Kredit UKM Danamon Tumbuh 14%

bisnis-ukm-solo-pembiayaan-ukm-danamon.jpg

Kredit UKM Danamon Tumbuh 14% – Melewati semester I tahun ini, PT Bank Danamon Indonesia Tbk., berhasil menorehkan berbagai pencapaian. Kinerja bank ini pada segmen UKM, consumer mortgage, dan pembiayaan kendaraan bermotor menunjukkan pertumbuhan positif. Selain itu, Giro dan Tabungan (CASA) juga terus menunjukkan pertumbuhan.

Pada paruh pertama tahun ini, portofolio kredit Danamon terus bergeser ke segmen non-mass market. Total kredit dan trade finance Danamon tumbuh 4% menjadi Rp 133,9 triliun dibanding tahun lalu yang di angka Rp 128,3 triliun. Secara rinci, kredit pada segmen UKM tumbuh 14% menjadi Rp 30,4 triliun. Kemudian, KPR tumbuh 40%, menjadi Rp 6,9 triliun.

Kemudian, untuk dana pihak ketiga, giro dan tabungan, naik 9% menjadi Rp 50,9 triliun. Secara rasio CASA di periode ini membaik menjadi 48,2% disbanding periode yang sama tahun lalu yang di angka 44,3%. Hal ini karena peningkatan rekening tabungan yang bersifat granular. Meski begitu, deposito tercatat turun 7% menjadi Rp 54,5 triliun, yang mana Bank Danamon melakukan pelepasan dana mahal.

“Struktur pendanaan yang lebih baik ini menghasilkan biaya dana (cost of fund) yang lebih rendah serta membangun fondasi yang baik untuk pertumbuhan kedepannya. Lebih lanjut, rasio kredit terhadap total pendanaan atau loan to funding ratio (LFR) terkelola dengan baik pada tingkat 94,1%,” kata Satinder Ahluwalia, Chief Financial Officer dan Direktur Bank Danamon pada konferensi pers, (25/07/2018).

Namun begitu, Satinder mengakui bahwa terjadi kenaikan non-performing loan (NPL) pada semester ini dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini karena beberapa industri, seperti baja dan pelayaran, kurang kondusif kondisinya. Rasio kredit bermasalah (non-performing loans atau NPL) Bank Danamon tercatat pada 3,2% pada semester I tahun 2018, sedangkan pada periode lalu di angka 3,3%.

Kendaraan Bermotor

Dalam hal pembiayaan kendaraan bermotor, total pembiayaan Adira Finance adalah sebesar Rp 48,1 triliun atau tumbuh 8% dibandingkan setahun sebelumnya. Pembiayaan baru Adira Finance tumbuh 14% untuk roda dua dan 26% untuk roda empat secara setahunan. Pertumbuhan positif ini kontras dengan kondisi pada semester pertama tahun 2017, dimana pembiayaan baru untuk kendaraan roda dua turun 5% dan roda empat hanya tumbuh 3%.

Bila diperinci kredit Adira Finance di motor baru tumbuh 20%, untuk motor bekas justru turun 3%. Sedangkan penyaluran kredit untuk mobil baru naik 33% dan mobil bekas naik 18%. “Hal ini sejalan dengan terjadinya pertumbuhan, baik di kendaraan roda dua dan empat. Kami optimistis tahun ini bisa tumbuh lebih baik,” tambah Hafid Hadeli, Direktur Utama Adira Finance.

 

scroll to top