Pemerintah Siapkan Formula Pembiayaan UKM

bisnis-ukm-solo-bisnis-online.jpg

Pemerintah Siapkan Formula Pembiayaan UKM – Pemerintah menyiapkan formula pembiayaan untuk sektor usaha kecil dan menengah dengan suku bunga pinjaman berkisar 12%-15% atau lebih rendah di bandingkan dengan suku bunga kredit usaha rakyat yang mencapai 21%.

Guna menekan suku bunga hingga pada besaran yang diinginkan, pemerintah akan mengalokasikan dana hingga Rp7 triliun yang akan ditempatkan pada bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Euis Saedah mengatakan sumber dana tersebut akan berasal dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN).

“Kalau pemerintah mengalokasikan dana APBN, dititipkan ke bank dan dipinjamkan kepada UKM. Sehingga kami [pemerintah] bisa meminta agar bunganya rendah,” ujarnya, Selasa (19/5).

Euis mengatakan pelaksanan pem berian kredit likuiditas tersebut diharapkan dapat dimulai pada 2016, seiring dengan rampung nya pembahasan aturan teknis.

Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kemenperin Busharmaidi mengatakan pembahasan kredit itu sudah dibahas di ting kat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. “Pak Wapres [Jusuf Kalla] juga meminta ini segera. Perintah sudah ada, tapi ini masih dicari for mulanya,” katanya.

Dia mengatakan besar pinjaman yang diberikan akan menggunakan patokan KUR yaitu maksimal Rp25 juta untuk usaha kecil dan mikro kecil, sedangkan untuk ritel atau industri menengah di atas Rp25 juta—Rp500 juta.

Lebih lanjut dia menjelaskan salah satu faktor sulitnya IKM bergeliat adalah karena tingginya suku bunga. “Orang di luar bunganya sekitar 10% hingga 18%. Kemarin di rapat [untuk KUR]diminta turun jadi 20% pun enggak berani,” tambah Busharmaidi.

Menurutnya, suku bunga tidak akan pernah turun jika mekanismenya diserahkan kepada lembaga perbankan. Di sisi lain dia mengatakan bank tidak bisa disalahkan karena mereka menggunakan uang nasabah yang tidak mau depositonya ditekan.

“Bank kan mempertimbangkan sejauh mana itu bisa diseimbangkan. Kalau masyarakat menitipkan uang kan untuk bunga, deposito. Kalau pemerintah menitipkan uang, tidak meminta bunga, asal bisa kasih pinjaman yang ren dah bunga ke masyarakat.”

IKM BARU

Euis optimistis target untuk memunculkan 20.000 IKM baru selama lima tahun ke depan bisa tercapai dengan geliat pelaku industri serta kebijakan yang suportif. Dia mengatakan 50% dari target tersebut diharapkan lahir dari luar Jawa.

“Kalau saya lihat pertumbuhan IKM di Sumatra sudah ada sekitar 5% hingga 10%. Adapun untuk Kalimantan, secara kualitas juga sudah meningkat. Sudah banyak produk budaya yang punya nilai tambah dan nilai jual,” imbuhnya.

Dia mengatakan pertumbuhan IKM sebenarnya lebih besar dibandingkan industri lain. Tahun kemarin, pertumbuhannya berkisar 7,5% dan diprediksi minimal sama pada tahun ini. Selama kuartal pertama tahun ini, IKM bertumbuh sekitar 6,5%.

Selain itu, menurut Euis, IKM merupakan industri yang tidak terpengaruh dengan adanya pelemahan ekonomi global. “Mereka punya strategi yang fleksibel untuk hidup. Mereka buat perubahan sesuai dengan respons pasar,” ujarnya.

Kesulitan lain yang dihadapi pelaku IKM di samping modal adalah pemasaran. Euis berkata bahwa Kemenperin terus mengadakan pameran agar pendapatan pelaku IKM terus naik.

MODUL E-LEARNING KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN

Sumber : Bisnis Indonesia

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top