5 Produk RI Dijual di Toko Online Jack Ma

bisnis-ukm-solo-jack-ma.jpg

5 Produk RI Dijual di Toko Online Jack Ma – Lima produk Indonesia dipastikan akan berpartisipasi dalam 11.11 Global Shopping Festival, ajang pesta diskon gila-gilaan di China atau yang dulu dikenal sebagai Hari Jomlo.

Ajang 11.11 yang digawangi perusahaan e-commerce raksasa China Alibaba Group menjadi salah satu perhelatan belanja paling dinanti di Negeri Tirai Bambu dengan lebih dari 10 juta unit produk yang ditawarkan.

Lima produk makanan Indonesia akan berpartisipasi dalam ajang tahunan tersebut melalui platform Alibaba. Kepastian itu dikemukakan pendiri Alibaba Group, Jack Ma usai bertemu dengan pemerintah dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10/2018).

Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari pembahasan peta jalan e-commerce Indonesia dengan Jack Ma ikut menjadi salah satu penasihat.

“Kita bahas tiga hal, yaitu mengenai keikutsertaan di acara 11.11 pada November 2018, pengembangan sumber daya manusia (SDM) di era digital, dan pengembangan teknologi keuangan atau fintech,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Terkait ajang 11.11, Jack Ma dalam diskusi dengan Kadin menyepakati pembentukan delegasi yang akan melakukan observasi dan kunjungan ke ajang 11.11 agar lebih banyak pebisnis di Indonesia yang bisa belajar dari ajang yang digelar pada 11 November itu, mulai dari aspek bisnisnya, logistik, keuangan hingga marketplace.

“Kami ingin UKM dan wirausaha di Indonesia bisa belajar dan memperoleh manfaat dari ajang 11.11 mendatang,” ujar Jack Ma.

Sebagai catatan, pada 2017 lalu, Alibaba menembus rekor penjualan pada Hari Jomlo dengan meraup transaksi fantastis, yaitu USD25 miliar atau lebih dari Rp300 triliun dalam tempo 24 jam saja.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengungkapkan, lima produk Indonesia yang akan diikutsertakan dalam ajang 11.11 adalah Kopi Kapal Api, makanan ringan Richeese, kerupuk udang Papatonk, Indomie, dan sarang burung walet. Kelima produk ini dipilih selain lantaran kualitasnya bagus, juga sebelumnya telah tersedia dan diterima di platform Alibaba serta menjadi favorit konsumen di China.

“Kelima produk ini masingmasing harus tersedia minimal satu juta stok pada saat ajang 11.11 itu berlangsung,” sebutnya.

Menurut Triawan, terdapat 10 juta produk saat ajang 11.11 sehingga persaingan sangat ketat. Karena itu ke depan harus lebih disiapkan lagi produk dan komoditas atau merek apa yang bisa diikutsertakan untuk menggaet pasar konsumen China dan dunia. Salah satu potensi adalah buah manggis.

“Produk yang harus disiapkan juga dan mereka (Alibaba) pernah sebut juga adalah manggis. Manggis kalau kita bisa memproduksi banyak, berkualitas baik dan konsisten, itu bisa luar biasa (penjualannya). Sama seperti durian,” ucapnya.

Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani menyambut kerja sama dengan Alibaba dan keikutsertaan produk Indonesia tersebut sebagai langkah awal yang sangat baik. Pihaknya juga sudah berbicara dengan tim Alibaba mengenai potensi produk lain yang bisa ditampilkan. Menurutnya, negara lain seperti Malaysia dan Thailand juga aktif berpartisipasi dalam ajang 11.11.

“Pada ajang 11.11 sebelumnya, durian itu bisa laku 80.000 buah dalam semenit dan mereka (Alibaba) sudah menjual total 2 miliar durian sampai saat ini. Tapi yang memanfaatkan bukan kita, melainkan Thailand dan Malaysia,” ucapnya.

Duta Besar Indonesia di Beijing Djauhari Oratmangun berharap hadirnya produk-produk Indonesia pada platform Alibaba akan bisa meningkatkan brandin g produk Indonesia dan mendorong naik ekspor Indonesia ke depan. Menurutnya, saat ini China merupakan mitra dagang utama Indonesia dengan nilai mencapai USD65 miliar.

 

Tips Sukses Menjalankan Bisnis Kuliner

Tips-Sukses-Menjalankan-Bisnis-Kuliner-Khas-solo.jpg

Peluang usaha di kota Solo sebenarnya tidak hanya usaha di bidang kuliner saja, namun ada banyak jenis usaha lain yang dapat dilakukan. Dan semuanya bisa menghasilkan keuntungan yang cukup menjanjikan. Dengan banyaknya jumlah penduduk di Solo ditambah lagi dengan banyaknya jumlah pendatang, membuat pasar bisnis kuliner sangat potensial. Bisnis kuliner di Solo sendiri sebagai salah satu usaha yang sangat menjanjikan karena banyaknya wisatawan lokal maupun asing yang berkunjung di Solo. Bagi Anda yang memiliki kemampuan memasak atau membuat olahan makanan, maka peluang bisnis kuliner khas Solo ini dapat Anda ambil untuk membuka bisnis kuliner.

Jenis Makanan Khas Solo

Tips Sukses Menjalankan Bisnis Kuliner Khas SolokartaBagi Anda yang belum mengetahui menu makanan apa saja yang dapat dikembangkan sebagai bisnis kuliner Solo, maka Anda dapat melihat beberapa jenis menu yang telah disediakan di bawah ini:

1. Gudeg Solo

Salah satu makanan khas Solo yang sangat terkenal adalah olahan gudeg yang merupakan olahan makanan yang terbuat dari bahan baku nangka muda. Nangka muda tersebut dimasak menggunakan santan. Ada tiga macam jenis gudeg, diantaranya adalah gudeg basah, gudeg kering, dan gudeg manggar.

2. Sate Klatak

Sate klatak merupakan salah satu olahan sate yang berbeda karena memiliki ciri khas yang dimasak dengan menggunakan jeruji besi. Pembuatan sate klatak tidak menggunakan bumbu apapun. Penggunaan jeruji besi dipilih karena akan menghantarkan panas sehingga daging kambing yang dipanggang akan matang secara cepat dan merata. Bumbu yang digunakan untuk sajian pelengkap sate klatak adalah garam dan ketumbar. Biasanya, sate klatak dapat dinikmati dengan kuah gulai.

3. Oseng-Oseng Mercon

Oseng-oseng mercon merupakan salah satu olahan makanan yang terkenal dengan cita rasa yang pedas. Bahan baku yang digunakan adalah tetelan daging sapi, kikil, gajih, kulit, dan tulang muda.

4. Tempe Benguk

Tempe benguk dibuat dengan menggunakan bahan baku biji benguk. Biji benguk sendiri merupakan olahan tanaman sejenis koro yang bernama latin Mucuna Pruriens. Cita rasa tempe benguk sangat gurih sehingga banyak disukai oleh masyarakat pada umumnya.


5. Bakmi Jawa

Bakmi jawa adalah bakmi rebus yang dimasak menggunakan bumbu khas masakan jawa dan dimasak di atas anglo dengan api arang. Mie yang digunakan ada 2 jenis, yaitu mie kuning dan mie bihun. Biasanya, bakmi jawa dimasak dengan campuran ayam, kol, telur, dan tomat.

Tips Menjalankan Bisnis Kuliner
Berikut ini ada beberapa tips sukses memulai bisnis kuliner di Solo bagi pemula:

Memiliki konsep yang sangat menarik. Dalam menjalankan sebuah bisnis, Anda memang harus memilih konsep yang berbeda, unik, dan menarik. Nilai-nilai budaya juga harus Anda masukan, sebagai penguat bisnis kuliner khas yang akan Anda jalankan. Yang menjadi poin penting adalah membuat konsumen merasa terkesan, sehingga feedback yang akan Anda terima adalah konsumen kembali lagi (after selling). Poin penting lainnya adalah membuat tempat makan Anda senyaman mungkin dan kental dengan suasana khas daerah.

Menetapkan target konsumen yang jelas. Karena target pasar harus tepat secara keseluruhan. Misalnya Anda memilih untuk menjual makanan di area sekolahan, perkantoran, dan lain sebagainya.

Tidak menutup diri untuk berinovasi dan melakukan modifikasi terhadap bisnis kuliner. Apapun bisnis yang dijalankan, inovasi merupakan hal penting yang harus Anda lakukan, terutama jika Anda memutuskan untuk memulai bisnis kuliner. Di mana, banyak orang yang akan merasa bosan jika menu yang dijual tidak bervariasi.

Menetapkan harga yang relatif terjangkau. Dalam memulai bisnis kuliner di Solo, janganlah pesimis dengan untung yang akan didapat. Karena kebiasaan masyarakat di Solo memang cenderung konsumtif namun masih melihat harga di depan menu. Oleh karena itu berilah harga yang wajar dan relatif terjangkau pada konsumen. Dengan begitu, Anda akan cepat dalam mengembangkan bisnis.
Selalu menjaga reputasi dengan menjaga cita rasa bisnis kuliner. Jangan pernah puas ketika bisnis Anda memiliki banyak pengunjung setiap harinya. Teruslah memberikan yang terbaik bagi pelanggan, dan jaga cita rasa bisnis Anda setiap harinya.

Tahapan Memulai Bisnis Kuliner
Ada beberapa tahapan yang harus Anda lakukan untuk memulai bisnis kuliner. Berikut ini telah kami rangkum ulasannya untuk dapat Anda ikuti:

Memahami pangsa pasar atau peminat tentang menu kuliner yang akan ditawarkan atau dijual. Apakah Anda akan mengambil posisi dalam berkompetisi yaitu leader. Atau Anda akan menciptakan produk sebagai produk baru sebagai pemimpin pasar. Atau bisa juga challenge (menantang), follower (mengikuti) dan/atau niche (punya pasar sendiri).

Memahami proses produksi dengan cara mempelajari peta persaingan dan mengetahui posisi menu kuliner yang akan dijual. Kemudian tahap selanjutnya adalah lahan proses produksi dari sebuah menu kuliner yang dijual. Dengan begitu, maka Anda akan mengetahui secara jelas mulai dari supply bahan baku, proses pembuatan, pengemasan, hingga penjualan,hingga respon konsumen.
Merintis bisnis secara perlahan tapi tetap pada tujuan dan target. Bagi para pebisnis pemuda, hindari untuk langsung membuat bisnis dengan skala besar. Lebih baik dari usaha mikro atau kecil agar jika merugi tidak banyak kerugian yang akan diderita.

Menghindari kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh para pebisnis pemula. Para pebisnis pemula seringkali tidak memperhatikan dengan cermat usaha yang sedang dijalankan atau bahkan hanya ikut-ikutan saja. Terdapat beberapa kebiasaan buruk yang perlu dihindari oleh pebisnis pemula. Diantaranya adalah tidak jelas dalam memposisikan produk, harga barang serta services yang akan ditawarkan atau dijual. Selain itu, pebisnis pemula biasanya hanya ikut-ikutan dalam merintis bisnis kuliner padahal mereka tidak paham mulai dari produksi hingga kontrol keuangan.

Mengatasi persoalan permodalan dengan kecermatan dalam melihat peluang. Apabila Anda belum memiliki modal yang cukup, sebaiknya Anda bekerja dalam suatu bisnis kuliner. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan gaji yang dapat ditabung dan dapat mempelajari seluk beluk bisnis kuliner.

Tantangan Menjalankan Bisnis Kuliner
Di dalam bisnis kuliner, yang menjadi tantangan utamanya adalah adalah pesaing, konsistensi pelayanan, serta kualitas rasa, dan kebersihan. Poin penting yang harus diperhatikan adalah, baik dalam keadaan ramai maupun sepi pengunjung, para pebisnis kuliner tidak boleh menurunkan kualitas.

Salah satu kota besar yang terkenal dengan tempat wisatanya adalah kota Solo. Di mana, kota yang terkenal romantis ini akan selalu mengutamakan kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Banyak wisatawan yang berkunjung ke sini untuk menikmati waktu liburan mereka. Jika dilihat dari sejarah, Solo banyak sekali menyimpan berbagai makanan khas dan dikenal dengan banyaknya jajanan di sepanjang jalan. Ada beberapa makanan khas dari Solo yang dapat dinikmati dan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan sebuah usaha. Bisnis kuliner di kota ini memang memiliki peluang yang cukup besar untuk dapat dikembangkan. Alasannya adalah karena jenis bisnis tersebut saat ini paling banyak diburu oleh wisatawan yang berkunjung di Solo.

Dalam berbisnis, Anda harus membuat perencanaan dan persiapan bisnis secara matang. Dengan begitu, bisnis Anda dapat berjalan lancar dan mencapai target.

Berita Bisnis UKM | Berita UKM | Bisnis Online | Event Bisnis UKM | Info Bisnis UKM | Liputan Bisnis | Pelatihan UKM | Pembiayaan UKM | Permodalan UKM | Strategi Bisnis UKM | Tips Bisnis UKM

5 Sikap yang Harus Diperhatikan Agar Memperoleh Omset Maksimal

5-Sikap-yang-Harus-Diperhatikan-Agar-Memperoleh-Omset-Maksimal.jpg

5 Sikap yang Harus Diperhatikan Agar Memperoleh Omset Maksimal, Seminar yang diadakan pada hari Kamis tanggal 9 Mei 2019 di Gedung Permata Kuningan, Ruang Serbaguna APINDO mulai dari pukul 12.00 siang hingga pukul 18.00 itu mengangkat tema “Strategi Membangun Bisnis Mencapai Omset 100 Miliyar per Tahun: Consolidation is Powerful”. Diikuti oleh puluhan peserta dari pelaku usaha kecil menengah (UKM) dengan latar belakang bisnis yang berbeda-beda, membuat seminar tersebut berjalan seru dan interaktif. Hadir salah satu pembicara pada hari itu Presiden Genpro Nasional, Bapak Iwan Kurniawan atau yang lebih akrab disapa Abah Iwan. GenPro sendiri adalah komunitas bisnis yang menghimpun pengusaha-pengusaha muslim di tanah air. Beliau memiliki gagasan untuk mensinergikan segenap potensi yang ada pada pengusaha muslim yang memiliki komitmen untuk menjadikan bisnis sebagai lading ibadah, dakwah, dan jihad iqtishodi. Sehingga bisnis tidak semata-mata hanya untuk tujuan dan kepentingan bisnis atau money oriented.

Beliau mengambil contoh dari cerita sejarah di mana Serikat Dagang Islam yang dibentuk oleh H.O.S. Cokroaminoto muncul dan berkembang untuk melawan penjajahan eropa dari segi ekonomi pada tahun 1905. Lebih lanjut lagi Abah Iwan menjelaskan bagaimana pentingnya peran mental dari seorang pengusaha jika ingin bisnisnya maju. Adapun 5 sikap mental yang perlu diresapi agar dapat menuju omset 100 miliyar menurut Abah Iwan, yaitu:

1. Punya motivasi yang lebih besar daripada bisnis. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Abah Iwan selalu berpesan, “jangan bertujuan hanya untuk bisnis semata, bisnis akan lebih besar jika tujuannya bukan hanya untuk bisnis! Tetapi juga harus bermanfaat bagi orang-orang.” Menurut beliau, membantu ribuan orang, dan membangun kedaulatan ekonomi bangsa lebih penting dari sekedar omset dan keuntungan. Jika suatu bisnis memiliki nilai atau value, maka peningkatan omset akan mengikuti dengan sendirinya.

2. Mampu menekan ego. “Jangan sungkan untuk dimanfaatkan dan selalu semangat memberikan manfaat,” kata Abah Iwan yang membuat para peserta seminar kebingungan. “Dalam berbisnis itu harus ikhlas meskipun banyak orang di luar sana yang ingin memanfaat orang lain. Dimanfaatkan orang justru baik buat kita karena menambah pahala,” tambahnya. Serahkan urusan pada ahlinya. — ada quote yg bagus tadi soal pemilik usaha yg merasa ga jago apa2, cuma jago bikin orang2 jago betah dekat dia.

3. Menebar energi positif dalam bersinergi. Ada orang yang tidak pandai dalam urusan bisnis, baik dalam mengelola maupun dalam produksi. Akan tetapi orang itu pandai membuat orang lain betah dengannya, dan percaya terhadap dia. Sikap dan mental seperti ini menjadi salah satu kunci dalam menambah relasi dan bisa dipercaya meng-handle suatu proyek yang dapat memberikan keuntungan maksimal. Karena dalam berbisnis, rasa percaya itu sangat mahal nilainya.

4. Memiliki prinsip dan setia pada prinsip tersebut. Diantara sekian banyaknya prinsip-prinsip dalam berbisnis yang paling penting adalah soal kejujuran, disiplin, amanah, dan berani. Menjadi sangat penting menghargai skill sumber daya manusia daripada modal uang (capital) itu sendiri. Karena uang tanpa sumber daya manusia akan menjadi sia-sia.

5. Lebih baik pahit di awal. Tidak ada orang langsung sukses menjalankan bisnisnya. Pasti ada saat-saat di mana seseorang gagal dan harus bangkit dan mencoba lagi. Bahkan lagi dan lagi dan lagi. Bisnis tidak selalu berhasil. Yang terpenting bagaimana seseorang bisa belajar dari setiap kesalahannya. Salah satu kesalahan yang harus dihindari menurut Abah Iwan adalah soal kesepakatan. Adalah salah jika dalam bersinergi menjalankan sebuah bisnis tidak memiliki kesepakatan yang jelas. Contohnya kesepakatan tentang siapa yang harus bertanggung jawab atas kerugian jika suatu bisnis tidak lagi berjalan atau terjadi musibah. Lebih baik kesepakatan semacam ini ditulis di awal perjanjian dan di-notariskan. Itulah 5 sikap yang harus diperhatikan agar dapat menuju omset semaksimal mungkin yang bisa dirangkum dari seminar “Strategi Membangun Bisnis Mencapai Omset 100 Miliyar per Tahun: Consolidation is Powerful”. Salam hangat dan sukses selalu!

Berita Bisnis UKM | Berita UKM | Bisnis Online | Event Bisnis UKM | Info Bisnis UKM | Liputan Bisnis | Pelatihan UKM | Pembiayaan UKM | Permodalan UKM | Strategi Bisnis UKM | Tips Bisnis UKM

Menjadi Pebisnis Sukses

Menjadi-Pebisnis-Sukses.jpg

Menjadi Pebisnis Sukses – Bgreat mengadakan seminar pada tanggal 9 Mei 2019 di Gedung Permata Kuningan, Ruang Serbaguna APINDO dengan tema “Strategi Membangun Bisnis Mencapai Omset 100 Miliyar per Tahun: Consolidation is Powerful”. Diikuti oleh puluhan peserta dari pelaku usaha kecil menengah (UKM) dengan latar belakang bisnis yang berbeda-beda, membuat seminar tersebut berjalan seru dan interaktif. Hadir salah satu pembicara pada hari itu seorang pengusaha muda papan atas ternama, Bapak Witjaksono dari Millionways atau yang lebih akrab disapa Mas Witjak. Namanya mulai dikenal sejak beliau berhasil membesarkan 2 perusahaannya hingga go public dan melantai di bursa efek Indonesia. Millionways sendiri adalah supporting business yang siap membantu perusahaan menjadi pemain No.1 di bidangnya serta disupport langsung oleh ahli dan pengalaman. Di awal sesi Mas Witjak bercerita bagaimana ia memulai bisnis dari modal ‘hanya’ 10 juta rupiah hingga bernilai triliyunan rupiah.

Perjalanannya tidak mudah. Beliau pertama kali datang ke Jakarta pada tahun 2004 karena ditawari kerja di Australia oleh seorang kenalannya. Namun harapannya harus kandas karena visa Mas Witjak ditolak dengan alasan tidak mempunyai uang yang cukup di tabungan untuk menjamin kehidupan. Dari situlah beliau termotivasi untuk menjadi pebisnis yang sukses. Di sesi tanya-jawab beliau menjelaskan bahwa dalam menjalankan perusahaan, suasana dan siklus bekerja harus baik. Beliau selalu mendengar kritik dan keluhan dari setiap karyawannya tanpa terkecuali. “Saya mengedepankan suara paling minoritas,” katanya. “Karena dari suara terkecil itulah tercermin suara hati dari orang yang biasanya paling tertakan atau tertindas.” Jika karyawan merasa tertekan, mereka tidak merasa nyaman dan kemungkinan besar akan kabur. Selanjutnya saran Mas Witjak, para direktur yang kinerjanya bagus harus diberikan saham supaya tidak ‘lari’ dari perusahaan. Walaupun tidak menjamin seorang direktur akan setia dalam perusahaan, namun menurutnya dengan memberi saham, ada apresiasi yang luar biasa ditujukan kepada direktur. Sehingga ada rasa memiliki yang timbul jika seorang direktur mendapat saham perusahaan. “Harus saling support. Jangan maunya kaya sendiri. Kalau kaya sendiri, bapak akan gila sendiri,” kata Mas Witjak disambut tawa para peserta seminar. Pengalaman buruk juga diceritakan Mas Witjak pada seminar itu tentang perusahaannya yang terbakar di akhir tahun 2015. Kerugian perusahaan ditaksir mencapai Rp550 miliar. Tidak ada yang menyangka musibah seperti itu akan terjadi. Semua tertegun tak terkecuali Mas Witjak dan rekan bisnisnya. Di kesempatan ini Mas Witjak menekankan bagaimana pentingnya kesiapan mental seseorang dalam menjalankan bisnis. Karena setelah musibah kebakaran, partnernya meninggal dunia karena stress.

Menurut beliau, rekannya tidak bisa hidup susah dan mentalnya belum siap. Dari yang sebelumnya pendapatan ratusan juta hingga bermiliyar-miliyar rupiah per bulan, menjadi tidak punya uang sepeserpun. Yang tadinya sudah biasa naik mobil mewah, tiba-tiba harus naik mobil biasa. Hal-hal ini bisa saja terjadi pada siapapun. Beliau kembali mengingatkan untuk hidup sederhana. “Saya naik mobil mewah bisa, naik mobil murah ya bisa juga. Biasa saja.” Ada 3 kunci sukses menurut Mas Witjak untuk menjadi pebisnis sukses yang bisa kami rangkum, yaitu:

1. Jadilah orang yang berani. “Gak ada orang lembek yang sukses. Yang sukses pasti yang berani. Banyak kerabat saya, salah satunya yang punya Sinar Mas, background-nya sangat sulit. Namun dia berani dalam bertindak,” kata Mas Witjak. Wajib berani mengambil tindakan yang beresiko. Beliau mengambil contoh dalam hal hutang. Menurutnya hutang juga sangat penting dan berperan besar dalam menambah asset yang ia miliki.

2. Bagi porsi dalam dewan direktur yang jelas. Harus ada leader supaya perusahaan tidak tercerai-berai. “Seperti sebuah negara, kalau pejabat-pejabatnya ribut, masyarakatnya pasti akan saling berantem juga. Yang menjadi korban pasti masyarakat dan karyawan,” kata Mas Witjak.

3. Wajib bisa akuntansi. Ilmu akuntansi sangat penting menurut Mas Witjak. Minimal seorang CEO bisa membaca laporan keuangan. Tidak harus mahir akuntansi, tidak harus bisa membuat laporannya. Jika belum bisa, minimal wajib bisa baca buku pengantar ilmu akuntansi. Tujuannya adalah agar tidak dibohongi karyawan. “Ilmu akuntansi itu penting! Tidak mungkin CEO dan konglomerat tidak ngerti akuntansi, minimal CEO dan konglomerat pasti bisa membaca laporan atau jurnal,” tutupnya. Demikian yang dapat kami rangkum dari Seminar “Strategi Membangun Bisnis Mencapai Omset 100 Miliyar per Tahun: Consolidation is Powerful” dari sesi Mas Witjak. Semoga bermanfaat dan dapat diterapkan oleh para calon pebisnis sukses sekalian. Salam hangat dan sukses selalu!

Berita Bisnis UKM | Berita UKM | Bisnis Online | Event Bisnis UKM | Info Bisnis UKM | Liputan Bisnis | Pelatihan UKM | Pembiayaan UKM | Permodalan UKM | Strategi Bisnis UKM | Tips Bisnis UKM

3 Kunci Sukses Bisnis Offline Transformasi ke Online

cs-kud.png

Seminar yang diadakan hari Kamis pada tanggal 25 April 2019 di Main Hall, The Kasablanka mengangkat tema “Reinventing the Business and Making the Shift from Offline to Online” diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai profesi khususnya dari pelaku usaha kecil menengah (UKM).

Hadir berbagi pandangan hari itu adalah David Soong atau yang lebih akrab dipanggil Pak Awi, selaku founder dari aplikasi Sweet Escape, Elisa Suteja selaku Deputy CEO dari Fore Coffee dan yang ke-tiga, Doddy Lukito selaku co-founder dari Halodoc. Ketiganya melakukan bisnis dibidang usaha yang berbeda, Elisa berjualan kopi dengan system offline dan online, Doddy Lukito menjual jasa konsultasi dokter online, dan Pak Awi menjual jasa fotografer di seluruh dunia juga berbasis online. Namun terlepas dari perbedaan bidang usaha tersebut, mereka bersepakat pada beberapa hal prinsip seputar kunci sukses transformasi bisnis dari offline ke online. Apa sajakah itu? Berikut ulasannya.

1. Rancang produk/jasa kita sebagai solusi atas suatu masalah konsumen.

Menurut Doddy Lukito, simplifikasi pelayanan untuk health care sangatlah penting karena menghemat waktu dan biaya. Melalui aplikasi Halodoc, sekarang user tidak perlu lagi berlama-lama mengantre mengambil nomor antrean dan menunggu di ruang tunggu pasien karena sudah bisa langsung konsultasi dengan dokter. “Inilah salah satu kelebihan dari kemajuan teknologi digital,” imbuhnya.

Lalu menurut Elisa Suteja, dengan menginput teknologi digital pada servis food and beverage membuat penjualan Fore Coffee meningkat hingga 1500% sejak diluncurkannya aplikasi Fore Coffee pertama kali di tahun 2018. Berawal dari berjualan dengan store yang kecil dan susah dijangkau oleh pelanggan, Elisa mencari cara agar pelanggan dengan praktis dapat memesan kopi dan diantarkan ke tempatnya masing-masing. “Customer tidak hanya offline, tetapi juga online. Dan dengan aplikasi Fore Coffee, untuk memesan kopi sekarang hanya one click away dari pelanggan,” katanya.

2. Selalu mendengarkan kritik dan masukan dari konsumen.

Pak Awi menyampaikan bahwa aplikasi bukanlah solusi utama, melainkan identifikasi masalah-lah yang merupakan solusi. “Tugasnya aplikasi itu mempermudah, yang memecahkan masalah itu sebenarnya adalah identifikasi masalah itu sendiri,” katanya. Maka dari itu, sangat penting agar identifikasi masalah dapat dilakukan secara benar. Kuncinya agar bisa mengidentifikasi masalah konsumen dengan benar adalah dengan cara mendengarkan keluh kesah, masukan, bahkan kritik tajam dari konsumen itu sendiri.

Hal ini dipertegas oleh Doddy Lukito yang menyatakan, “listening to our customers adalah kunci. Kami berjanji 60 menit obat pasti sampai ke customer kami. Karena customers HaloDoc berbeda dengan customers Sweet Escape, dan Fore Coffee, customers HaloDoc cenderung lebih emosional karena yang kami layani ini orang yang keluarga atau kerabat atau dirinya sedang sakit. Jadi sekali lagi kuncinya listening to our customers.”

3. Membangun hubungan baik melalui interaksi digital yang menyenangkan.

Dalam transformasi bisnis dari offline ke online, membangun hubungan baik dengan pelanggan adalah hal yang penting. Diperlukan deskripsi produk yang serba jelas dan lengkap di setiap tampilan layar gadget. Dan tidak kalah penting data-data tentang apa yang pelanggan suka dan tidak suka. Aplikasi harus bisa membaca dan mengetahui alternative-alternatif yang kemungkinan disukai pelanggan. Hal inilah yang coba dijelaskan oleh Elisa Suteja, “make sure customer experience adalah product! Kita selalu butuh feedback dari customer berupa kritik dan saran. Karena kritik dan saran itu membantu kita untuk menjadi lebih baik. Lalu data-data seperti pesan dari mana, paling suka rasa apa juga tak kalah penting. Pokoknya harus really understand the customers,” imbuh Elisa Suteja.

Senada dengan Elisa Suteja, Pak Awi menilai customer experience harus sangat diperhatikan. Beliau merasa amat bahagia jika pelanggannya merasa bahagia dan puas. Menurutnya kepuasan customer-nya dapat ia nilai dari social media para pelanggannya. Jika mereka mem-posting hasil foto yang diterima dari Sweet Escape ke akun social media pribadinya, berarti mereka puas terhadap hasil foto yang diberikan. Karena, lanjutnya, “kepuasan costumer sangatlah berarti. Itu dapat menutupi jerih payah dan kesulitannya selama ini mencari fotografer-fotografer yang OK dan profesional di berbagai negara. Dan kami akan memberikan potongan harga untuk customer yang memesan jasa kami lagi untuk foto di destinasi berikutnya.”

Itulah 3 hal penting untuk tranformasi bisni dari offline ke online yang telah kami rangkum dari event Mekari Conference 25 April 2019 silam. Yuk mulai beralih ke online!

Berita Bisnis UKM | Berita UKM | Bisnis Online | Event Bisnis UKM | Info Bisnis UKM | Liputan Bisnis | Pelatihan UKM | Pembiayaan UKM | Permodalan UKM | Strategi Bisnis UKM | Tips Bisnis UKM

scroll to top