKM sebesar Rp1,700 triliun per tahunnya di Indonesia. Dengan adanya lembaga keuangan yang terbatas pada saat itu, baru bisa memenuhi permodalan sejumlah Rp700 triliun saja sehingga masih banyak jumlah sisa yang harus dipenuhi.

Sementara, hasil riset Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) pada akhir 2017 menunjukan, jumlah pelaku UKM di Indonesia sebanyak 59,2 Juta dan sebanyak 3,79 juta dari hasil keseluruhan tersebut sudah terjun ke online. Kemenkop UKM juga berharap bisa mencapai target 8 juta UKM online pada tahun 2019.

Dari kedua data tersebut menjadi bukti bahwa dengan adanya pinjaman online berbasis fintech Peer to Peer Lending atau P2P Lending yang saat ini sedang menjamur di Indonesia sangat membantu mereka dalam mengembangkan bisnis UKM, sehingga bisa lebih maju, berkembang dan mendatangkan omzet yang besar. Dengan begitu, secara otomatis juga akan meningkatkan tingkat perekonomian negara.

Lalu bagaimana caranya mengembangkan UKM dengan bantuan fintech lending agar bisnis bisa berjalan dengan lancar dan hasil sesuai dengan harapan? Tak perlu bingung, berikut ini ada 5 cara yang perlu dilakukan, khususnya untuk para pelaku UKM.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

1. Pilih Fintech Lending yang Terdaftar di OJK

Pilih fintech lending yang terdaftar di OJK

Dalam mengembangkan UKM, hal utama yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang dijual. Disinilah penambahan modal perlu dilakukan. Bagi Anda yang saat ini sedang mengalami kendala dalam kekurangan modal tidak perlu bingung lagi, ada banyak fintech lending yang siap menyalurkan sejumlah pembiayaan untuk penambahan modal usaha.

Pilihlah fintech lending yang sudah terdaftar dan berizin di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dengan mengunjungi website www.ojk.go.id. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan informasi lainnya seputar fintech. Tujuannya agar terhindar dari penipuan yang dilakukan kelompok tidak bertanggung jawab.

2. Ajukan Pinjaman Sesuai dengan Kebutuhan

Ajukan Pinjaman Sesuai Kebutuhan

Langsung mengajukan dana pinjaman dengan jumlah besar tanpa adanya melakukan pertimbangan jelas merupakan kesalahan yang sangat fatal. Tidak ada yang bisa mengira, omzet penjualan menurun drastis atau kemungkinan besar UKM yang sedang berjalan bangkrut, alhasil tidak bisa membayar cicilan utang yang membuat utang semakin menggunung.

Untuk itu, ajukanlah pinjaman online sesuai dengan modal yang dibutuhkan alias tidak dilebih-lebihkan. Jangan lupa juga lakukan pertimbangan setiap fintech dengan perhitungan yang detail mulai dari bunga yang ditawarkan, biaya denda, tenor dan sebagainya.

3. Lakukan Riset Pasar Secara Berkala

Lakukan riset pasar secara berkala

Memasuki dunia bisnis atau UKM yang sangat luas tanpa adanya pembekalan ilmu dasar seputar bisnis merupakan hal yang akan membuat pebisnis kalah sebelum berperang. Maka dari itu, melakukan riset pasar secara berkala menjadi hal yang paling diutamakan.

Riset ini bisa dilakukan dengan cara terjun langsung ke tengah masyarakat atau melalui internet. Dengan begitu, sebagai pebisnis bisa mengetahui siapa yang akan menjadi target sasarannya dan apa yang sedang dibutuhkan pasar atau masyarakat dari produk yang Anda jual.

4. Tingkatkan Kreativitas dan Berani Berinovasi

Tingkatkan kreativitas dan berani berinovasi

Hasil riset yang telah dilakukan sebelumnya akan memudahkan seorang pebisnis untuk menciptakan sebuah produk dengan kualitas yang bagus dan tentunya bisa disukai masyarakat. Proses ini diharapkan para pelaku UKM tidak mudah menyerah, sebab banyaknya kompetitor membuat barang yang dijual bisa bersaing dengan ketat.

Dalam hal ini perlunya mengasah kreativitas menciptakan ide-ide yang baru dan jangan takut untuk berinovasi. Anda bisa mencari inspirasi dengan sering bergaul, peka terhadap lingkungan sekitar, lihat-lihat dari internet atau sosial media.

5. Lakukan Promosi dengan Tepat

Lakukan promosi dengan tepat

Promosi merupakan bagian yang terpeting juga dalam dunia bisnis. Percuma saja, bila produk yang di jual bagus tapi tidak melakukan promosi yang baik dan benar. Anda bisa melakukan kegiatan yang satu ini dengan mengunggah sebuah postingan promo di sosial media atau di kertas selebaran yang dibagi-bagikan ke orang.

Pastikan juga Anda aktif dalam melakukan promosi ini, sebab ini akan menentukan laris atau tidaknya penjualan produk. Intinya, semakin aktif dan konsisten promosi, maka akan semakin sering juga pelanggan yang membeli produk. Dengan begitu, omzet penjualan akan terus meningkat.

Lakukan dengan Fokus dan Disiplin

Ketika rencana mengembangkan UKM sudah tersusun dengan baik, segeralah menjalankan bisnis tersebut dengan bersungguh-sungguh. Tetaplah fokus di setiap proses yang dilaluinya, walau dikemudian hari mengalami berbagai macam cobaan.

Selain itu, tetaplah disiplin dalam membayar cicilan tagihan setiap bulannya dengan tepat waktu. Ini tentu akan memberikan keuntungan lebih bagi para pelaku UKM, misalnya saja tidak terkena bunga, biaya denda, hati lebih lega tidak ada beban dan tentunya kondisi keuangan bisnis menjadi aman tetap terkendali dengan baik.

Peluang Usaha Agro Bisnis

peluang-usaha-agrobisnis.jpg

Peluang Usaha Agro Bisnis dengan Keuntungan Berlipat. Memiliki usaha saat ini seperti sebuah impian bagi semua orang. Tak perlu bekerja fulltime, tanpa terikat waktu namun masih tetap menghasilkan. Untuk mulai menciptakan peluang usaha, Anda bisa memulainya dari rumah.

Salah satu solusinya adalah dengan menjalankan usaha agrobisnis yang saat ini sudah cukup banyak dilirik oleh masyarakat. Selain tak membutuhkan modal yang cukup besar, pengelolaan bisnis tersebut pun terbilang lebih mudah.

Anda Bingung Cari Produk KPR Terbaik? Cermati punya solusinya!

Solusi untuk Anda yang Tidak Memiliki Lahan untuk Menjalankan Agrobisnis

Agrobisnis tak harus dimulai dengan skala yang cukup besar. Sering kali pelaku usaha agrobisnis tersebut hanya terpaku dari sisi kuantitas. Padahal jika melihat sisi lain dengan menjalankan sistem hidroponik pun usaha agrobisnis sudah dapat dijalankan. Sistem hidroponik tersebut memungkinkan Anda untuk menanam tanpa memerlukan lahan yang luas.

Anda pun bisa memanfaatkan halaman depan rumah, hingga teras belakang rumah untuk sekedar memulai membuat sistem penanaman secara hidroponik. Sebagai langkah awal, Anda bisa memulainya dengan menanam sayuran organik disana.

Untuk memulai sistem penanaman secara hidroponik, Anda harus mengeluarkan modal awal untuk mengembangkan sistem penanaman hidroponik. Setelah peralatan Anda tersebut telah Anda masukkan kedalam list pengeluaran awal, Anda pun harus mulai belajar bagaimana cara mengelola sistem pertanian secara hidroponik.

Selanjutnya apabila perkebunan hidroponik Anda telah menunjukkan ke arah positif berupa pasokan sayuran Anda yang dapat menghasilkan dalam jumlah besar, mulailah untuk mengembangkan usaha menjadi lebih luas dengan menargetkan pangsa pasar menengah atas.

Dengan menargetkan pangsa pasar menengah atas, Anda pun bisa menghasilkan pemasukan yang lebih besar dan tentunya perkembangan perusahaan jauh lebih pesat. Keuntungan yang lebih besar tersebut bisa Anda dapatkan lantaran harga yang Anda patok bisa jauh lebih tinggi. Namun ingat, harga yang tinggi tersebut pun harus diikuti dengan kualitas yang baik.

1. Reseller Jual Beli Bibit secara Online

Salah satu hal terpenting untuk memulai bisnis tanaman adalah dengan menyediakan bibit. Dengan bibit yang unggul hal tersebut dapat membuat produktivitas pertanian semakin meningkat.

Dengan bermodalkan internet, Anda pun bsia dengan leluasa memasarkan produk tersebut. Selain itu, dengan menggunakan internet, Anda pun bebas mengeksplorasi jenis bibit bibit tanaman yang hendak Anda jual.

Dengan mengenal jenis bibit yang unggul tentunya membuat pecari bibit pun akan semakin mendapatkan perhatian dari pencari bibit tanaman. Bagi Anda yang masih ragu untuk memiliki usaha sendiri, Anda pun bisa menjadi reseller dari toko online yang sudah lebih dulu dikenal masyarakat secara luas.

2. Mengembangkan Sayuran Hidroponik

Seperti telah di singgung sebelumnya, bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik belakangan ini mendapatkan perhatian dari masyarakat, utamanya bagi mereka yang tinggal di daerah perkotaan dan tidak memiliki banyak lahan untuk bercocok tanam.

Sistem penanaman hidroponik ini biasanya menggunakan sistem pertanian organik yang artinya tidak membutuhkan pestisida untuk merawat tanaman tersebut. Saat ini permintaan sayuran organik semakin meningkat seiring bertambahnya gaya hidup sehat masyarakat. Selain itu pengembangan sayuran hidroponik pun terbilang cukup mudah lantaran tidak membutuhkan lahan yang luas serta modal yang dibutuhkan pun kecil.

3. Usaha Obat dari Bahan Alami

Selain sayuran hidroponik, Anda pun bisa bercocok tanaman-tanaman obat. Ada banyak sekali jenis tanaman yang bisa di buat menjadi obat-obatan alami. Peminat obat herbal atau obat obatan alami pun semakin meningkat lantaran masyarakat sudah paham betul pentingnya menjaga kesehatan dengan menggunakan bahan-bahan organik.

Peluang tersebut tentunya dapat Anda terapkan untuk menjalankan usaha agrobisnis dengan skala yang lebih kecil dan dapat berkembang menjadi lebih besar jika memang permintaan semakin berkembang menjadi lebih besar.

Beberapa jenis obat herbal diantaranya adalah lidah buaya, kunyit, jahe merah, lengkuas, kencur, dan masih banyak lagi. Selain sistem penanamannya yang mudah, menanam obat obatan alami pun terbilang cukup mudah.

4. Budidaya Buah-Buahan dan Sayuran

Selain bertanam sayuran dan obat-obayatn herbal, Anda pun bisa membudidayakan buah-buahan. Untuk memulai bisnis ini, Anda pun bisa memulainya dengan membeli bibit tanaman yang bagus namun tidak terlalu mahal.

Contoh tanaman buah-buahan yang dapat Anda budidayakan antara lain jeruk manis, pisang, hingga buah naga. Saat ini pun ada banyak sekali jenis tanaman buah-buahan yang dapat Anda tanam menggunakan sistem hidroponik sehingga mampu menghasilkan buah dengan kualitas organik.

5. Bisnis Tanaman Hias

Jual Tanaman Hias, Bisnis tanaman hias dari dulu sampai sekarang masih menduduki sebagai penghasil keuntungan yang cukup besar. Contohnya saja untuk satu buah tanaman bonsai dapat di hargai puluhan juta rupiah tergantung dari keunikan dari bentuk bonsai tersebut. Meskipun dibandingkan dengan saat dulu pertama kali trend bonsai telah mengalami penurunan, namun bukan berarti bisnis tanaman hias sudah tidak laku.

6. Menyiapkan Tanaman Cangkok

Tanaman cangkok dari dulu hingga saat ini telah selalu menjadi primadona lantaran tanaman dari hasil cangkok terbukti cepat berbuah dan hasilnya pun tidak jauh berbeda dengan tanaman induknya. Penanamannya pun terbilang cukup mudah, yakni hanya menggunakan pot.

Sepintas memang jenis penanaman dengan cara cangkok ini memang tidak berbeda jauh dengan menanam secara hidroponik, hasil yang didapatkan dari usaha ini pun relative besar dengan tanpa terlalu banyak lahan yang diperlukan.

7. Usaha Pembiakan Bibit Pohon

Selain usaha penjualan bibit, Anda pun bisa menjual bibit tanaman dalam bentuk yang telah di kembang biakan. Indonesia sendiri memiliki banyak sekali jenis tanaman tanaman yang bisa dikembang biakan. Untuk mulai membuat usaha pengembang biakan bibit, Anda pun bisa mempelajari terlebih dahulu tanaman apa saja yang bisa tumbuh di daerah Anda.

8. Budidaya Jamur Tiram

Jamur sebagai salah satu sumber protein dari dulu hingga saat ini banyak sekali diminati oleh masyarakat, utamanya untuk mereka yang vegetarian. Jamur bisa menjadi salah satu sumber protein nabati yang paling dicari lantaran rasanya pun lezat.

Faktanya, jenis usaha satu ini tidak terlalu banyak yang menyukainya bahkan terbilang sangat sepi, padahal potensinya cukup besar. Salah satu buktinya yakni berbagai olahan olahan mahal di restaurant hingga hotel-hotel pun telah menggunakan jamur sebagai bahan utamanya.

Salah satu jenis jamur yang banyak di sukai oleh masyarakat adalah jamur tiram. Jamur yang sering kali disajikan di restoran mewah ini banyak yang mencarinya.

9. Berbagai Budidaya Tanaman Rempah-Rempah

Yang terakhir adalah budidaya tanaman rempah-rempahan. Indonesia yang sedari dulu memang memiliki potensi rempah-rempah yang cukup melipah membuat Anda tak pusing mencari tanaman rempah-rempah apa yang hendak Anda tanam. Selain itu hampir seluruh lahan pun bisa ditanamni tanaman rempah-rempah. Mulai dari bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, dan masih banyak lagi.
Peluang Usaha Anti-Mainstream dengan Keuntungan Maksimal

Dengan niat yang sungguh-sungguh tak menutup kemungkinan usaha agrobisnis rumahan yang Anda jalankan pun bisa menjadi sumber penghasilan yang justru dapat menghidupi kebutuhan sehari-hari Anda.

Untuk Anda yang benar benar tidak memiliki modal untuk menjalankan usaha sekalipun dalam skala kecil, Anda bisa mengajukan pinjaman melalui bank-bank yang saat ini telah memberikan pinjaman Kredit Tanpa Agunan (KTA). Mulailah dengan mengajukan pinjaman dengan nominal kecil, hal ini untuk menghindari resiko gagal bayar.

Peluang Agrobisnis: Juragan Agribisnis Beromzet Miliaran (Triyono,)

Mungkin kita perlu mencontoh semangat Triyono, finalis tingkat nasional Penghargaan Wirausahawan Mandiri 2010 ini. Meski memiliki kekurangan fisik, ia berhasil mendirikan usaha di bidang agribisnis peternakan dan berhasil mencetak omzet hingga Rp 3 miliar per tahun. Fisik Triyono memang tak sempurna. Meski ketika berjalan harus ditopang kruk yang mengapit di kedua lengannya, ia berhasil membuktikan kepada dunia bahwa ia mampu memberikan manfaat kepada orang lain.

Triyono terlihat semringah. Berkali-kali ia tersenyum ketika menceritakan awal memulai bisnis. Bukan mengingat kenangan manis, tapi justru soal kesulitan dan tantangan yang ia hadapi saat membangun bisnis peternakan di Sukoharjo. Tri, sapaan pria yang sejak berusia satu tahun divonis penyakit polio ini, bercerita bahwa ketika terjun di dunia agribisnis, dia tak banyak mendapat dukungan dari kerabat dan keluarganya sendiri. “Mereka saat itu selalu melihat ketidaksempurnaan fisik saya, mereka ragu akan kemampuan saya bekerja. Saat itulah saya merasa tidak berguna,” kenang Tri.

Lelaki berumur 29 tahun ini teguh memegang prinsip: sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain. Penolakan yang selalu disematkan kepadanya ketika mencari pekerjaan menyadarkan Tri bahwa ia harus membangun usaha sendiri untuk mengasapi dapurnya. “Sudah pasti, saya adalah orang pertama yang ditolak perusahaan ketika melamar sekalipun IPK saya bagus,” tuturnya sambil tersenyum. Tri mulai merintis usaha agribisnis peternakan ketika masih berstatus sebagai mahasiswa Jurusan Pertanian dan Peternakan Universitas Sebelas Maret, Solo, tahun 2006. Dengan bermodalkan Rp 5 juta, ia memulai usaha bebek potong. Ia membeli 500 bebek untuk dia kembang biakkan dan dibesarkan di lahan pekarangan rumah keluarganya.

Ia benar-benar menerapkan ilmu peternakan yang diperoleh di bangku kuliah. Hasilnya tokcer. Banyak pesanan mampir karena kualitas bebek peternakan Tri terbilang unggul. Bebek hasil ternaknya bukan hanya sehat, tetapi juga memiliki berat proposional. Ini yang membuat harga “si kwek-kwek” selalu bagus. Pelan tapi pasti, selama setahun Tri mampu mengumpulkan modal dari usaha bebek potongnya.

Tri memakai tambahan dana itu sebagai usaha jual beli sapi menjelang Idul Adha. Awal 2007 ia memberanikan diri memulai usaha jual beli hewan kurban. Ia mengenang, saat itu menjadi tahun terberat baginya. Selain harus mempersiapkan ujian skripsi, ia juga baru merintis agribisnis. Walhasil, saat pagi hingga siang hari ia harus berkutat dengan kuliah. Setelah itu Tri mencurahkan waktunya membeli dan menjual sapi untuk pasokan hari raya kurban. Seorang diri, ia memasok hewan-hewan tersebut ke beberapa daerah di sekitar Sukoharjo.

Masuk keluar pasar setiap hari sudah menjadi kegiatan rutin. “Saya harus berjalan jauh dengan menggunakan kruk, mencari dan membeli sapi yang berkualitas kemudian mengantar sapi-sapi tersebut ke tempat pesanan,” kenang Tri. Tapi, dia pantang menyerah meski beberapa orang kerap menolak bekerja sama dengannya. Segala usahanya tak sia-sia. Tri lulus dengan indeks prestasi kumulatif 3,2, dan juga meraih untung dari hasil penjualan sapi kurban. Ia memutar kembali keuntungan itu sebagai modal membeli sapi dan ayam.

Menyadari peluang usaha dari agribisnis cukup besar karena menyangkut kebutuhan primer banyak orang, dengan bermodalkan Rp 20 juta, Tri pun mantap membangun usaha secara serius pada tahun 2008. Dengan mengibarkan bendera CV Tri Agri Aurum Multifarm, Tri berbisnis peternakan terpadu sapi potong, ayam potong, dan pupuk organik. Meski tak memiliki latar belakang berbisnis, Tri mampu meraih pasar dengan cepat. Bekal kuliah menjadi nilai plus mengembangbiakkan ternak. Alhasil, pada 2008 dia mampu meraih omzet Rp 50 juta per bulan. Dia juga berhasil membuka lapangan kerja baru di desanya. Meski tak keluar sebagai pemenang Wirausahawan Mandiri 2010, Triyono tak kecewa.

Maklum, sejatinya, melalui ajang bertaraf nasional ini, ia ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa peternakan sangat layak menjadi pilihan anak muda dalam berusaha. Asalkan, dikelola dengan manajemen yang baik. Bagi Triyono, persoalan menang atau kalah bukanlah tujuannya mengikuti ajang Wirausahawan Mandiri 2010. Ada gol lain yang hendak dituju. Yakni, mengenalkan CV Tri Agri Aurum Multifarm ke seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, Triyono juga ingin menunjukkan ke semua orang bahwa agribisnis bukan hanya usaha yang cocok untuk orang tua, tetapi juga dapat dikelola oleh anak muda seperti dirinya. “Saya ingin usaha agribisnis yang dikelola anak muda menjadi tren,” ungkap Triyono. Sejak mengembangkan usaha agribisnis dengan bendera Tri Agri tiga tahun lalu, omzet Triyono terus menanjak setiap tahun. Jika pada 2008, penghasilannya baru sebesar Rp 500 juta. Pada 2010 lalu pendapatannya melonjak enam kali lipat menjadi Rp 3 miliar.

Berbekal ilmu peternakan yang ia pelajari saat bangku kuliah, Triyono memulai usaha agribisnisnya dengan menjual bebek potong hingga kemudian beternak ayam dan terakhir sapi. Kualitas ternak-ternak milik Triyono yang dibudidayakan di peternakan seluas 1 hektar tersebut terbilang unggul ketimbang ternak milik pelaku usaha lain. Meski begitu, bukan berarti Triyono boros dalam membudidayakan semua hewan ternaknya, justru sebaliknya. Tapi, “Bukan berarti saya irit memberi makanan ternak, tapi saya memberi makanan ternak secukupnya,” ujar pria 29 tahun ini.

Hewan ternak yang diberi makan sesuai dengan asupannya dan tepat waktu lebih sehat dibandingkan dengan hewan ternak yang terus-terusan diberi makan. “Kami selalu memberi pakan tanpa campuran bahan kimia, hanya yang ada di lahan kamilah yang dimakan ternak, misalnya, rumput hijau,” kata Triyono. Cara ini tentu saja dapat menekan biaya operasional. Triyono juga memanfaatkan aneka bumbu dapur, seperti kunyit, jahe, dan lengkuas untuk mengobati ternak-ternaknya yang sakit akibat faktor perubahan cuaca.

“Kalau ternak tak nafsu makan, tinggal diberi daun pepaya yang telah ditumbuk halus,” imbuh dia. Memanfaatkan pakan yang bersumber langsung dari alam tanpa campuran bahan kimia, Triyono mengatakan, juga akan menghasilkan sapi, ayam, dan bebek yang sehat dan bebas dari penyakit. Jadi, manajemen pakan, menurut Triyono, adalah 70 persen kunci dari keberhasilannya.

Namun, pola peternakan yang layak ditiru dari Triyono tak cuma sekadar soal memelihara, membesarkan, dan menjual hewan ternak, tetapi juga mengenai pengolahan limbah ternak. Triyono—yang kerap memberikan penyuluhan kepada mahasiswa dari pelbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan Universitas Sebelas Maret Surakarta—memanfaatkan kotoran hewan ternaknya menjadi pupuk kompos, kemudian dijual ke pasar seharga Rp 350 per kilogram. Dalam sebulan, Triyono dapat mengolah 15 ton kotoran ternak yang disulap menjadi pupuk. Pria yang sempat mengenyam pendidikan di sekolah luar biasa (SLB) selama setahun saat usia delapan tahun ini mengatakan, ide mengolah limbah peternakan muncul ketika ia melihat kotoran ternak yang makin menggunung di sekitar lahan peternakannya.

Untuk menjadi pupuk, Triyono mencampur kotoran ternak dengan tanah dan serbuk jerami. Pengerjaannya secara manual. Setelah semua bahan tercampur secara merata, kemudian dibungkus dengan plastik dan siap dijual ke pasar. Meski usaha agribisnis seperti peternakan telah mengantarkan sebagian orang bergelimang harta, toh sektor ini belum menjadi pilihan kalangan anak muda.

Selain masih dinilai terlalu kolot dan hanya cocok untuk orang tua dan masyarakat pedesaan, agribisnis khususnya peternakan dianggap tidak bergengsi. Apalagi, Triyono mengatakan, memulai usaha di bidang agribisnis harus memiliki modal yang besar. Inilah yang membuat para peternak lebih terlihat sebagai pemasok yang hanya mengejar keuntungan semata. Padahal, menurut Triyono, kalau usaha ini dikelola dengan baik, niscaya beternak bisa setara dengan usaha-usaha bergengsi lainnya, seperti kuliner, industri kreatif, atau jasa. (Mona Tobing/Kontan)

Mengenel Lebih Jauh Mengenai Peluang Usaha Agrobisnis

Agribisnis (baku menurut KBBI: agrobisnis) adalah bisnis berbasis usaha pertanian atau bidang lain yang mendukungnya, baik di sektor hulu maupun di hilir. Penyebutan “hulu” dan “hilir” mengacu pada pandangan pokok bahwa agribisnis bekerja pada rantai sektor pangan (food supply chain). Agribisnis, dengan perkataan lain, adalah cara pandang ekonomi bagi usaha penyediaan pangan. Sebagai subjek akademik, agribisnis mempelajari strategi memperoleh keuntungan dengan mengelola aspek budidaya, penyediaan bahan baku, pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran. Dalam konteks manajemen agribisnis di dalam dunia akademik, setiap elemen dalam produksi dan distribusi pertanian dapat dijelaskan sebagai aktivitas agribisnis. Namun istilah “agribisnis” di masyarakat umum seringkali ditekankan pada ketergantungan berbagai sektor ini di dalam rantai produksi.

Istilah “agribisnis” diserap dari bahasa Inggris: agribusiness, yang merupakan lakuran dari agriculture (pertanian) dan business (bisnis). Dalam bahasa Indonesia dikenal pula varian yang baku menurut KBBI, agrobisnis.

Objek agribisnis dapat berupa tumbuhan, hewan, ataupun organisme lainnya. Kegiatan budidaya merupakan inti (core) agribisnis, meskipun suatu perusahaan agribisnis tidak harus melakukan sendiri kegiatan ini. Apabila produk budidaya (hasil panen) dimanfaatkan oleh pengelola sendiri, kegiatan ini disebut pertanian subsisten, dan merupakan kegiatan agribisnis paling primitif. Pemanfaatan sendiri dapat berarti juga menjual atau menukar untuk memenuhi keperluan sehari-hari.

Dalam perkembangan masa kini agribisnis tidak hanya mencakup kepada industri makanan saja karena pemanfaatan produk pertanian telah berkaitan erat dengan farmasi, teknologi bahan, dan penyediaan energi.

FAO memiliki bagian yang beroperasi penuh pada pengembangan agribisnis yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan industri pangan di negara berkembang.

Ruang lingkup Agrobisnis

Agribisnis dapat mencakup bisnis yang memproduksi benih dan bahan kimia pertanian (seperti Dow AgroSciences, DuPont, Monsanto, dan Syngenta), pakan ternak, alat dan mesin pertanian (seperti John Deere), pemrosesan bahan pertanian, produksi biofuel, hingga wisata pertanian (seperti Purina Farms).

Biofuel yang dihasilkan dari tanaman pertanian saat ini mendapatkan perhatian masyarakat umum dan kaum akademisi karena isu perubahan iklim yang semakin intens dan peningkatan harga bahan bakar fosil. Di Eropa dan Amerika Serikat, penelitian dan produksi biofuel telah menjadi kewajiban yang diatur oleh undang-undang.

Studi Mengai Agro Bisnis

Studi agribisnis seringkali datang dari bidang akademik ekonomi pertanian dan manajemen, yang dapat disebut dengan manajemen agribisnis. Untuk meningkatkan pengembangan pada keekonomian bahan pangan, berbagai lembaga pemerintah mendukung penelitian dan publikasi studi keekonomian yang menjelajahi agribisnis dan praktik agribisnis. Federation of International Trade Associations (FITA) adalah salah satu lembaga internasional yang mempublikasikan hasil studi mengenai ekspor bahan pangan antar negara

scroll to top