Layanan UKM: Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT)

Layanan UKM merupakan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) untuk Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM), Kementerian Koperasi dan UKM sudah membangun 42 Unit Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu KUMKM di 42 Provinsi/Kabupaten/Kota.

 

Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) untuk Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM)

“Di negeri kita ini begitu melimpah dengan hasil-hasil alam. Kopi, teh, kakao, rumput laut, kayu, rotan, serat-serat tumbuhan, rempah-rempah, perikanan, ternak, dan lain-lain. Jangan hanya dijual sebagai bahan mentah, tapi diolah untuk menghasilkan produk-produk dengan nilai tambah yang tinggi. Untuk semua itu dibutuhkan sentuhan pebisnis yaitu mulai dari kreativitas, memanfaatkan opportunity, mampu berproduksi, menghasilkan profit serta siap mental untuk terus bertumbuh.”

Lembaga Layanan Pemasaran KUKM

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke 4 dunia yaitu 256 juta jiwa. Dari jumlah penduduk tersebut, menurut Bank Dunia, penduduk yang termasuk kelas menengah diperkirakan mencapai 134 juta jiwa dengan memiliki pendapatan US$ 2 – US$ 20 per hari. Di atas mereka ada kelompok orang kaya dan sangat kaya yang memiliki pendapatannya lebih besar dan sangat besar. Namun masih ada 27,7 juta penduduk miskin dengan penghasilan di bawah US$ 2 per hari.

PiramidUniknya, di Indonesia ada sekitar 58 usaha mikro kecil (UMK) atau lebih tepatnya mereka masih menjalankan kegiatan usaha secara mandiri. Mereka itu adalah para self employed. Dan ada sekitar 1,65% penduduk yang telah menjadi pengusaha atau disebut sebagai entrepreneur. Mereka ini dulunya juga berasal dari start up bisnis dan mampu mengembangkan usahanya hingga usahanya berkembang dengan lebih baik.

Pemerintah bertekat meningkatkan jumlah entrepreneur seperti itu hingga pada kisaran 5% dari jumlah penduduk. Angka 5% jumlah entrepreneur merupakan jumlah standar untuk sebuah negara yang kuat secara ekonomi. Dengan kata lain, jumlah entrepreneur di Indonesia selayaknya mencapai sekitar 13 juta orang. Mereka bukan lagi self employed, tetapi bisnisnya sudah berjalan stabil dengan mempekerjakan orang lain dan telah memiliki tata kelola sistem manajemen yang baik.

Jadi, fokus pemerinah dalam pengembangan UMK adalah bagaimana agar para UMK dapat naik kelas menjadi entrepreneur skala menengah dalam arti bisnis mereka dapat bertumbuh menjadi usaha yang sehat.

Layanan UKM

Layanan UKM

Pemerintah Dirikan Pusat Layanan Usaha Terpadu

Pemerintah mendirikan Pusat Layanan Usaha Terpadu atas desakan kebutuhan makin tingginya pertumbuhan dan skala bisnis wirausaha muda, sekaligus menyinergikan berbagai kendala yang akan dihadapi ke depan.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Choirul Djamhari mengungkapkan inisiatif masyarakat muda yang tumbuh menjadi wirausaha baru sangat tinggi. Kondisi ini didorong terbukanya akses informasi dan munculnya komunitas usaha baru.

”Kaum muda ini umumnya kelahiran di atas 1980-an serta memiliki ciri-ciri familiar dengan sarana informasi dan komunikasi. Selain itu kreativitasnya tinggi sehingga menginginkan karir pada bisnis,” katanya kepada Bisnis UKM.

Menurut dia, generasi tersebut umumnya ingin kemandirian sehingga selalu terdorong untuk meraih penghasilan tambahan. Untuk mengakomodasi keinginan itu Kementerian Koperasi dan UKM mengakomodasi melalui pendirian Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).

Menurut dia, pada tahun ini akan dibangun 16 fasilitas atau gedung PLUT yang ditempatkan di 16 provinsi, masing-masing Aceh, Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, NTB, Bali, Sultra, Sulsel, Maluku, Jambi Yoggyakarta, Papua, dan Papua Barat.

Sebenarnya target pembangunan sarana PLUT pada tahun ini direncanakan sebanyak 21 titik. Namun untuk sementara kemungkinan bisa direalisasi sebanyak 16 lokasi.

Adapun pengusaha yang berhasil membangun bisnis, tuturnya, mereka yang mampu membangun system dan leverage atau daya ungkit bisnisnya. Makin besar bisnisnya, pengusaha akan naik kelas, namun tetap santai karena yang bekerja adalah sistem.

Ahmad Zabadi, Asisten Deputi  Urusan Pemberdayaan  Lembaga Pengembangan Bisnis Kementerian Koperasi dan UKM, menambahkan dalam konteks tersebutlah maka perlu dihadirkan PLUT. Melalui sarana itu semua sumber daya bisa disinergikan.

”Sumber daya yang dimaksudkan, yang terbaik dari pemerintah pusat dan daerah , konsultan terbaik, lembaga keuangan bank dan non bank, training center, praktisi bisnis dan komponen lain untuk mendukung keberhasilan wirausaha,” ungkapnya.

Dia menjelaskan terbangunnya pusat layananan yang mengintegrasikan seluruh potensi dan sumber daya produktif, berdampak positif bagi pengembangan pelaku koperasi dan usaha kecil dan menengah (KUKM).

Pengertian dari PLUT adalah, mensinergikan dan mengintegrasikan seluruh potensi sumber daya produktif yang dimiliki pusat dan daerah bersama stake holder (pemangku kepentingan). Terkait dengan penyediaan jasa layanan  bagi pengembangan usaha KUKM.

 

Kemenkop Rilis Pusat Pelayanan Usaha Terpadu UKM

Pemerintah meluncurkan program Pusat Pelayanan Usaha Terpadu yang diharapkan bisa jadi solusi bagi pengemasan produk-produk unggulan yang dihasilkan pelaku usaha kecil dan menengah. Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Neddy Rafinaldy Halim mengatakan pemerintah meluncurkan pendirian Pusat Pelayanan Usaha Terpadu memang untuk membantu kelompok usaha tersebut. “Fasilitas ini didirikan karena masih banyak UKM terkendala dengan biaya atas pengemasan atau packaging sebagai salah syarat menembus pasar modern. Apalagi mereka diwajibkan membayar biayanya, tentu akan membebani,” katanya kepada Bisnis UKM.

Meski UKM diberi kesempatan membayar biaya secara mencicil sesuai kemampuan dan tahapan, dia meyakini pelaku usaha sektor riil itu belum akan mampu mengalokasikan anggarannya. Karena itu Kementerian Koperasi dan UKM melahirkan program Pusat Pelayanan Usaha Terpadu dalam bentuk rumah kemasan. Adapun pendirian pusat pelayanan ini berupa rumah packaging dan ke depan seluruh UKM di setiap daerah bisa secara bersama-sama memanfaatkan fasilitas yang rencananya didirikan pada setiap provinsi yang memiliki UKM produktif.

Menurutnya, untuk memberi bantuan per unit kepada kelompok UKM di setiap wilayah, anggaran Kementerian Koperasi dan UKM tidak mencukupi. Namun karena program ini merupakan bagian dari kebersamaan pemerintah dengan UKM, maka dilakukan fasilitasi. “Pengelolaan rumah packaging akan diserahkan kepada koperasi setempat yang dinilai memiliki kapasitas manajerial bagus. Fasilitas ini diberikan secara berkelompok bagi UKM agar bisa menumbuhkan UKM baru.

negara-kehabisan-uang

Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) – KUMKM SMESCO Indonesia

Tentang SMESCO Indonesia

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah telah membentuk Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) atau SMESCO Indonesia. Lembaga ini berfungsi untuk membantu meningkatkan kapasitas pemasaran koperasi dan usaha kecil menengah (KUKM) sehingga akses pasar mereka tumbuh lebih besar lagi, baik pasar dalam negeri maupun untuk pasar ekspor.

LLP-KUKM memiliki 6 tugas pokok dan fungsi yaitu:

Sebagai pelaksana layanan informasi pasar
Penyedia sarana pemasaran
Penyedia konsultasi pemasaran
Sebagai inkubasi pemasaran
Peningkatan keterampilan manajemen dan teknik pemasaran
Pelaksana layanan promosi produk, jaringan pemasaran dan distribusi produk.

Untuk merealisasikan tugas dan fungsi tersebut, SMESCO Indonesia telah menyediakan sarana untuk pengembangan pemasaran produk-produk unggulan KUKM melalui berbagai aktivitas yang seperti Galeri Indonesia WOW, Paviliun Provinsi, pameran produk, berbagai pelatihan dan seminar tentang pemasaran, pengembangan pasar ekspor melalui trading house, dan sebagainya. SMESCO Indonesia juga menjalin kerjasama dengan sejumlah mitra di negara lain guna mencari akses dan peluang-peluang pasar bagi produk-produk KUKM Indonesia. Cukup banyak KUKM mitra SMESCO Indonesia yang telah naik kelas dengan memiliki akses pasar yang bagus termasuk sudah menjadi eksportir.
Aktivitas

  • Menyediakan sarana dan fasilitas pameran bagi KUKM
  • Mempromosikan dan memasarkan produk-produk unggulan Indonesia ke luar negeri melalui kegiatan Trading House
  • Melaksanakan kegiatan pelatihan bagi KUKM
  • Menampilkan produk-produk unggulan KUKM Indonesia di dalam gerai ritel UKM GALLERY

Sebagai pengelola gedung SMESCO INDONESIA yang menyewakan sebagian ruangan untuk area komersial seperti perkantoran dan sarana pendukung lainnya seperti Bank, ATM, Money Changer, Travel Agent, Mini Market, Restoran dan cafe.

Visi
Menjadi institusi profesional berskala internasional di bidang pemasaran produk – produk Koperasi dan UKM Indonesia yang mampu menjadikan SMESCO INDONESIA sebagai ikon pemberdayaan dan ikon industri kreatif KUKM.

Misi
Menjadi lembaga dengan layanan profesional yang memfasilitasi mitra usaha untuk menghasilkan produk-produk unggulan kelas dunia yang berkualitas tinggi dan mempromosikan Indonesia kepada mitra usaha lokal maupun internasional.
Layanan

Satu dekade terakhir ini makin banyak anak muda yang terjun ke bisnis dengan mengandalkan akses internet. Ribuan jenis brand atau produk telah sukses memiliki toko di dunia maya. Dari yang membuat sepatu kelom, ikat rambut, tas dan dompet, sepatu, jaket, busana muslim, dan sebagainya. Pasarnya mereka menjadi tidak terbatas, lintas negara. Ada ribuan cerita tentang suksesnya entrepreneur berbasis online ini yang telah dengan gigih mampu mengatasi keterbatasan sumberdaya dengan cara kreatif dan inovatif.

SMESCO Indonesia ingin menambah panjang cerita sukses KUKM dalam mengembangkan pasar dan meningkatkan bisnis mereka. Untuk itu, SMESCO Indonesia menyediakan sejumlah dukungan untuk pengembangan bisnis.