Sumber Pendanaan Usaha

Sumber Pendanaan Usaha, Tantangan pendanaan merupakan salah satu problem dalam membangun atau mengembangkan usaha. Untuk itu berikut informasi tetang pendanaan usaha dan alternatif sumber-sumber  dalam memperoleh pendanaan usaha.

Pilihan untuk pembiayaan dapat dengan pembiayaan utang atau investasi dalam bentuk modal usaha. Dalam menentukan pilihan pembiayaaan pertimbangkanlah hal berikut ini:

  • Kemampu-labaan potensial. Apakah peminjaman dapat meningkatkan potensi tingkat pengembalian yang lebih tinggi pada modal sendiri pemilik, menyingkap perusahaan pada resiko keuangan yang lebih tinggi.
  • Risiko keuangan. Investasi modal sendiri pemilik membatasi potensi pengembalian modal sendiri, resiko keuangan lebih rendah bagi perusahaan.

Peningkatan modal sendiri melalui pinjamanan yang mensyaratkan pemilik untuk membagi pengawaasannya dengan pihak investor luar.

 

Sumber Pendanaan Usaha

Terdapat dua sumber utama pendanaan usaha, yaitu ekuitas dan utang. Ekuitas yaitu pemilik mengiventasikan laba perusahaannya untuk ditempatkan dalam perusahaan guna memperkecil resiko pengembalian dalam tingkat yang rendah, sedangkan utang adalah mengandung resiko, pemberi pinjaman pertama kali menarik laba dan harus dibayar sekalipun perusahaan tidak ada laba atau dalam kondisi merugi.

Pendanaan ekuitas (modal sendiri). Dapat diperoleh dari tabungan individu, teman dan atau saudara, investor perorangan lain, perusahaan-perusahaan besar, perusahaan modal ventura, dan penjualan saham.

Pendanaan dari utang (pinjaman). Dapat diperoleh dari teman atau saudara, investor perorangan lainnya, para pemasok bahan baku pemberi pinjaman berbentuk asset, bank-bank komersial, program-program yang didukung oleh pemerintah, lembaga-lembaga keuangan swadaya masyarakat, perusahaan-perusahaan besar dan perusahaan modal ventura.

Pemasok Bahan Baku Dan Pemberi Pinjaman Berbasis Aset:

1. Kredit Perdagangan

Dapat dibayar dengan uang. Pendanaan disediakan oleh pemasok inventaris kepada perusahaan yang mengadakan pembayaran uang uang untuk jumlah tertentu. Pendanaan jangka pendek selama 30 hari. Sejumlah kredit yang tersedia bergantung pada tope perusahaan dan kesediaan pemasok untuk menambah pinjaman.

2. Pinjaman dan Sewa Peralatan

Pinjaman cicilan (gadai) peralatan dari penjual peral;atan yang dibeli oleh perusahaan. Peralatan disewa dari pemasok dalam rangka penghematan kas untuk tujuan lain, menunda lini pembukuan pinjaman, dan penyediaan pembendung atau pagar untuk melawan keusangan.

3. Pinjaman Berbasis Kekayaan

Mengamankan jaminan pinjaman dengan kekayaan modal kerja.

4. Pabrik

Memperoleh kas melalui penjualan, jumlaj uang yang dapat diterima (piutang) pada perusahaan lain. Tanggungan dijual sebagi faktor diskon pada nilai faktur, faktor yang dapat menolak rekening yang diragukan, faktor biaya utang bagi rekening pelayanan dan untuk lanjutan.

5. Bank-bank Komersial

Hal-hal yang menjadi perhatian adalah:

  • Keamanan kredit mencakup jumlah maksimal yang akan diberikan kepada perussahaan untuk pinjaman.
  • Perjanjian kredit beredar mencakup jumlah maksimal pinjaman bank untuk meminjamkan kepada perusahaan secara terus-menerus.
  • Pinjaman bersyarat, meliputi pinjaman dalam jangka waktu 5 sampai dengan 10 tahun untuk membiayai perlengkapan, hipoterk atau jaminan barang bergerak, hipotek atau jaminan hipotek gedung (barang tak bergerak).
  • Pinjaman jangka panjang dengan menggunakan gedung atau barang tak bergerak sebagai jaminan.Pandangan Dari Sudut Bankir

    1. Perhatian Banker:

    Berapa banyak bank yang akan memperoleh hasil dari pinjaman yang diberikan
    Apakah mungkin debitur akan mampu kembali peminjamnya

    2. Lima  C dalam Analisis Pinjaman:

    Bagaimana karakter/watak peminjam (character)?
    Bagaimana kemampuan peminjam dalam membayar kembali pinjamannya (capacity)?
    Seberapa besar modal yang akan diinvestasikan dalam usaha oleh peminjam (capital)?
    Bagaimana kondisi industry dan ekonomi (conditions)?
    Apa saja jaminan yang tersedia untuk menjamin pinjaman (collateral)?

    Pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan kepada peminjam ( debitur ) adalah sebagai berikut:

    Apa saja kekuatan atau klualisasi bagi tim manajemen?
    Bagaimana kinerja keuangan perusahaan?
    Seberapa banyak uang yang diperlukan?
    Apa usaha yang akan dijalankan dengan menggunakan uang tersebut?
    Kapan dan bagimana uang tersebut akan dibayar kembali?
    Apakah peminjam memiliki kualifikasi bantuan orang-orang, seperti akuntan publik dan pengacara?

    Persyaratan Informasi Keuangan Bagi Pihak Bank:

    1. Tiga tahun rekam jejak laporan keuangan perusahaan, di sajikan dalam bentuk :

    Neraca
    Laporan rugi laba
    Laporan arus kas

    2. Laporan keuangan sementara perusahaan : waktu dan jumlah laporan kembali utang dan termasuk bagian peramalannya.

    3. Laporan keuangan pribadi : Kekayaan bersih pribadi peminjam (asset-utang) dan perkiraan pendapatan selama satu tahun.

    Penilaian ketiga hal di atas didasarkan apakah memiliki tren naik, statis ataukah justru menurun.

    Program-program yang disponsori pemerintah dan lembaga-lembaga tertentu:

    1. Pinjaman bagi usaha kecil dan menengah

    2. Pusat investasi bisnis kecil.

    3. Riset inovasi bisnis kecil.

    4. Bantuan pemerintah daerah dan atau pemerintah pusat.

    Sumber-sumber pendanaan lain:

  1. Perusahaan modal ventura : merupakan kelompok investor atau investasi yang memasukkan uangnya pada usaha bisnis baru.
  2. Institusi keuangan berbasis komunitas atau lembaga swadaya masyarakat
  3. Pemberi pinjaman yang menyediakan pendanaan untuk bisnis kecil milik masyarakat berpendapatan rendah guna membesarkan pengembangan ekonomi seperti koperasi primer tertentu.

Perusahaan-perusahaan besar:

  1. Bantuan pendanaan dan teknik kepada pemasok kritis serta pengembang teknologi
  2. Penjualan saham (stock sales)
  3. Penempatan pribadi (private placement)
  4. Penjualan saham modal perusahaan untuk dikoleksi individual
  5. Penawaran umum pertama (initial public offering-IPO) saham
  6. Penempatan perusahaan di bawah peraturan-peratuan surat berharga bursa efekSebelum memulai suatu usaha, kita membutuhkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan usaha. Salah satu kebutuhan yang sangat penting yaitu modal, karena dengan adanya modal kita bisa merealisasikan usaha apa yang akan kita jalankan.

Sebagian besar orang memiliki persepsi bahwa modal usaha selalu dalam bentuk uang, padahal sebenarnya modal yang kita butuhkan dalam memulai usaha tidak selalu dalam bentuk yang bisa dilihat, tetapi juga bisa dalam bentuk yang tidak terlihat. Modal yang bisa dilihat bisa dicontohkan seperti uang. Cara memperoleh uang untuk modal usaha bisa dengan berbagai macam cara, dan juga jumlah modal yang perlu disiapkan sebelum memulai suatu usaha harus dipertimbangkan terlebih dahulu jenis modal yang akan kita pilih, karena pastinya dalam setiap kebijakan yang kita ambil ada kelebihan dan ada kekurangannya.

Apa yang dimaksud modal usaha?
Apa saja sumber modal usaha?
Hal apa saja yang perlu dipertimbangkan ketika hendak menetapkan jumlah modal usaha?
Apa saja jenis-jenis modal usaha?
Apa kelebihan dan kekurangan modal usaha?

Pengertian Modal Usaha
Modal usaha tidak selalu berupa uang, sebagaimana dikatakan oleh Bob Sadino. Modal ada yang bisa dilihat, dirasakan, dan dipegang, atau disebut modal tangible. Ada modal yang tidak bisa dilihat, dirasakan, dan dipegang seperti modal keberanian, kemauan, dan tekad. Rupanya Bob Sadino lebih mengandalkan modal yang tidak kelihatan, yaitu tekad dan semangat yang tinggi, lalu modal berikutnya, yaitu kaki, tangan, terus melangkah dan terus berbuat. Namun demikian, modal kelihatan dan tidak kelihatan keduanya sama-sama penting.
Untuk mendirikan atau menjalankan suatu usaha diperlukan sejumlah modal (uang) dan tenaga (keahlian). Modal dalam bentuk uang diperlukan untuk membiayai segala keperluan usaha, mulai dari biaya pra-investasi, pengurusan izin-izin, biaya investasi untuk pembelian aktiva tetap, sampai dengan modal kerja. Sementara itu, modal keahlian adalah keahlian dan kemampuan seseorang untuk mengelola atau menjalankan suatu usaha.
Modal usaha adalah segala seuatu yang pertama kali dikeluarkan digunakan untuk membiayai pendirian perusahaan (pra-investasi), mulai dari persiapan yang diperlukan sampai perusahaan tersebut berdiri (memiliki badan usaha). Contoh biaya awal yang harus dikeluarkan adalah biaya survei lapangan, biaya pembuatan studi kelayakan, izin-izin, dan biaya pra-investasi lainnya.
Setelah biaya pra-investasi dikeluarkan, selanjutnya adalah biaya untuk membeli sejumlah aktiva (harta) tetap. Biaya ini dikeluarkan untuk mengoperasikan perusahaan atau sebagai tempat atau alat untuk melakukan kegiatan, seperti pembelian tanah, pendirian bangunan, pembelian mesin-mesin, dan peralatan kantor. Disamping itu, modal juga diperlukan untuk membiayai operasi usaha pada saat bisnis tersebut dijalankan. Jenis biaya ini misalnya biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya lainnya.

Jumlah Modal yang Diharapkan dan yang Tersedia
Pada umumnya modal yang tersedia untuk membuka usaha sangat minim atau malah nihil. Modal utama adalah semangat dan kejujuran. Akan tetapi banyak diantara wirausahawan mampu mengumpulkan modal dari tabungan, menjual harta, atau pinjaman dari orang tua dan keluarga lainnya. Jika modalnya sangat kecil dapat dilakukan kerjasama dengan partner, yang masing-masing menyetorkan modalnya. Semua sumber dan kemampuan pengumpulan modal ini harus ditulis. Modal awal ini harus tetap dicari sampai memenuhi/mencukupi untuk menggerakkan langkah pertama wirausaha.
Besarnya modal yang diperlukan tergantung dari jenis usaha yang akan digarap. Dalam kenyataan sehari-hari kita mengenal adanya usaha kecil, usaha menengah, dan usaha besar. Masing-masing memerlukan modal dalam batas tertentu. Jadi, jenis usaha menentukan besarnya jumlah modal yang diperlukan. Misalnya, jenis usaha pabrikan berbeda dengan pertanian. Hal lain yang mempengaruhi besarnya modal adalah jangka waktu usaha atau jangka waktu perusahaan menghasilkan produk yang diinginkan. Usaha yang memerlukan jangka waktu yang lebih panjang memerlukan modal yang relatif besar pula.
Perhitungan terhadap besarnya kebutuhan usaha perlu dilakukan sebelum usaha tersebut dijalankan. Sementara itu, kebutuhan modal tenaga keahlian perusahaan disesuaikan dengan kebutuhan dan persyaratan yang telah ditetapkan. Kebutuhan akan tenaga ahli yang akan menjalankan usaha dapat diperoleh dari rekrutmen karyawan (penarikan pegawai) dari berbagai sumber, seperti melalui iklan, dari surat lamaran yang masuk, referensi (kenalan) atau perguruan tinggi.
Untuk memperoleh karyawan seperti yang dipersyaratkan, perlu dilakukan proses seleksi. Agar hasil yang diperoleh maksimal, para calon karyawan yang sudah diseleksi sebagian atau seluruhnya diberikan pelatihan agar mereka bertambah ahli dan terbiasa dengan pekerjaan yang akan dilakukannya nanti.
Setelah usaha berjalan, kejujuran selalu tetap dipertahankan, reputasi semakin baik, maka hubungan akan terjalin baik dengan relasi. Relasi inilah yang biasanya sangat dominan menunjang perkembangan suatu wirausaha. Para relasi dapat membantu bahan, barang yang dibutuhkan, bahkan uang kontan pun dapat dipinjamkannya. Juga teman-teman lain yang sudah cukup percaya akan menawarkan pinjaman modal dengan bunga rendah. Inilah sumber-sumber modal, yang dapat diharapkan setelah usaha berjalan. Kemudian harus menjalin hubungan dengan bank. Suatu perusahaan yang sudah berjalan baik dan ingin maju, syarat mutlak ia harus berhubungan dengan bank. Melalui bank kita bisa memperoleh modal yang dibutuhkan dan dapat menyimpan uang sementara belum digunakan.

Sumber Modal Usaha
Kebutuhan modal, baik modal investasi maupun modal kerja, dapat dicari dari berbagai sumber dana yang ada, yaitu modal sendiri atau modal pinjaman (modal asing). Modal sendiri adalah modal dari pemilik usaha sedangkan modal asing adalah modal dari luar perusahaan.
Seperti dikemukakan diatas bahwa penggunaan masing-masing modal tergantung dengan maksud dan tujuannya. Pertimbangan lain adalah jangka waktu pengambilan yang dibutuhkan apakah jangka pendek atau jangka panjang. Disamping itu, jumlah atau nilai modal yang diinginkan perusahaan juga menjadi pertimbangan khusus. Pertimbangan yang paling penting adalah faktor besarnya biaya yang harus ditanggung. Hal ini penting karena ini merupakan komponen biaya yang harus dikeluarkan. Disamping itu, faktor persyaratan yang harus dipenuhi ada yang rumit dan ada yang mudah. Jadi, masing-masing modal memiliki keuntungan dan kerugian, baik dari segi biaya, waktu, persyaratan untuk memperolehnya, dan jumlah yang dapat dipenuhi.
Dalam praktiknya pembiayaan suatu usaha dapat diperoleh secara gabungan antara modal sendiri dan modal pinjaman. Pilihan apakah menggunakan modal sendiri, modal pinjaman, atau gabungan dari keduanya tergantung dari jumlah modal yang dibutuhkan dan kebijakan pemilik usaha.
Pada awalnya untuk usaha baru, biasanya perusahaan lebih menitikberatkan pada modal sendiri. Hal ini terjadi karena sulitnya memperoleh modal pinjaman, terutama dari bank. Bank biasanya jarang memberikan pinjaman untuk usaha baru, mengingat bank belum mengenal dan nasabah belum berpengalaman. Namun, perusahaan dapat memperoleh pinjaman dari perusaaan nonbank atau lembaga keuangan bukan bank, seperti leasing atau pegadaian.
Beberapa sumber modal usaha sebagai berikut:
Dana modal sendiri
Setiap pengusaha biasanya tersedia modal sendiri walaupun kecil. Kecil atau besar bukan masalah yang penting berani menggunakan modal tersebut untuk usaha. Banyak siswa SMA dan mahasiswa berbisnis menjual pulsa dengan modal hanya seratus ribu, dan lama-lama terakumulasi menjadi besar.
Pinjaman dari keluarga.
Bisanya pinjaman dari keluarga adalah jangka pendek dan pengembaliannya harus tepat waktu atau lebih cepat lebih baik. Namun demikian, meminjam kepihak keluarga sebaiknya langkah terakhir karena akan menjadi hutang budi yang lama dan berkepanjangan, dan apabila sukses biasanya sering disebut-sebut yang mungkin ada perkataan yang tidak baik.
Pinjaman dari bank atau orang tertentu
Apabila meminjam kepada pihak lain sebaiknya dikembalikan sebelum jatuh tempo sehingga kepercayaan akan sangat tinggi dari pihak pemilik modal. Pinjaman jangka pendek biasanya hanya satu tahun, sedangkan pinjaman jangka panjang bisa lima tahun atau lebih. Untuk pembayaran atau hutang ini sebaiknya dari laba yang diperoleh.
Jual saham
Sekarang sudah lumrah seorang pengusaha mengajak teman atau keluarga untuk buka usaha dengan modal bersama kemudian modal tersebut dialokasikan dalam kepemilikan saham dengan persentase tertentu. Cara ini memudahkan usaha karena dana tersebut bukan pinjaman, tetapi penyertaan modal dan mereka berhak untuk memperoleh laba sebagai keuntungan atas uang mereka yang ditanamkan.

Dana bantuan pemerintah
Kalau kita jeli mengikuti kebijaksanaan pemerintah maka ada dana pemerintah yang diberikan sebagai bantuan modal. Hal ini melalui Kementrian BUMN, UKM, serta perbankan.

Pengertian masing-masing modal dilihat dari sumber asalnya dapat diuraikan sebagai berikut:

Modal Sendiri
Modal sendiri adalah modal yang diperoleh dari pemilik perusahaan dengan cara mengeluarkan saham. Saham yang dikeluarkan perusahaan dapat dilakukan secara tertutup atau terbuka. Keuntungan menggunakan modal sendiri untuk membiayai suatu usaha adalah tidak adanya beban biaya bunga, tetapi hanya akan membayar biaya dividen. Pembayaran dividen dilakukan apabila perusahaan memperoleh keuntungan dan besarnya dividen tergantung dari keuntungan perusahaan. Kemudian, tidak ada kewajiban untuk mengembalikan modal yang telah digunakan. Kerugian menggunakan modal sendiri adalah jumlahnya sangat terbatas dan relatif sulit untuk memperolehnya.
Bagi perusahaan yang sudah atau sedang berjalan, modal selain berupa saham dapat juga diambil dari cadangan laba atau laba yang belum dibagi. Namun, modal ini hanya dapat digunakan perusahaan untuk sementara waktu. Untuk usaha tertentu, seperti yayasan dapat menggunakan modal sumbangan atau hibah dari pihak lainnya.

Modal Asing (Pinjaman)
Modal asing atau modal pinjaman adalah modal yang diperoleh dari pihak luar perusahaan dan biasanya diperoleh dari pinjaman. Pengguanaan modal pinjaman untuk membiayai suatu usaha akan menimbulkan beban biaya bunga, biaya administrasi, serta biaya lainnya yang besarnya relatif. Pengguna modal pinjaman mewajibkan pengembalian pinjaman setelah jangka waktu tertentu.
Keuntungan modal pinjaman adalah jumlahnya yang tidak terbatas, artinya tersedia dalam jumlah banyak. Disamping itu, dengan menggunakan modal pinjaman biasanya timbul motivasi dari pihak manajemen untuk mengerjakan usaha dengan sungguh-sungguh.
Sumber dana dari modal asing dapat diperoleh dari:
1.Pinjaman dari dunia perbankan, baik dari perbankan swasta, pemerintah, maupun perbankan asing.
2.Pinjaman dari lembaga keuangan seperti perusahaan pegadaian, asuransi, leasing, dana pensiun, koperasi atau lembaga pembiayaan lainnya.
3.Pinjaman dari perusahaan nonkeuangan.

Pinjaman ada yang jangka pendek dan ada yang jangka panjang. Pinjaman jangka pendek harus digunakan untuk yang langsung menghasilkan penjualan, misalnya, membeli bahan baku atau dana marketing sehingga pinjaman tersebut dapat segera dikembalikan secepatnya. Sedangkan pinjaman jangka panjang yang kurun waktunya lebih dari lima tahun, pembayaran cicilan ini dibayar dari hasil keuntungan yang diperoleh. Pengusaha harus memastikan bahwa uang kas tersedia untuk kebutuhan jangka pendek, mulai dari membayar hutang, biaya produksi, gaji, promosi, dan sebagainya. Untuk itu, kebutuhan dana tersebut sudah dipersiapkan mulai dari kebutuhan harian, mingguan, bulanan, dan kebutuhan investasi jangka panjang. Sumber-sumber dananya harus diupayakan baik dari keuntungan maupun dari pinjaman.

Jenis-Jenis Modal Usaha
Seperti yang dijelaskan sebelumnya terdapat beberapa modal yang dapat digunakan untuk kegiatan usaha. Pada dasarnya, kebutuhan modal untuk melakukan usaha terdiri dari dua jenis:
1.Modal investasi
2.Modal kerja

Kedua jenis modal ini berbeda, baik dalam penggunaannya maupun jangka waktunya.
Modal investasi digunakan untuk jangka panjang dan dapat digunakan berulang-ulang. Biasanya umurnya lebih dari satu tahun. Sementara modal kerja digunakan untuk jangka pendek dan beberapa kali pakai dalam satu proses produksi. Jangka waktu modal kerja biasanya tidak lebih dari satu tahun.
Penggunaan utama modal investasi jangka panjang adalah untuk membeli aktiva tetap, seperti tanah, bangunan atau gedung, mesin-mesin, peralatan, kendaraan, serta inventaris lainnya. Modal investasi merupakan porsi terbesar dalam komponen pembiayaan suatu usaha dan biasanya dikeluarkan pada awal perusahaan didirikan atau untuk perluasan pabrik. Modal investasi biasanya diperoleh dari modal pinjaman berjangka waktu panjang (lebih dari satu tahun). Pinjaman ini biasanya diperoleh dari dunia perbankan.
Setelah kebutuhan modal investasi terpenuhi, selanjutnya adalah pemenuhan kebutuhan modal kerja. Modal kerja yaitu modal yang digunakan untuk membiayai operasional perusahaan pada saat perusahaan sedang beroperasi. Jenis modalnya bersifat jangka pendek, biasanya hanya digunakan untuk sekali atau beberapa kali proses produksi. Modal kerja digunakan untuk keperluan membeli bahan baku, membayar gaji karyawan, dan biaya pemeliharaan serta biaya-biaya lainnya.
Modal kerja juga dapat diperoleh dari modal pinjaman bank (biasanya maksimal seetahun). Biasanya dunia perbankan dapat membiayai modal investasi dan modal kerja baik secara bersamaan maupun sendiri-sendiri (tergantung kebutuhan dan permintaan nasabah).

Pertimbangan Ketika Hendak Menentukan Modal
Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan apabila ingin memperoleh suatu modal adalah sebagai berikut:

Tujuan Perusahaan
Perusahaan perlu mempertimbangkan tujuan penggunaan pinjaman tersebut, apakah untuk modal investasi atau modal kerja, apakah sebagai modal utama atau hanya sekedar modal tambahan, apakah untuk kebutuhan yang mendesak atau tidak.

Masa Pengembalian Modal
Dalam jangka waktu tertentu pinjaman tersebut harus dikembalikan kekreditor (bank). Bagi perusahaan jangka waktu pengambilan investasi juga perlu dipertimbangkan sehingga tidak menjadi beban perusahaan dan tidak mengganggu cash flow perusahaan. Sebaiknya jangka waktu pinjaman disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Biaya yang Dikeluarkan
Faktor biaya yang harus dikeluarkan harus dipertimbangkan secara matang, misalnya biaya bunga, biaya administrasi, atau biaya lainnya. Hal ini penting karena biaya merupakan komponen produksi yang akan menjadi beban perusahaan dalam menentukan harga jual dan laba. Besarnya tingkat suku bunga dan biaya lain yang dibebankan bank atau lembaga keuangan kepada nasabah berbeda-beda antara satu dengan lainnya.
Sebaiknya dipilih bank yang mampu memberikan biaya (bunga dan biaya lainnya) yang paling rendah (kompetitif) bagi perusahaan. Sekali lagi besarnya biaya yang dibebankan akan berakibat pada meningkatnya biaya operasi dan pada akhirnya dapat mengurangi keuntungan.

Perhitungan Keuntungan
Besarnya keuntungan yang akan diperoleh pada masa-masa yang akan datang perlu menjadi pertimbangan. Perhitungan keuntungan diperoleh dari selisih pendapatan dengan biaya dalam suatu periode tertentu. Besar kecilnya keuntungan sangat berperan dalam pengambilan dana suatu usaha. Oleh karena itu, perlu dibuatkan perhitungan pendapatan dan biaya sebelum memperoleh pinjaman modal. Perhitungan pendapatan yang akan diperoleh dimasa yang akan datang perlu diperhitungkan secara teliti dan cermat dengan membandingkan data dan informasi yang ada sebelumnya. Perhitungan biaya-biaya yang akan dikeluarkan selama periode tertentu, termasuk jenis-jenis biaya yang akan dikeluarkan pun perlu dibuat serinci mungkin.

Kelebihan dan Kekurangan Suatu Modal
Baik modal sendiri maupun modal pinjaman masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, kelebihan dan kekurangan masing-masing modal adalah sebagai berikut:

Kelebihan modal sendiri
Tidak ada biaya seperti biaya bunga atau biaya administrasi sehingga tidak menjadi beban perusahaan.
Tidak tergantung pada pihak lain, artinya perolehan dana diperoleh dari setoran pemilik modal.
Tanpa memerlukan persyaratan yang rumit dan memakan waktu yang relatif lama.
Tidak ada keharusan pengembalian modal, artinya modal yang ditanamkan pemilik akan tertanam lama dan tidak akan ada masalah seandainya pemilik modal mau mengalihkan kepihak lain.

Kekurangan modal sendiri
Jumlahnya terbatas, artinya untuk memperoleh dalam jumlah tertentu sangat tergantung dari pemilik dan jumlahnya relatif terbatas.
Perolehan dari modal sendiri dalam jumlah tertentu dari calon pemilik baru (calon pemegang saham baru) relatif lebih sulit karena mereka akan mempertimbangkan kinerja dan prospek usahanya.
Kurang motivasi, artinya memiliki usaha yang menggunakan modal sendiri motivasi usahanya lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan modal asing.

Kelebihan modal pinjaman
Jumlahnya tidak terbatas, artinya perusahaan dapat mengajukan modal pinjaman keberbagai sumber. Selama dana yang diajukan perusahaan layak, perolehan dana tidak terlalu sulit. Banyak pihak perusahaan menawarka dananya keperusahaan yang dinilai memiliki prospek cerah.
Motivasi usaha tinggi. Hal ini merupakan kebalikan dari mengguanakan modal sendiri. Jika menggunakan modal asing, motivasi pemilik untuk memajukan usaha tinggi, ini disebabkan adanya beban bagi perusahaan untuk mengembalikan pinjaman. Selain itu, perusahaan juga berusaha menjaga image dan kepercayaan perusahan yang memberi pinjaman agar tidak tercemar.

Kekurangan modal pinjaman
Dikenakan berbagai biaya seperti bunga dan biaya administrasi. Pinjaman yang diperoleh dari lembaga lain sudah pasti berbagai kewajiban untuk membayar jasa, seperti bunga, biaya administrasi, materai dan asuransi. Harus dikembalikan. Modal asing wajib dikembalikan dalam jangka waktu yang sudah disepakati. Hal ini bagi perusahaan yang sedang mengalami likuiditas merupakan beban yang harus ditanggung. Beban moral. Perusahaan yang mengalami kegagalan atau masalah yang mengakibatkan kerugian akan berdampak terhadap pinjaman sehingga akan menjadi beban moral atas hutang yang belum atau akan dibayar.

Kelebihan modal campuran
Dapat mengatur komposisi modal yang diperlukan secara seimbang. Artinya, persentase modal pinjaman disesuaikan dengan kebutuhan atas kekurangan modal sendiri. Modal ada yang bisa dilihat, dirasakan, dan dipegang, atau disebut modal tangible. Ada modal yang tidak bisa dilihat, dirasakan, dan dipegang seperti modal keberanian, kemauan, dan tekad.

Modal usaha adalah segala seuatu yang pertama kali dikeluarkan digunakan untuk membiayai pendirian perusahaan (pra-investasi), mulai dari persiapan yang diperlukan sampai perusahaan tersebut berdiri (memiliki badan usaha). Besarnya modal yang diperlukan tergantung dari jenis usaha yang akan digarap. Hal lain yang mempengaruhi besarnya modal adalah jangka waktu usaha atau jangka waktu perusahaan menghasilkan produk yang diinginkan.
Sumber modal secara garis besar terbagi menjadi dua yaitu, modal sendiri adalah modal yang diperoleh dari pemilik perusahaan dengan cara mengeluarkan saham. Dan modal asing atau modal pinjaman adalah modal yang diperoleh dari pihak luar perusahaan dan biasanya diperoleh dari pinjaman.
Kebutuhan modal untuk melakukan usaha terdiri dari dua jenis: modal investasi digunakan untuk jangka panjang dan dapat digunakan berulang-ulang. modal kerja digunakan untuk jangka pendek dan beberapa kali pakai dalam satu proses produksi.
Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan apabila ingin memperoleh suatu modal adalah sebagai berikut: tujuan perusahaan, masa pengembalian modal, biaya yang dikeluarkan, dan perhitungan keuntungan. Baik modal sendiri maupun modal pinjaman masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Sumber Modal Untuk Mendirikan Usaha

Sumber Modal Untuk Mendirikan Usaha, Modal dalam mendirikan suatu usaha sangatlah penting, karena modal tidak hanya diartikan sebagai uang, akan tetapi bisa juga modal keahlian ataupun pengalaman. Namun dalam hal ini yang kita bahas adalah sumber modal/ dana untuk mendirikan usaha/ bisnis.
Perlu kita ketahui, bahwa lebih dari 90% orang kaya mempunyai suatu bisnis/ usaha, tentu saja usaha mereka dibangun mulai dari bawah/ nol, artinya mereka pun merintis usaha dengan menggunakan modal minim atau seadanya. Rahasia kesuksesan mereka berawal dari modal minim tersebut. Hasil yang mereka peroleh tidak untuk digunakan untuk bersenang-senang, akan tetapi mereka terus mengembangkan jaringan bisnis mereka, sehingga tersebar dimana-mana.
Lha terus bagaimana seandainya saya mempunyai impian untuk memiliki usaha, akan tetapi modal/ keuangan masih minim..? Jangan khawatir, sebenarnya ada banyak sekali sumber modal untuk mendirikan usaha, 8 sumber modal usaha yaitu :

  1. Modal Sendiri
    Coba sejenak mengingat barang-barang yang sudah Anda miliki, seperti handphone, sepeda motor, perhiasan, barang elektronik, tabungan, dll. Bisa Anda gunakan sebagai jaminan untuk meminjam dana, ataupun bisa Anda gadaikan atau dijual untuk mendapatkan modal.

  2. Pinjam Teman/ Saudara
    Syukur2 kita mempunyai teman yang baik, yang bersedia meminjamkan dana, ataupun kita memiliki saudara atau Orang tua yang tajir, sehingga kita bisa lebih mudah untuk mendapatkan modal, keuntungan yang lain jika kita meminjam dana dari keluarga yaitu tidak banyak persyaratan, tanpa bunga, dan jangka waktu lebih flexible.

  3. Modal Kerjasama Dengan Pihak Lain
    Kita melibatkan pihak lain yang memiliki sejumlah saham sebagai modal usaha kita. Biasannya kita mempunyai kesepakatan dengan orang tersebut dan memperhatikan apa yang diinginkannya.

4.Lembaga Non Formal
Sebagian dari kegunaan pembentukan suatu perkumpulan adalah sebagai sumber modal. Kita bisa ikut serta dalam kegiatan seperti arisan untuk mendapatkan modal secara bergantian, juga dana dari PKK, pengajian, organisasi, dll

  1. Kemitraan
    Ada 2 macam kemitraan yang bisa Anda jadikan sumber modal :
    Kemitraan  Investor : kita bekerjasama dengan orang yang punya modal, tetapi dia tidak bisa usaha/ berbisnis. Dia punya dananya, kita punya ilmunya.
    Kemitraan Pemasok : membeli barang dari pemasok dan melakukan pembayaran di kemudian hari.

  2. Pegadaian
    Menggadaikan barang berharga untuk mendapatkan modal. Kita perlu membawa barang yang akan kita gadai untuk mendapatkan pinjaman. Di pegadaian proses cepat dan mudah.

  3. Lembaga Non Bank
    Dengan menjadi anggota koperasi, kita bisa memperoleh dana pinjaman sesuai barang yang dijaminkan. Pada LKM (Lembaga Keuangan Mikro) tidak memerlukan agunan, dan pinjaman bisa negosiasi.

  4. Bank
    Besar kecil jumlah pinjaman di bank bisa sesuai dengan keinginan kita, akan tetapi ada persyaratan yang harus kita penuhi

Jika melihat 8 sumber modal diatas, sekarang tergantung Anda, ingin mendapatkan sumber modal untuk menjalankan usaha dari mana? Anda sendirilah yang menentukan, tapi bagi saya, yang lebih mudah adalah modal sendiri dan modal dari teman, saudara dan orang tua.

7 Alasan Memilih Berwirausaha

Siapapun bisa menjadi pengusaha/ wirausaha. Untuk menjadi wirausaha tidak harus modal melulu yang menjadi kendala, itu hanyalah sebuah alasan. Yang penting ada kemauan yang kuat, pastilah ada saja jalan yang bisa kita tempuh dalam menggapai impian. Memiliki usaha sendiri bisa kita lakukan dengan modal minim dulu, dengan seiring waktu, usaha yang kita jalankan secara konsisten pasti akan berkembang, hingga balik modal. Untuk mendapatkan contoh gambaran, saat ini banyak sekali peluang berwirausaha, yang tersebar dimana-mana. Tapi disini saya akan menuliskan 7 alasan yang mendorong seseorang untuk memilih berwirausaha :

  1. Ingin Cepat Kaya
    Pelaku wirausaha adalah mereka yang mencari masa depan yang lebih baik, sedangkan karyawan adalah mereka yang mencari rasa aman, ” Jangan mau seumur hidup menjadi orang gajian!” kata Valentino Dinsi. Artinya, kalau mau kaya jangan hanya mengandalkan gajian. Karena sekaya-kayanya orang gajian, masih lebih kaya lagi orang yang memberi gaji.

  2. Tidak Ingin Terikat/ Diatur Orang Lain
    Dengan usaha sendiri, kita bebas mengatur kerja kita sendiri dan tidak menghabiskan sebagian waktu kita untuk mendapat perintah dan tekanan orang lain.

  3. Bisa Mewujudkan Mimpi Dan Kreatifitas
    Ketika kita sudah memiliki suatu usaha milik sendiri, maka hasil yang kita peroleh bisa untuk lebih mengembangkan usaha kita, dengan memberikan ide-ide yang timbul dari hasil pemikiran kita sendiri. Karena kita telah memiliki waktu yang sangat luang yang tidak dimiliki disaat menjadi karyawan.

  4. Keadaan Kepepet/ Terdesak
    Apa yang akan Anda lakukan ketika tidak ada penghasilan lagi, seperti disaat terkena PHK. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mau tidak mau maka Anda pasti akan segera berpikir untuk membuat usaha sendiri, karena kadang terlalu lama untuk mencari lowongan baru lagi. Sehingga keadaan inilah yang membuat kita secara mendadak menjadi pengusaha/ wirausaha.

  5. Penghasilan Tidak Terbatas
    Disaat menjadi pengusaha, kita adalah bos dan karyawan dari usaha yang kita kelola sendiri, tidak terikat waktu dan aturan. Kita bisa mendapatkan penghasilan dalam jumlah yang sangat besar, bahkan tidak terbatas.

  6. Ingin Mandiri
    Ini usaha kita, hasil jerih payah kita, hasilnya juga milik kita. Jadi kita sendiri yang pegang kendali. Kitalah yang menjadi penentu kesuksesan dan keberhasilan usaha yang kita jalankan.

  7. Memperoleh Kepuasan Dan Kebanggaan Tersendiri
    Dengan membuka usaha sendiri, apalagi sampai berkembang (cabang dimana-mana), hingga memiliki karyawan yang banyak, dan penghasilan banyak. Pemilik wirausaha akan memperoleh kepuasan dan kebanggaan tersendiri.

Nah ketika Anda sudah membaca tulisan diatas apakah Anda termotifasi untuk ingin terjun ke dunia wirausaha dan ingin keluar dari aturan bos Anda untuk memilih menjadi bos bagi diri sendiri..?, jawabannya Anda sendirilah yang menentukan.

Menyediakan Informasi Peluang Bisnis, Peluang Usaha, Usaha Kecil Menengah, Bisnis Waralaba, Promosi Bisnis UMKM. Potensi Bisnis Usaha kecil menengah (UKM) merupakan motor penggerak perekonomian di Indonesia. BisnisUKM.id media Bisnis Online di harapkan menjadi wahana sumber informasi terbaru pelaku bisnis UKM. Informasi Periklanan & Review Hub: info@bisnisukm.id

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply