Pemerintah Akui IKM Mulai Kena Dampak Pelemahan Rupiah

bisnis-ukm-solo-rupiah.jpg

Pemerintah Akui IKM Mulai Kena Dampak Pelemahan Rupiah – Pelemahan tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan pelaku industri kecil dan menengah (IKM).

Direktur Jenderal IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengatakan untuk IKM yang memiliki pasar ekspor, tentunya tidak menjadi masalah besar pelemahan rupiah tersebut karena memiliki pendapatan dalam dolar AS. Namun, bagi IKM yang pasarnya di dalam negeri, bakal menjadi masalah.

“Kan bahan baku masih ada yang impor, jadi kalau pasarnya dalam negeri ya ada dampaknya,” ujarnya di Jakarta, Rabu (26/9/2018).

Gati menyebutkan, IKM tekstil misalnya, masih mengimpor beberapa jenis bahan baku seperti poliester dan rayon. Industri furniture juga masih membutuhkan lem yang dikirim dari luar negeri.

Untuk membantu IKM supaya tidak terlalu terdampak pelemahan rupiah, Kemenperin memfasilitasi pemasaran ke pasar global. Tahun depan, Kemenperin bakal memfasilitasi 8 perusahaan yang memiliki produk berkualitas dan telah memiliki pasar ekspor untuk mengikuti pameran kerajinan terbesar di dunia, yaitu Ambiente di Frankfrut, Jerman.

Menurut Gati, saat ini permintaan dunia sedang bangkit. Produk-produk kerajinan yang banyak diminati pasar global antara lain kerajinan berbahan dasar kayu, tembaga, tekstil, kaca, dan sebagainya.

“Masyarakat yang mulai duit, mulai bangkit. Jadi, ekspor ke Amerika itu gampang,” katanya.

Selain memfasilitasi pengusaha IKM untuk ikut pameran di luar negeri, Kemenperin juga membantu meningkatkan ekspor kerajinan dengan melakukan pembinaan dan bimbingan teknis serta membuka pasar untuk produk IKM dengan program e-Smart IKM.

Adapun, selama ini produk kerajinan dalam negeri banyak dikirim ke Amerika Serikat, Jepang, Belanda, Inggris Raya, Singapura, Jerman, dan sisanya ke beberapa negara lain. Gati menambahkan selama 4 tahun terakhir, Kemenperin sedang menjajaki pasar Eropa Timur melalui Rusia.

Pasar ekspor kerajinan sepanjang tahun lalu tercatat senilai US$251juta.

 

Berita Bisnis UKM | Berita UKM | Bisnis Kreatif | Bisnis Online | Event Bisnis UKM | ‎Info Bisnis UKM | ‎Inspirasi Bisnis UKM | Liputan Bisnis | Pelatihan UKM | Pembiayaan UKM | Permodalan UKM | Strategi Bisnis UKM | Tips Bisnis UKM

scroll to top