Pembiayaan bisnis ukm dengan Pinjaman Modal dari Fintech

Cara-Kembangkan-Bisnis-UMKM-dengan-Pinjaman-Modal-dari-Fintech-Cermati.png

Pembiayaan bisnis ukm dengan Pinjaman Modal dari Fintech – Sekarang ini perkembangan UKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia semakin cepat. Bahkan tak sedikit UKM yang telah merambah ke bisnis online. Jadi, selain memiliki menjual produknya di toko fisik, para pelaku UKM juga berjualan online di sosial media atau di banyak e-commerce.

Tujuannya tentu selain untuk mengkuti perkembangan zaman dengan teknologi yang semakin maju, kegiatan ini juga mampu menjaring pelanggan yang lebih luas lagi baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Dilihat dari data yang diperoleh dari OJK pada akhir tahun 2017, terdapat kebutuhan kredit untuk permodalan UKM sebesar Rp1,700 triliun per tahunnya di Indonesia. Dengan adanya lembaga keuangan yang terbatas pada saat itu, baru bisa memenuhi permodalan sejumlah Rp700 triliun saja sehingga masih banyak jumlah sisa yang harus dipenuhi.

Sementara, hasil riset Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) pada akhir 2017 menunjukan, jumlah pelaku UKM di Indonesia sebanyak 59,2 Juta dan sebanyak 3,79 juta dari hasil keseluruhan tersebut sudah terjun ke online. Kemenkop UKM juga berharap bisa mencapai target 8 juta UKM online pada tahun 2019.

Dari kedua data tersebut menjadi bukti bahwa dengan adanya pinjaman online berbasis fintech Peer to Peer Lending atau P2P Lending yang saat ini sedang menjamur di Indonesia sangat membantu mereka dalam mengembangkan bisnis UKM, sehingga bisa lebih maju, berkembang dan mendatangkan omzet yang besar. Dengan begitu, secara otomatis juga akan meningkatkan tingkat perekonomian negara.

Lalu bagaimana caranya mengembangkan UKM dengan bantuan fintech lending agar bisnis bisa berjalan dengan lancar dan hasil sesuai dengan harapan? Tak perlu bingung, berikut ini ada 5 cara yang perlu dilakukan, khususnya untuk para pelaku UKM.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

1. Pilih Fintech Lending yang Terdaftar di OJK

Pilih fintech lending yang terdaftar di OJK

Dalam mengembangkan UKM, hal utama yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang dijual. Disinilah penambahan modal perlu dilakukan. Bagi Anda yang saat ini sedang mengalami kendala dalam kekurangan modal tidak perlu bingung lagi, ada banyak fintech lending yang siap menyalurkan sejumlah pembiayaan untuk penambahan modal usaha.

Pilihlah fintech lending yang sudah terdaftar dan berizin di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dengan mengunjungi website www.ojk.go.id. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan informasi lainnya seputar fintech. Tujuannya agar terhindar dari penipuan yang dilakukan kelompok tidak bertanggung jawab.

2. Ajukan Pinjaman Sesuai dengan Kebutuhan

Ajukan Pinjaman Sesuai Kebutuhan

Langsung mengajukan dana pinjaman dengan jumlah besar tanpa adanya melakukan pertimbangan jelas merupakan kesalahan yang sangat fatal. Tidak ada yang bisa mengira, omzet penjualan menurun drastis atau kemungkinan besar UKM yang sedang berjalan bangkrut, alhasil tidak bisa membayar cicilan utang yang membuat utang semakin menggunung.

Untuk itu, ajukanlah pinjaman online sesuai dengan modal yang dibutuhkan alias tidak dilebih-lebihkan. Jangan lupa juga lakukan pertimbangan setiap fintech dengan perhitungan yang detail mulai dari bunga yang ditawarkan, biaya denda, tenor dan sebagainya.

3. Lakukan Riset Pasar Secara Berkala

Lakukan riset pasar secara berkala

Memasuki dunia bisnis atau UKM yang sangat luas tanpa adanya pembekalan ilmu dasar seputar bisnis merupakan hal yang akan membuat pebisnis kalah sebelum berperang. Maka dari itu, melakukan riset pasar secara berkala menjadi hal yang paling diutamakan.

Riset ini bisa dilakukan dengan cara terjun langsung ke tengah masyarakat atau melalui internet. Dengan begitu, sebagai pebisnis bisa mengetahui siapa yang akan menjadi target sasarannya dan apa yang sedang dibutuhkan pasar atau masyarakat dari produk yang Anda jual.

4. Tingkatkan Kreativitas dan Berani Berinovasi

Tingkatkan kreativitas dan berani berinovasi

Hasil riset yang telah dilakukan sebelumnya akan memudahkan seorang pebisnis untuk menciptakan sebuah produk dengan kualitas yang bagus dan tentunya bisa disukai masyarakat. Proses ini diharapkan para pelaku UKM tidak mudah menyerah, sebab banyaknya kompetitor membuat barang yang dijual bisa bersaing dengan ketat.

Dalam hal ini perlunya mengasah kreativitas menciptakan ide-ide yang baru dan jangan takut untuk berinovasi. Anda bisa mencari inspirasi dengan sering bergaul, peka terhadap lingkungan sekitar, lihat-lihat dari internet atau sosial media.

5. Lakukan Promosi dengan Tepat

Lakukan promosi dengan tepat

Promosi merupakan bagian yang terpeting juga dalam dunia bisnis. Percuma saja, bila produk yang di jual bagus tapi tidak melakukan promosi yang baik dan benar. Anda bisa melakukan kegiatan yang satu ini dengan mengunggah sebuah postingan promo di sosial media atau di kertas selebaran yang dibagi-bagikan ke orang.

Pastikan juga Anda aktif dalam melakukan promosi ini, sebab ini akan menentukan laris atau tidaknya penjualan produk. Intinya, semakin aktif dan konsisten promosi, maka akan semakin sering juga pelanggan yang membeli produk. Dengan begitu, omzet penjualan akan terus meningkat.

Lakukan dengan Fokus dan Disiplin

Ketika rencana mengembangkan UKM sudah tersusun dengan baik, segeralah menjalankan bisnis tersebut dengan bersungguh-sungguh. Tetaplah fokus di setiap proses yang dilaluinya, walau dikemudian hari mengalami berbagai macam cobaan.

Selain itu, tetaplah disiplin dalam membayar cicilan tagihan setiap bulannya dengan tepat waktu. Ini tentu akan memberikan keuntungan lebih bagi para pelaku UKM, misalnya saja tidak terkena bunga, biaya denda, hati lebih lega tidak ada beban dan tentunya kondisi keuangan bisnis menjadi aman tetap terkendali dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top