Sinergikan Standarisasi Pengawasan Perkoperasian melalui Bimtek

Tidak dipungkiri, kemajuan dan perkembangan perkoperasian yang semakin pesat melahirkan koperasi-koperasi di berbagai wilayah. Dalam perjalanannya pun koperasi-koperasi tersebut perlu mendapatkan tidak hanya bimbingan namun juga dipantau dan diawasi agar tidak disalahgunakan fungsinya.

Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Deputi Bidang Pengawasan Kementrian Koperasi dan UKM RI menggelar kegiatan Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Satuan Tugas Pengawasan Koperasi. Kegiatan yang diselenggerakan pada 1 September 2016 tersebut menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Suwandi SE., Msi., Dosen Universitas Bakrie, Jakarta dan Drs. Setyo Hariyanto, seorang pakar toko perkoperasian.

Kegiatan Bimtek ini bertujuan untuk mensinergikan standar pengawasan tehadap koperasi-koperasi di Jawa Timur. Drs. Joko Sutrisno, MM., Kepala Bidang Pemeriksa USP Konvensional, mewakili panitia penyelenggara, menyatakan, dari kegiatan ini akan mewujudkan koperasi-koperasi yang sudah ada menjadi koperasi yang kuat, mandiri dan berdaya saing.

“Mengingat koperasi kita luar biasa, yang juga berfungsi sebagai lembaga keuangan, sehingga ada tugas baru bagi kita yang berkecimpung di dunia perkoperasian, yaitu untuk meningkatkan potensi dan kualitas serta kapasitas yang diharapkan menjadi bekal dalam melaksanakan tugas dan pengawasan,” terang Joko.

Era globalilasi menjadikan perkembangan sektor keuangan juga akan berdampak pada dinamika simpan pinjam koperasi. “Maka untuk pengawsannya, baik konvensional atau pun syariah, akan mendorong koperasi menjadi lembaga yang sehat, kuat, mandiri dan tangguh,” kata Joko.

Pengawasan tersebut diharapkan dilaksanakan secara rutin dan berkala agar penyimpangan yang terjadi selama ini di dalam praktik perkoperasian, khususnya simpan pinjam, dapat secara bertahap untuk dibenahi. “Sehingga, dengan adanya pengawasan ini, tidak hanya dari segi kesehatan keuangannya, namun juga kesehatan organisasi dan manajemennya yang wajib untuk dipantau,” ucapnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, I Made Sukharta, menyatakan, Satgas menjadi penting karena ke depan tulang punggung perekonomian di Indonesia adalah dari sektor koperasi.

“Untuk menopang lebih kuat lagi, koperasi harus didukung dengan berbagai unit kegiatan, yang merupakan bagian dari usaha sebuah koperasi sebagai sektor riil. Stigma ini yang perlu diubah, bahwa koperasi tidak hanya berputar pada kegiatan simpan pinjam,” terang Made.

Made menambahkan, Gubernur Jawa Timur pun menegaskan bahwa koperasi dan UMKM adalah basic industry, sebagai penyokong 30% PDRB Jatim, bukan dari sektor pertanian, pertambangan atau pun sektor lain. “Bahkan dari data BPS Jatim menyebutkan sektor koperasi dan UMKM ini yang ternyata memberikan sumbangsih sebesar 54,6% pertumbuhan ekonomi Jatim,” kata Made dalam sambutannya.

Melalui kegiatan Bimtek dan Sosialisasi Satgas Pengawasan ini diharapkan ada standar untuk bentuk pelaporan agar menjadi seragam, tidak berbeda-beda. “Memang diperlukan kapabilitas dalam memanage fungsi-fungsi manajemen, apalagi dengan menerapkan uang negara yang perlu dipertanggung jawabkan agar tidak salah langkah. Ada petunjuk yang harus dipatuhi oleh seluruh Satgas yang terbentuk,” tutup Made. (hpy)

Sumber: http://diskopumkm.jatimprov.go.id

Menyediakan Informasi Peluang Bisnis, Peluang Usaha, Usaha Kecil Menengah, Bisnis Waralaba, Promosi Bisnis UMKM. Potensi Bisnis Usaha kecil menengah (UKM) merupakan motor penggerak perekonomian di Indonesia. BisnisUKM.id media Bisnis Online di harapkan menjadi wahana sumber informasi terbaru pelaku bisnis UKM. Informasi Periklanan & Review Hub: info@bisnisukm.id

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply