Inilah Wirausahawan Muda Terbaik Indonesia

Program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) merupakan  program pemberian penganugerahan kepada wirausaha muda yang berprestasi. Yasa (20), begitulah panggilannya untuk pemenang Juara 1 Wirausaha Muda Mandiri 2016. Yasa Singgih merupakan mahasiswa Marcomm BINUS UNIVERSITY merupakan seorang pengusaha muda yang sukses yang sudah mempunyai bisnis sendiri.

Sebelum memenangkan penghargaan ternama ini, Yasa Singgih merupakan pengusaha yang mencoba segala bidang bisnis untuk digeluti. Dimulai dari bisnis kedai minuman “Ini The Kopi, serta bisnis fashion yang diberi nama Men’s Republic.

Dalam bisnisnya Yasa menggandeng e-cormmerce terkemuka seperti Zalora.co.id dan Mataharimall.com untuk membesarkan usaha bisnis online-nya. Bisnis fashion yang digeluti Yasa, yaitu Mens Republic menjual fashion pria seperti jaket, sepatu dan kaos pada website serta social media . Untuk mengembangkan bisnisnya Yasa bekerjasama  dengan 8 pabrik di Jakarta dan di Bandung. Dalam kurun waktu 2 (dua)  tahun  sejak 2014 Mens Republic berkembang sangat cepat, distribusi sudah mencapai seluruh Indonesia dan juga menjangkau pemasaran di luar negeri seperti Taiwan, Hongkong, Jedah dan Macau.

Baca Juga: Wirausaha Bisnis Aqiqah

Yasa tidak menyangka bila bisnis yang diimpikannya sejak SMA mampu memiliki kantor di ITC Permata Hijau,  Jakarta Selatan dan memiliki 5 orang staff yang masih berstatus mahasiswa juga. Di Tahun kedua, modal awal yang tadinya hanya Rp 700.000,- berkembang menjadi omzet perbulan Rp 150 juta sampai Rp 200 Juta. Profit yang diperolehnya 30 %.   Keuntungan dari setiap produk yang dijual 2 kali lipat dan sebagian keuntungan dipakai biaya operasional. Keuntungan yang diperoleh sebagian besar uangnya diputar kembali untuk menambah modal usaha.

Tidak seorang pun yang percaya akan bisnis yang dirintis Yasa termasuk orang tuanya sendiri. Dari hasil binis online ini,  Yasa sudah dapat memiliki rumah di Kawasan Citra Tangerang senilai Rp 160 juta dan bisa membiayai kuliahnya di BINUS UNIVERSITY.

Usaha dan kerja keras tak pelak menjadi bagian dari keberhasilannya dan membawa Yasa Singgih ke juara pertama Program Wirausaha Muda Mandiri (WMM). Sebagai mahasiswa Marcomm BINUS UNIVERSITY, Yasa merupakan contoh yang baik, karena BINUS sendiri mendukung penuh program kewirausahaan (entrepreneur), seperti BINUS Entrepreneurship center. (PM)

Sumber: http://binus.ac.id/2016/03/kegigihan-yasa-singgih-kembali-membuahkan-hasil/


Wirausaha Muda yang Berprestasi

Yasa (20),  mahasiswa Marcomm Binus University mulai Desember 2015 ini  menggandeng e-cormmerce Zalora.co.id dan Mataharimall.com untuk membesarkan usaha bisnis online-nya. Yasa sebelumnya mempunyai portal Mens Republic untuk menjual fashion pria seperti Jaket, Sepatu dan kaos pada website dan social media  : Facebook, Twitter, Instagram, Line.

Dalam waktu dekat, Yasa berencana memasarkan online dompet dan celana. Untuk itu,  dia bekerjasama  dengan 8 pabrik di Jakarta dan di Bandung. Dalam kurun waktu 2 (dua)  tahun  sejak 2014 Mens Republic berkembang sangat cepat, distribusi sudah mencapai seluruh Indonesia dan juga menjangkau pemasaran di luar negeri seperti Taiwan, Hongkong, Jedah dan Macau.

Yasa tidak menyangka bila bisnis yang diimpikannya sejak SMA mampu memiliki kantor di ITC Permata Hijau lantai 2 Blok D 5 No. 5,  Jakarta Selatan dan memiliki 5 orang staff yang masih berstatus mahasiswa juga. Di Tahun kedua, modal awal yang tadinya hanya Rp 700.000,- berkembang menjadi omzet perbulan Rp 150 juta sampai Rp 200 Juta. Profit yang diperolehnya 30 %.   Keuntungan dari setiap produk yang dijual 2 kali lipat dan sebagian keuntungan dipakai biaya operasional. Keuntungan yang diperoleh sebagian besar uangnya diputar kembali untuk menambah modal usaha.

Tidak seorang pun yang percaya akan bisnis yang dirintis Yasa termasuk orang tuanya sendiri. Dari hasil binis online ini,  Yasa sudah dapat memiliki rumah di Kawasan Citra Tangerang senilai Rp 160 juta dan bisa membiayai kuliahnya.

Baca Juga: Peluang Usaha Renovasi Rumah & Properti

Yasa, bungsu dari 3 bersaudara dari pasangan Marga Singgih dan Wanty Sumarta bercita-cita setelah menamatkan Kuliah di Jurusan Marcomm Binus University akan meneruskan kuliah Program Master Bisnis.  “Sekolah tetap penting bagi saya,” Ungkap Yasa yang memiliki prestasi akademik dengan IPK 3,8.

Yasa Paramita Singgih kelahiran 23 April 1995  ini bercita-cita membuat sekolah bisnis bagi anak-anak tidak mampu. Pemuda berkacamata ini sangat menjunjung nilai-nilai budhis. Dia menyakini ajaran Budhis mengenai jangan pernah melekat sama sesuatu. Artinya kita boleh mencari uang sebanyak-banyaknya tapi  jangan mau diatur sama uang. Dia juga selalu percaya bahwa yang dia  dapat hari ini adalah hasil dari karma (perbuatan)  kemarin.

Tokoh yang dikagumi Yasa adalah Jack Ma  dengan Ali Babanya bisa tembus IPO (Bursa Saham) mengalahkan Facebook dan Warren Buffet yang menjadi orang kaya nomor 2 di dunia karena mulai investasi sejak muda. Menurut Yasa resep  berbisnis ada 4 (empat)  : risk taker, attitude, motivasi dan strategi. Yasa juga sudah menuliskan tips dan trick yang lengkap sudah ditulisnya dalam buku terbitan    Gramedia 2015 berjudul “Never Too Young to Become A Billionaire”.

Anak muda ini hobi baca buku dan Kuliner tradisional seperti nasi uduk, otak-otak dan makanan tradisional lainnya. Yasa mengakui akan menikah muda sekitar umur 23 tahun (tiga tahun lagi). Diakhir pembicaraan, Yasa berpesan pada anak muda agar  tidak menunggu kuliah untuk mulai mewujudkan mimpi. “Kita harus tahu passion sebelum kuliah,” ujar Yasa mahasiswa semester 5  peminatan Public Relations. (Lidya Wati Evelina, MM/Dosen Koordinator Marketing Public Relations)

 

 

Tidak semua anak muda berani mengambil risiko untuk berbisnis. Namun tidak bagi anak muda satu ini, yang lahir di Bekasi, 21 tahun lalu. Pendiri sekaligus Presiden Men’s Republic Yasa Paramita Singgih berhasil sukses di usia yang terbilang muda. Meniti karier sebagai pengusaha di bidang fashion sejak SMA membuatnya belajar banyak hal.

Baca Juga: Peluang Usaha Cuci Sofa, Cuci Spriingbed & Cuci Karpet

Pelajaran itu ia tangkap dari banyak sumber. Mulai dari buku, bangku kuliah, bahkan pengalaman. Hal ini tak hanya menjadikannya mahir dalam memasarkan produknya, tapi juga menjadikannya bijak. Pria yang memiliki motto never too young to become a billionaire ini kerap membagikan ilmunya melalui seminar-seminar. Bukan itu saja, kamu juga bisa belajar dari pengalamannya yang dibagikan lewat sosial media miliknya.

Mungkin hidup kita stag karena kita salah pilih teman. Padahal relasi adalah kunci membangun kehidupan yg berhasil.

Saya lagi ngebiasain untuk produktif. Bangun pagi, langsung kerja, sebelum tidur baca buku dulu. Pokoknya ga boleh nganggur sama sekali.

Kalo mulai bisnis, jangan terlalu mikirin udah ada pemainnya apa belom, kompetitornya siapa aja. Dibuka aja dulu!

Jadi daripada takut duluan, ya mulai aja duluan deh. Biar kalo takut sekalipun udah terlanjur mulai hehehe

Kompetitor itu udah hukum alamnya, pasti ada. Kita sukses, pasti ada yang niru. Udah pasti, jadi santai aja. Terpenting inovasi terus..

Kunci membuka pintu rejeki, salah satunya dengan IKHLAS melihat orang lain sukses.

Belajarlah untuk turut bergembira atas kesuksesan orang lain. Ikut merayakan dan memberikan selamat kepada mereka yg lebih sukses dr kita.

Jadikan sekolah sebagai tempat pendewasaan diri, jangan hanya belajar dari pelajaran tp belajar juga dari prosesnya.

Kalau kamu bisa sukses tanpa kuliah, ngga usah ajak orang lain keluar kuliah. Karena belum tentu itu cocok utk orang lain.

Never too young to become a billionaire!


 

Wirausaha Muda Jangan Banyak Gaya

 

Belakangan ini, rasanya dunia entrepreneur lagi naik daun banget yaa. Orang2 berbondong untuk menjadi seorang entrepreneur, seakan2 profesi ini yang paling keren. Efek negatifnya, saya lihat jadi banyak orang yang “pamer” di media sosialnya dengan screenshot jumlah rekeningnya berapa, memprovokasi orang memulai usaha & sampai menjelekkan profesi lain selain entrepreneur

Bagi saya ini adalah hal yang sangat kurang etis. Profesi hanyalah kendaraan mencapai tujuan, tidak menunjukkan siapa lebih hebat apalagi lebih mulia. Orang yang demen “pamer” kekayaannya dimana mana sebenarnya adalah tanda bahwa ia belum kaya kaya banget. Makanya jadi agak norak hehehe

Dear entrepreneurs, ketahuilah di luar sana masih banyak karyawan yang penghasilannya lebih tinggi darimu. Masih banyak profesi lain yang menghasilkan uang lebih banyak darimu. Namun mereka memilih diam & tidak menunjukkan kekayaannya. (Kursus Optimasi Website)

Karena kekayaan yang sebenarnya ada disini *tunjuk ke otak & tunjuk ke hati

Tua itu pasti, dewasa itu pilihan & jadi entrepreneur adalah keputusan. Bukan ikut-ikutan apalagi cuma buat gaya-gayaan. Apapun profesimu, jalani & jadilah yang terbaik disana. Ngga usah ragu, kamu bisa lebih awesome dari hari ini! –

Sumber: http://yasasinggih.com/jangan-banyak-gaya-detail-34380.html


Wirausaha Muda Menjadi Anak Yang Tangguh

Anak anak yang dididik dalam keluarga yang penuh kesantunan, etika tata krama & sikap kesederhanaan akan tumbuh menjadi anak anak yang tangguh, disenangi & disegani banyak orang.

Mereka tau aturan makan table manner di restoran mewah.
Tapi ngga canggung makan di warteg kaki lima.

Mereka sanggup beli barang barang mewah.
Tapi tau mana yang keinginan dan kebutuhan.

Mereka biasa pergi naik pesawat antar kota.
Tapi santai aja saat harus naik angkot kemana mana.

Mereka berbicara formal saat bertemu orang berpendidikan.
Tapi mampu berbicara santai bertemu orang jalanan.

Mereka berbicara visioner saat bertemu rekan kerja.
Tapi mampu bercanda lepas bertemu teman sekolah.

Mereka ngga norak pas ketemu orang kaya.
Tapi juga ngga merendahkan orang yg lebih miskin darinya.

Mereka mampu beli barang barang bergengsi.
Tapi sadar kalo yang membuat dirinya bergengsi adalah kualitas & kapasitas dirinya, bukan dari barang yang dikenakan.

Mereka punya..
Tapi ngga teriak kemana mana.
Kerendahan hati yang membuat orang lain respect dengan dirinya.

Jangan didik anak dari kecil dengan penuh kemanjaan, apalagi sampai melupakan kesantunan & etika tata krama. Hal hal sederhana tentang kesantunan seperti : Pamit pas pergi dari rumah, permisi saat masuk ke rumah temen (karena ternyata banyak orang masuk ke rumah orang ngga punya sopan santun, ngga nyapa orang orang yg ada di rumah itu), balikin pinjeman uang sekecil apapun, berani minta maaf pas ada kesalahan & tau terima kasih kalo dibantu sekecil apapun. Kelihatannya sederhana, tapi orang yang ngga punya attitude itu enekkin buanget.

Bersyukurlah, bukan karena kita terlahir di keluarga yang kaya atau cukup.
Bersyukurlah kalau kita terlahir di keluarga yang mengajarkan kita kesantunan, etika tata krama & kesederhanaan. Karena ini jauh lebih mahal daripada sekedar uang.

Sumber: http://yasasinggih.com/menjadi-anak-yang-tangguh-detail-12547.html


 

Yasa Singgih 15 thn Raih Omset Milyaran


Menjadi pengusaha di usia muda 15th merupakan pilihan hidup Yasa Paramita Singgih. Di saat teman-temannya sibuk dengan pelajaran sekolah dan kehidupan sosial, Yasa malah mencari uang.

Ya sejak usia 15 tahun, Yasa menggulirkan bisnis mode khusus pria yang diberi nama Men’s Republic. Kini, omzet bisnis Yasa mencapai ratusan juta rupiah per bulan. Kala masih duduk di bangku SMP kelas tiga, ayah Yasa, Marga Singgih, terkena penyakit jantung. Kejadian itu membuat dia memikirkan masa depannya. Ia tak ingin menjadi beban bagi orang tua. Yasa pun mencoba mencari kegiatan yang bisa mengisi koceknya.

Dia berpikir, setidaknya untuk memiliki uang saku dan uang buku saya tak perlu lagi minta pada orang tua. Yasa remaja pun melamar kerja sebagai Master of Ceremony di salah satu acara yang diselenggarakan di pusat perbelanjaan di Jakarta.

Setelah diterima, dalam seminggu ia bisa mengisi tiga acara pada akhir pekan. Bayaran yang ia terima saat itu Rp 350.000 setiap kali tampil. Padahal Yasa mengaku tak punya modal untuk cuap-cuap di depan penonton. “Karena terpaksa, ya, jadi bisa dan malah terbiasa,” kata dia.

Baca Juga: Strategi Pemasaran Bisnis UKM

Nah, pengalaman mencari uang sendiri membuat Yasa bersemangat. Ketika masuk SMA Regina Pacis, Jakarta, pada usia 16 tahun, Yasa mulai masuk ke dunia bisnis secara kecil-kecilan.

Dia menjual kaus pria secara online. Saat itu, ia sudah menggunakan nama Men’s Republic. Namun, kaos yang ia jual merupakan kaus yang dibuat oleh penjahit borongan di Pasar Tanah Abang.

Modal Yasa saat itu hanya keberanian mencoba. Sepengetahuannya, dia bisa membeli kaus di pasar untuk kemudian dijual secara online.

“Saat itu, saya belum punya relasi, jadi saya datangi penjahit satu per satu untuk beli barang mereka, lalu saya jual via Blackberry Messenger,” cerita dia.

Usaha penjualan kaus ia rintis tanpa modal. Pasalnya, Yasa diberi kepercayaan oleh para penjahit Tanah Abang untuk mengambil barang dengan sistem utang. “Ketika barang sudah laku, baru saya bayar jadi saya benar-benar tidak keluar modal duit,” tandasnya.

Semangat bisnis Yasa pun kian menggebu-gebu. Pada 2012, ia menjajal bisnis lain dengan membuka kafe kecil yang ia beri nama Ini Teh Kopi di kawasan Kebun Jeruk. Selang enam bulan, ia membuka cabang baru di Mal Ambassador, Jakarta Selatan.

Namun ternyata, semangat bisnis tersebut tidak dibarengi dengan perhitungan bisnis yang matang. Lantaran tidak bisa mengurus dua jenis bisnis secara bersamaan, Yasa malah merugi. Keuntungan dari berjualan kaus harus ia relakan untuk menutup kerugian kafenya.

Baca Juga: Jagal Kambing Beromzet Belasan Juta Per Hari

Hingga, pada awal 2013, dia memutuskan menutup kedua kafenya. Bahkan karena sudah tak punya modal, ia juga harus menghentikan usaha penjualan kaus. Kalau dihitung-hitung, Yasa bilang, ia rugi Rp 100 juta dari kegagalan itu.

Kebetulan pada saat itu, Yasa juga harus mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional. “Karena tak punya modal lagi untuk beli barang dan ada UN, jadi saya fokus untuk urusan sekolah saja. Usaha baju saya hentikan sementara,” cetus pria yang lahir diBekasi pada 23 April 1995 ini.

Bisnis dengan Konsep

Kerugian yang tak sedikit itu tidak membuat Yasa kapok berbisnis. Buktinya, setelah mengikuti UN, ia mulai dengan bisnis baru pada pertengahan 2013. Kali ini, ia lebih serius menjajaki bisnis dengan menjual produk mode khusus pria. Awalnya, anak bungsu dari tiga bersaudara ini, menjual sepatu berbahan kulit sintetis.

Yasa tak sekadar berjualan. Ia bekerja sama dengan pabrik sepatu asal Bandung untuk memproduksi sepatu kasual dan formal untuk laki-laki. Yasa kembali merintis usaha ini tanpa modal uang. Setelah mendapatkan pabrik yang tepat, ia diberikan 250 pasang sepatu. Nah, Yasa diberi tenggat dua bulan untuk mengembalikan hasil penjualan sepatu.

Tenggat waktu itu membuat ia berpikir lebih serius untuk usahanya. Yasa mulai menjajaki media sosial untuk menjual sepatu tersebut. Akhirnya, dalam waktu dua bulan, semua sepatu itu bisa terjual.

Sejak 2014, Yasa menerapkan konsep pada usahanya. Men’s Republic dipasarkan sebagai produk khusus pria dengan kualitas premium tetapi berbanderol harga yang sesuai dengan di kantong anak muda. Berdasar surveinya, Yasa mendapati bahwa rata-rata pembeli Men’s Republic berusia 15 tahun–25 tahun. Dus, ia menyesuaikan agar harga produknya tak lebih dari Rp 500.000 per item.

Saat ini, Men’s Republic menjual berbagai produk. Selain sepatu, Men’s Republic juga memasarkan pakaian dalam, celana dalam, sandal, dan jaket. Kisaran harganya Rp 195.000 hingga Rp 395.000 per produk. Kini, dia serius mengembangkan branding dan penjualan.

Baca Juga: Anak 19 Thn Omzet 300 Juta dari Keripik Pisang

Hingga sekarang, Yasa bekerja sama dengan enam pabrik di Bandung. Untuk tiap macam produk yang ia jual, pabrik yang membuatnya pun berbeda. Yasa bilang, untuk sepatu, pabrik yang bekerja sama dengannya juga memproduksi sepatu merek lain, seperti Yongki Komaladi dan Fladeo. Makanya, Yasa ingin mengikuti jejak merek tersebut untuk membesarkan nama Men’s Republic. “Merek-merek itu tak punya pabrik sama sekali, tapi penjualannya luar biasa, kan? Saya mau terapkan hal yang sama pada usaha saya,” kata dia.

Kini, penjualan Men’s Republic sudah di atas 500 pasang sepatu per bulan, ditambah produk lain. Yasa mengantongi omzet ratusan juta rupiah dari usaha ini. Laba bersihnya cukup menarik, bisa sampai 40% .

Di masa mendatang, Yasa sudah menyiapkan beberapa produk baru yang mau ia buat, seperti ikat pinggang dan celana. “Yang pasti, saya mau memperluas pemasaran dan memantapkan konsep bisnis karena Men’s Republic bukan sekadar online shop,” tukasnya.

Dua bekal menjadi miliuner

Menjadi pengusaha di usia muda tidak membuat Yasa Paramita Singgih berpuas diri. Ia menyadari masih harus banyak belajar, baik dari sesama pengusaha, maupun dari pengalaman sendiri. Bagi Yasa, pengusaha harus punya dua modal utama, yakni keberanian dan relasi.

Dua hal inilah yang mengantarkan seseorang masuk ke arena bisnis. “Uang bukanlah modal yang utama. Banyak yang salah kaprah bahwa bisnis harus dimulai kalau sudah punya uang,” ujar mahasiswa Bina Nusantara, Jakarta ini.

Nah, jika sudah punya rencana bisnis, Yasa menyarankan calon pengusaha untuk tak terlalu banyak pertimbangan. Menurut dia, bisnis harus dijalani dahulu. Memang risiko gagal pasti ada. Di situlah karakter pengusaha diuji. “Pengusaha itu bukan menghindari risiko kegagalan, tapi berusaha untuk terus-menerus menghadapi kegagalan,” tegas dia.

Baca Juga: Peluang Bisnis UKM

Memiliki pengalaman sebagai MC pada masa remaja ternyata ada gunanya untuk Yasa. Sejak merintis usaha Men’s Republic, dia rajin diundang menjadi pembicara pada seminar mengenai dunia bisnis.

Tiap akhir pekan, ketika tak ada jadwal kuliah, Yasa mengisi waktu menjadi pembicara. Ia membagikan pengalamannya sebagai pengusaha muda. Yasa bilang, kebanyakan peserta seminar tak menyangka bahwa usianya bahkan belum mencapai 20 tahun. “Saya sering mengisi seminar di kampus yang pesertanya mahasiswa. Kalau saya bilang usia saya, mereka kaget karena tak menyangka,” ucapnya.

Tapi, meski masih muda, masyarakat tak lagi memandangnya sebelah mata. Menurut Yasa, saat ini kesempatan untuk anak muda untuk bersinar dalam bidang bisnis terbuka lebar. Ini sejalan dengan moto hidupnya, never too young to become billionaire.

 Sumber:http://www.tribunnews.com/ | Bisnis UKM


Support Keyword: Bisnis UKM, Info UKM, Peluang Usaha, Tips Bisnis, Peluang Bisnis UKM, Seputar UKM, Bisnis Online, Ulasan Bisnis UKM

Menyediakan Informasi Peluang Bisnis, Peluang Usaha, Usaha Kecil Menengah, Bisnis Waralaba, Promosi Bisnis UMKM. Potensi Bisnis Usaha kecil menengah (UKM) merupakan motor penggerak perekonomian di Indonesia. BisnisUKM.id media Bisnis Online di harapkan menjadi wahana sumber informasi terbaru pelaku bisnis UKM. Informasi Periklanan & Review Hub: info@bisnisukm.id

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply