Hanya Jualan Kentang, Pemuda Ini Raih Untung Puluhan Juta

Hanya Jualan Kentang, Pemuda Ini Raih Untung Puluhan Juta

Makanan kekinian datang silih berganti. Ada yang bisa bertahan, ada juga yang kalah bersaing. Di tengah maraknya makanan galaxy yang hits, pemuda asal

UKM Indonesia Tembus Pasar Eropa
Kemenkop UMKM Minta Koperasi dan Dunia Bisnis Ikuti Trend Digital
Kemenkop dan UKM Dorong Kader NU Jadi Wirausaha

Makanan kekinian datang silih berganti. Ada yang bisa bertahan, ada juga yang kalah bersaing. Di tengah maraknya makanan galaxy yang hits, pemuda asal Malaysia, Hasif Othman, bertahan dengan ide bisnis sederhana yakni menjual kentang goreng. Dilansir dari Vulcanpost.comHasif membuka bisnis kulinernya bernama The Katoshka, sejak Juni 2016 silam.

Awal Mula The Katoshka

Kita mungkin agak sedikit aneh dengan nama tersebut. Tapi, nama ini dipilih karena ingin terlihat internasional. Katoshka, nama yang diambil dari bahasa Rusia ini berarti kentang. Hasif memulai bisnisnya dengan modal hampir Rp 100 juta. Dana itu berasal dari tabungannya dan pinjaman orangtua.

Menu kentangnya terinspirasi dari Belanda. Camilan kentang goreng yang dikemas dalam wadah kerucut. Dia memodifikasi kentang gorengnya dalam wadah cup dengan beragam saus. Misalnya seperti keju, sambal, kuning telur asin, dan lain-lain. Spesialnya lagi, The Katoshka menggunakan kentang yang diimpor langsung dari Amerika Serikat.

Rahasia Keuntungan The Katoshka Rp 26 Juta per Hari

Semua usaha memang butuh proses, tak terkecuali Hasif. Dalam bazar pertamanya, dia mengalami banyak sekali masalah, seperti SDM dan lamanya waktu produksi. Lamanya waktu tunggu saat itu, membuat The Katoshka penuh antrian dan mendapatkan perhatian media setempat. Apalagi saus kuning telur asin yang memang hype kala itu.

We are picky with the choice of events as the running costs and rental fees are high. But typically, we will hold one event every 2 months. (Kami pilih-pilih acara karena biaya operasional dan sewa tinggi. Tapi biasanya, kami mengadakan event setiap 2 bulan sekali.

Belajar dari pengalaman, Hasif memutuskan hanya fokus pada event atau festival. Tidak semua acara akan dia datangi. Dia hanya memilih beberapa acara besar dan berpotensial. Beberapa festival besar yang sudah dia datangi baru-baru ini adalah Laloolalang Feastival 2017 di Museum Nasional Singapura, Pesta Raya di Esplanade The Lawn, dan Baybeats.

COMMENTS