Menkop UKM-PDB koperasi di Indonesia terus meningkat

menkop.jpg

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam kunjungannya ke Kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat menyatakan beberapa tahun terakhir Produk Domestik Bruto (PDB) koperasi di Indonesia terus mengalami peningkatan.

“Berdasarkan data terakhir Kementerian Koperasi dan UKM pada 2018, PDB koperasi di Indonesia berada di angka 4,48 persen, meningkat jauh dibandingkan PDB koperasi tahun 2014 yakni 1,71 persen,” kata Menteri Koperasi dan UKM Indonesia, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga di Sarilamak, Sumbar, Senin.

Ia mengatakan untuk terus meningkatkan kontribusi koperasi terhadap PDB pihaknya melakukan reformasi total koperasi. “Jadi koperasi itu yang penting kualitas, buat apa banyak-banyak koperasi kalau tidak berkualitas. Tujuannya untuk meningkatkan PDB koperasi,” ujarnya.

Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dalam kesempatan itu berpesan kepada Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi untuk mengutamakan kualitas daripada kuantitas koperasi.

Menurut dia, hal yang lebih penting dilakukan oleh kepala daerah adalah memastikan koperasi yang sudah ada bisa berkembang lebih baik lagi.

AA Gede Ngurah Puspayoga menyebut beberapa tahun lalu koperasi di Indonesia berjumlah sebanyak 212 ribu namun saat ini diutamakan yang berkualitas sehingga tersisa 138 ribu.

“Tidak usah bikin koperasi banyak-banyak, pelihara yang bagus-bagus, tingkatkan kualitas, jadi arahnya sekarang ke kualitas bukan kuantitas,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi menyebut jumlah koperasi di Kabupaten Limapuluh Kota mencapai 120 koperasi yang aktif yang menjadi tugas pemerintah untuk ditingkatkan kualitasnya. “Kita dalam tahap evaluasi terhadap koperasi-koperasi yang ada di daerah kita ini seperti yang dikatakan Bapak Menteri tadi yang penting itu peningkatan kualitas,” jelasnya.

Untuk memastikan seluruh koperasi yang ada tersebut bisa berjalan dengan baik, Pemko Limapuluh Kota berupaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masing-masing koperasi.

“Kalau SDM berkualitas tentu koperasinya baik, tujuan kita bagaimana membuat koperasi ini kuat dan dengan meningkatkan manajemen sehingga usaha bisa berjalan bagus,” katanya.
Kemensos anggarkan Rp15 juta per unit rumah yang hanyut.

Semoga bermanfaat dan usaha yang dijalankan pun semakin maju dan berkembang.

 

Berita Bisnis UKM | Berita UKM | Bisnis Online | Event Bisnis UKM | Info Bisnis UKM | Liputan Bisnis | Pelatihan UKM | Pembiayaan UKM | Permodalan UKM | Strategi Bisnis UKM | Tips Bisnis UKM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top