Jatuh Bangun Dalam Merintis sebuah Bisnis

Jatuh  bangun didalam merintis sebuah bisnis adalah suatu hal yang biasa. Untung, atau rugi, merupakan menu sarapan setiap hari yang dihadapi oleh seorang pengusaha. Bisa dibayangkan, bahwa untuk menjadi sukses, dan berada di puncak kesuksesan sebuah  piramida bisnis, maka sebuah bisnis harus mampu melewati berbagai cobaan dan rintangan yang sangat-sangat luar biasa banyaknya. Dan karena itulah banyak orang berfikir bahwa berbisnis adalah sesuatu hal yang rumit dan sangat beresiko tinggi.

Namun perhatikanlah, bahwa semakin tinggi kita berada di puncak piramida bisnis, maka semakin besar pulalah permasalahan yang menghalangi kita. Ibarat semakin tinggi pohon, maka semakin kencang pula angin yang menerpa. Dan hal inilah yang membuat para pengusaha-pengusaha sukses yang sudah bertengger di puncak pohon kesuksesannya, mampu bertahan diatas sana karena ia telah mengantongi ilmu yang tidak diragukan lagi pengalamnnya.

Maka bagi anda yang kini sedang dalam keadaan bertahan atau dalam kondisi diambang kehancuran, jangan patah semangat, gunakan seluruh kemampuan yang anda miliki untuk merubah cerita sejarah bisnis anda. Dan ketika hal terburuk yang terjadi, maka bergembiralah, maka akan ada hal baik yang telah menanti anda. Hanya saja, maukah anda bangkit, dan mengambil kesempatan kedua, untuk bertarung lebih baik lagi. Saya ingat akan sebuah pepatah, bahwa kedelai pun tak akan masuk dilubang yang sama, maka kita sebagai manusia yang diciptakan  oleh Allah dengan kesempuranaan akal dan fikiran, maka saya yakinkan anda, bahwa “ Kesuksesan Anda hanya sejauh Sikap anda ! ”.

Menyediakan Informasi Peluang Bisnis, Peluang Usaha, Usaha Kecil Menengah, Bisnis Waralaba, Promosi Bisnis UMKM. Potensi Bisnis Usaha kecil menengah (UKM) merupakan motor penggerak perekonomian di Indonesia. BisnisUKM.id media Bisnis Online di harapkan menjadi wahana sumber informasi terbaru pelaku bisnis UKM. Informasi Periklanan & Review Hub: info@bisnisukm.id

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply