Sri Mulyani Terharu Pelaporan Harta “Tax Amnesty” Tembus Rp 3.500 Triliun

Sri Mulyani Terharu – Pelaporan harta melalui program pengampunan pajak atau tax amnesty dipastikan tembus Rp 3.500 triliun pada periode satu yang akan ditutup pukul 24.00 WIB malam ini.

Pencapaian itu membuat Menteri Keuangan terharu bahagia. “Kami juga sangat terharu betul-betul terima kasih kepada antusiasme masyarakat yang melakukan partisipasi ikut serta dalam tax amnesty,” ujar Menkeu di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Kamis (30/9/2016).

Menurut perempuan yang kerap disapa Ani itu, capaian tax amnesty memberikan suntikan semangat bagi ia dan para petugas pajak di Direktorat Jenderal Pajak.

“Ini hasil kerja keras mereka (petugas pajak) sampai buka Sabtu dan Minggu, pelayanan memberikan kemudahan di bidang administrasi, itu semua menghasilkan hasil yang cukup menggembirakan,” kata dia.

Meski begitu, ia tetap mengakui bahwa pelayanan belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Oleh karena itu kata Ani, pelayanan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan.

Selain itu, Ani juga meminta para petugas pajak tetap mendengarkan saran dan kritik dari masyarakat terhadap pelaksanan tax amnesty.

“Setiap reaksi masyarakat, merupakan feedback masukan yang sangat berharga bagi kami. Identifikasi poin-poin penting untuk didahulukan dalam reformasi pajak,” ucap mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Dalam program tax amnesty ini, pemerintah menargetkan bisa meraup tebusan sebesar Rp 165 triliun hingga akhir periode program ini di 31 Maret 2017.  Adapun target repatriasi harta WNI yang ada di luar negeri untuk dibawa ke dalam negeri mencapai Rp 1.000 triliun dan deklarasi aset sebesar Rp 4.000 triliun.


Susul Konglomerat Datang ke Kantor Pajak, Presiden Bilang Tidak Ikut “Tax Amnesty”

Hari ini, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak tidak hanya kedatangan para konglomerat saja.

Presiden Joko Widodo pun menyambangi gedung yang berada di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan itu.

Namun kedatangannya ke kantor pajak bukan dalam rangka ikut program pengampunan pajak atau tax amnesty seperti para konglomerat.

Kedatangan Presiden ke kantor pajak yakni untuk meninjau langsung pelayanan pajak di Kantor Pusat Ditjen Pajak. Seperti diketahui, malam ini merupakan malam terakhir periode satu program tax amnesty.

“Saya tidak (ikut tax amnesty),” ujar Presiden sembari tertawa di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Meski begitu kata Presiden, sejumlah perusahaan yang sempat dibesutnya sudah ikut program yang aktif berlaku sejak 1 Juli 2016 itu. “(Tetapi) Saya sudah tidak mengurus perusahaan,” kata dia.

Sebelumnya, sejumlah konglomerat mendatangi Kantor Pusat Pajak sejak siang tadi. Para pengusaha yang hadir yakni bos Indofood Franky Welirang, bos Sinarmas Franky Widjaja, dan bos Alfamart Djoko Susanto.

Tujuan para pengusaha itu datang ke kantor pajak itu yakni melaporkan hartanya dalam rangka mengikuti program tax amnesty.

Dalam program tax amnesty ini, pemerintah menargetkan bisa meraup tebusan sebesar Rp 165 triliun hingga akhir periode program ini di 31 Maret 2017.

Adapun target repatriasi harta WNI yang ada di luar negeri untuk dibawa ke dalam negeri mencapai Rp 1.000 triliun dan deklarasi aset sebesar Rp 4.000 triliun.

Penulis : Yoga Sukmana
Editor : M Fajar Marta

 

Sumber: www.bisniskeuangan.kompas.com


Menyediakan Informasi Peluang Bisnis, Peluang Usaha, Usaha Kecil Menengah, Bisnis Waralaba, Promosi Bisnis UMKM. Potensi Bisnis Usaha kecil menengah (UKM) merupakan motor penggerak perekonomian di Indonesia. BisnisUKM.id media Bisnis Online di harapkan menjadi wahana sumber informasi terbaru pelaku bisnis UKM. Informasi Periklanan & Review Hub: info@bisnisukm.id

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply