Kemenperin dorong Pengusaha Ekonomi Kreatif di Yogyakarta

bisnis-ukm-solo-usaha-mikro.jpg

Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian melalui Bali Creative Industry Center (BCIC) menggelar program “Creative Business Incubator (CBI)”.

Upaya tersebut dilakukan dalam rangka mempersiapkan pengusaha muda di bidang ekonomi kreatif.

“Melalui program ini, para pelaku IKM kreatif pemula bidang kriya dan fesyen akan diberikan pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan bisnisnya,” kata Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Pendhapa Art Space, Bantul, DIY, Selasa (9/7/2019).

Ditambahkan Gati, tahapan ini cukup krusial mengingat banyak pelaku usaha kreatif pemula yang sudah mampu menjalankan usahanya, namun mengalami kendala ketika akan mengingatkan kapasitas usahanya (scalling-up).

Dalam pelaksanaan Creative Business Incubator tahun 2018, Direktorat Jenderal IKM Kemenperin berkolaborasi dengan Business Venturing and Development Institute (BVDI) Prasetya Mulya yang merupakan salah satu sekolah bisnis terbaik.

Dipilihnya Yogyakarta menjadi salah satu lokasi pelaksanaan creative talk mengingat potensi ekonomi kreatif di Yogyakarta cukup besar. Yogyakarta merupakan salah satu daerah penyumbang PDB ekonomi kreatif terbesar di Indonesia yaitu sekitar 16,12 persen dari total PDB Ekonomi Kreatif di Indonesia.

Kegiatan creative talk di Yogyakarta melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kebudayaan serta menghadirkan pembicara pelaku ekonomi kreatif seperti Radio Magno dan Spedagi, Brodo, Eboniwatch dan perwakilan dari Bussiness Venturing and Development Institute (BVDI) Sekolah Bisnis dan Ekonomi Prasetya Mulya.

Pelaksanaan Creative Talk di Yogyakarta dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan Festival Kebudayaan Yogyakarta yang didalamnya terdapat pasar seni yang diikuti oleh 50 pelaku ekonomi kreatif yang telah dikurasi.

Menurut Gati, program ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, pengusaha dan akademisi dan pelaku industri kreatif di Yogyakarta.

Selain itu, program ini juga sebagai persiapan menghadapi bonus demografi Indonesia yang akan terjadi pada 2030 mendatang. Bonus tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pengusaha muda.

Ekonomi kreatif yang memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap perekonomian Indonesia. Berdasarkan Survei Khusus Ekonomi Kreatif (SKEK) 2016 yang dilaksanakan oleh Bekraf dan BPS, produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif tercatat Rp 922,59 trilliun dengan kontribusi terbesar terdapat pada sub sektor kuliner, fesyen dan kerajinan.

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Kemenperin Dorong Pengusaha Muda Sektor Ekonomi Kreatif di Yogyakarta Lewat Inkubasi Bisnis,

Sumber: https://jogja.tribunnews.com
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: ton

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top