Pemberdayaan UKM bersama Baitul Maal wat-Tamwil (BMT)

Peran-BMT-untuk-pemberdayaan-ukm-umkm.jpg

Pemberdayaan UKM bersama BMT

Baitul Maal wat-Tamwil (BMT) – Salah satu upaya dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi adalah dengan perbaikan di sektor keuangan melalui perluasan akses dalam penyediaan pembiayaan untuk sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Maka Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sangat penting bagi perkembangan suatu negara.

Pertumbuhannya yang semakin pesat dan besarnya hasil usaha yang didonasikan ke berbagai daerah, menjadikan UMKM sebagai salah satu pilar penopang stabilitas ekonomi daerah maupun nasional. Tak bisa dipungkiri bila pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) diberbagai penjuru nusantara, kini telah memberikan peranan yang cukup berpengaruh dalam membangun perekonomian nasional.

Maka tak heran jika pemerintah mulai gencar melakukan pembinaan dan pemberdayaan khusus guna mendukung perkembangan UMKM di seluruh Indonesia, di beberapa waktu terakhir ini. Lebih dari 95% UMKM di Indonesia terdaftar tetap bertahan dari serangan krisis. Pada tahun 2008-2009 juga terjadi hal yang serupa. UMKM kembali menjadi pahlawan ekonomi Indonesia ketika krisis menerpa dan menyebabkan melambatnya perrtumbuhan ekonomi.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah juga berpartisipasi dalam meningkatkan kapsitas lapangan kerja dan memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat. Selain itu, UMKM turut berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, berperan dalam mewujudkan stabilitas nasional, serta berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Jumlah populasi usaha kecil dan menengah (UKM) mencapai 42,5 juta unit atau 99,9 % dari keseluruhan pelaku bisnis di seluruh negeri, dipantau dari data BPS (2003). UKM memberikan kontribusi yang signifikan sebesar 99,6 % terhadap penyerapan tenaga kerja. 56,7% besarnya kontribusi UKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut terus meninggi seiring dengan pertumbuhan UMKM setiap tahunnya.

Kehadiran Baitul Maal wa-Tamwil (BMT) menjadi salah contoh pemberdayaan UMKM. BMT atau baitul maal wa tamwil merupakan padanan kata dari Balai Usaha Mandiri Terpadu. Baitul maal bertugas menampung dan menyalurkan dana berupa zakat, infaq dan shadaqah (ZIS) dan mengelola atau menyalurkannya sesuai amanah.

Sedangkan baitul tamwil biasanya pengupayakan kegiatan yang serupa investasi dalam meningkatkan kualitas kegiatan ekonomi pengusaha kecil serta mendorong kegiatan menabung dalam menunjang ekonomi. Baitul tamwil sendiri banyak membantu permodalan untuk usaha-usaha kecil dan untuk masyarakat kalangan ekonomi bawah yang sulit untuk menjangkau permodalan dari perbankan.

Bagi umat Islam, keberadaan BMT merupakan tantangan tersendiri terutama bagi para pemimpin umat dan praktisi perbankan Islam. Umat Islam diharapkan untuk mampu menayangkan kualitas dan profesionalisme BMT dalam memenuhi ide-ide dan tuntutan umat yang berkaitan dengan aktivitas perekonomian. Sehingga keberhasilan BMT dalam mewujudkan tuntutan umat pada saatnya akan menempatkan BMT sebagai sebuah lembaga keuangan Islam yang memiliki kemampuan dan dapat dipercaya.

Partisipasi BMT dalam meningkatkan level ekonomi rakyat harus menunjukan keahliannya sebagai sebuah lembaga keuangan yang berkemampuan untuk berperan serta menjadi alternatif bagi masyarakat dalam manjalin mitra bisnis dan kerjasama usaha.

Dengan demikian, sebagai lembaga keuangan non-bank yang beroperasi pada level paling bawah BMT berpartisipasi maksimal untuk ikut menggerakan dan memberdayakan ekonomi rakyat. BMT memiliki 3 (tiga) peran dalam membantu memberdayakan ekonomi rakyat yang diiringi dengan sosialisasi sistem syariah, yaitu;

Sektor Finansial

Mengajak para anggota surplus untuk menyimpan dana mereka di BMT, dan memberikan pembiayaan sebagai modal usaha bagi UMKM dengan akad-akad syariah.

Sektor Riil

Memberikan binaan terhadap pengusaha kecil tentang manajemen, teknis pemasaran, dan lainnya agar para pelaku ekonomi mampu memberikan konstribusi laba yang proporsional untuk ukuran bisnis serta meningkatkan profesionalisme dan produktivitas.

Sektor Religius

Mengajak dan menghimbau kepada umat Islam untuk rutin membayar zakat serta mengamalkan infaq dan sadaqah (ZIS). Selanjutnya BMT akan menyalurkan ZIS tersebut kepada yang berhak, serta memberi fasilitas pembiayaan Qardul Hasan (pinjaman lunak tanpa beban biaya).

Kepercayaan dari BMT, dinyatakan dengan realitas dana yang telah dipercayakan BMT kepada para pengusaha kecil seperti UMKM untuk dikelola dalam rangka membantu dan meningkatkan produktivitas para usaha mikro tersebut. Peran yang ditunjukkan BMT sebagai wadah simpan pinjam dan bermitra usaha, telah mampu menimbulkan tanggapan positif baik secara moril maupun materiil.

BMT dapat berperan sebagai sebuah lembaga keuangan terpercaya, dalam arus perekonomian modern dan makin terbuka bagi umat Islam. Pengaruh BMT cukup signifikan dalam meningkatkan ekonomi rakyat dan BMT layak untuk diperhitungkan, jika bererpijak dari berbagai peran dan keberhasilan BMT dalam pemberdayaan perekonomian umat bahwa secara ekonomi dan keuangan.

scroll to top