Tantangan UKM Menghadapi Revolusi Industri 4.0.

gambar-revolusi-industri-4.0

gambar-revolusi-industri-4.0

Setidaknya ada 5 permasalahan UKM yang kerap dihadapi para pelaku UKM dan membutuhkan solusi .

1 . Masalah Modal

Permasalahan modal untuk pengembangan usaha dihadapi oleh sebagian besar pelaku UKM. Ide bisnis baru untuk perluasan usaha pun kerap kali harus disingkirkan jauh-jauh karena permasalahan yang satu ini. Akar masalah permodalan ini terbilang klasik, para pelaku UMKM sering dinilai tak mampu memenuhi persyaratan perbankan alias tidak bankable. Jika kalian menghadapi masalah yang sama, lantas apa solusi untuk tantangan bisnis yang satu ini?

Kemajuan teknologi finansial saat ini telah melahirkan pendanaan yang menggunakan sistem equity crowd funding. Kalian bisa mendapatkan modal usaha dari orang-orang yang berminat untuk membiayai suatu usaha. Pendanaan ini ditujukan tak hanya untuk UMKM saja tetapi juga untuk bisnis startup. Beberapa contoh pendanaan dengan sistem crowd funding antara lain Gandengtangan.com, Indiegogo.com, kolase.com, Akseleran.com, dan Koinworks.com.

Tentu saja perusahaan-perusahaan crowd funding tersebut masih menerapkan sejumlah persyaratan jika kalian ingin mengajukan permintaan permodalan. Namun persyaratan-persyaratan tersebut biasanya tak serumit seperti ketika berhubungan dengan perbankan. Perusahaan crowd funding juga mengenakan bunga pinjaman dengan besaran yang terbilang rendah. Kalian bisa mencermati ketentuan pada masing-masing perusahaan crowd funding untuk mendapatkan penawaran terbaik. Pastikan perusahaan crowd funding yang kalian pilih sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Intinya, perusahaan crowd funding berusaha mempertemukan pelaku usaha dengan investor melalui teknologi informasi dengan persyaratan yang lebih mudah dibanding bank konvensional .

2 . Masalah Marketing / Pemasaran

Produk UKM sebagian besar dipasarkan dengan cara-cara sederhana sehingga jangkauannya belum luas. Banyak pihak mendorong UKM untuk menembus pasar global. Sebagian pelaku UMKM sendiri juga punya mimpi untuk menjual produk mereka ke pasar internasional. Sayangnya, keterbatasan pengetahuan mengenai cara pemasaran online masih menjadi kendala utama .

Pemasaran online memang menjadi solusi untuk menjangkau pasar yang lebih luas lagi. Melalui pemasaran online, kalian bisa langsung memasarkan produk  kepada pembeli di luar negeri. Kalian dapat memanfaatkan sosial media dan website untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Jika kalian mengalami kesulitan untuk memasarkan secara online, manfaatkanlah jasa online marketing. Kalian bisa berdiskusi dengan penyedia jasa online marketing yang menguasai strategi pemasaran online dan sudah berpengalaman dengan sosial media marketing .

3 . Masalah Branding Produk

Tak sedikit pelaku UKM yang mengabaikan pentingnya brand identity. Brand identity tak hanya bisa kalian tonjolkan dari kemasan produk saja tetapi juga dari keunikan dan inovasi produk. Produk yang unik sudah pasti akan mencuri perhatian sekalipun harganya terbilang mahal. Pemasalahan UKM yang satu ini bisa diatasi dengan mengadopsi kekayaan budaya lokal di Indonesia dan menampilkannya dengan tampilan yang kontemporer. Budaya lokal di setiap negara pastinya berbeda dan memiliki ciri khas sehingga produk kalian akan tampil unik.

Jika kalian telah memiliki produk yang unik hasil inovasi produk, kalian bisa mencoba strategi yang digunakan negara-negara Eropa. Mereka tidak memproduksi suatu produk secara massal melainkan meluncurkan produk-produk eksklusif. Suatu produk hanya diproduksi dalam jumlah yang terbatas lalu dipublikasikan secara luas. Hal ini lantas membuat calon konsumen tergiur untuk mendapatkan produk yang hanya bisa dimiliki beberapa orang saja. Strategi ini juga bisa menjadi solusi jika kalian sebagai pelaku UMKM ingin menembus pasar global namun memiliki keterbatasan dalam hal produksi .

4 . Masalah Produktivitas

Beberapa pelaku UKM enggan beralih dari cara-cara yang selama ini dijalani. Misalnya saja berkaitan dengan pemasaran, pembukuan, produksi, manajemen karyawan dan sebagainya. Padahal kemajuan dunia tak bisa dibendung lagi. Jika kalian termasuk pelaku UMKM yang malas berubah, maka bersiaplah tergerus kemajuan zaman.

Bila ingin berkembang, kalian harus terbuka dengan berbagai hal baru yang terus bermunculan. Contohnya saja pemasaran online yang menggeser pemasaran offline, mesin-mesin modern yang semakin canggih dan cepat, serta pembukuan yang memanfaatkan aplikasi teknologi informasi.

Untuk meningkatkan produktivitas, sebaiknya kalian menyediakan waktu dan dana untuk melakukan kegiatan riset dan pengembangan. Tujuannya tak lain supaya produk kalian lebih berkembang baik dalam hal kualitas, desain dan juga target pasar.

5 . Daya Saing Produk

Jumlah produk UKM yang mampu menembus pasar internasional masih sangat sedikit sekali. Faktor utama yang menjadi penyebab sulitnya produk UKM bersaing di pasar mancanegara adalah daya saing produk. Daya saing produk UMKM masih harus dibenahi dalam hal kualitas dan harga.

Berkaitan dengan kualitas produk, ada beberapa hal yang perlu kalian benahi yakni berkaitan dengan bahan, finishing produk, keahlian, konsistensi standar dan juga kemasan dengan brand identity yang kuat. Permasalahan UKM ini sesungguhnya bisa diatasi jika kalian sebagai pelaku UKM mau membuka diri dan bergabung dengan pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh Kementrian Koperasi dan UKM serta perusahaan-perusahaan yang memberi perhatian khusus kepada UKM.

Dalam hal kualitas, produk UKM Indonesia sebenarnya masih jauh lebih berkualitas jika dibandingkan dengan produk-produk Cina yang berhasil menembus pasar global. Produk-produk Cina unggul dalam hal jumlah dan harga yang terbilang sangat murah. Tentunya dengan kualitas yang lebih baik, produk UMKM Indonesia tidak perlu ditawarkan dengan harga yang terlalu murah. Solusinya, produk UKM perlu ditawarkan kepada target pasar yang tepat.

Kalian tentunya telah mengetahui bahwa produk low end didominasi oleh produk-produk Cina dan Vietnam. Sedangkan produk-produk high end telah dikuasai produk-produk bermerek yang berasal dari kawasan Eropa. Melihat kondisi ini, maka kalian sebagai pelaku UKM sebaiknya bermain di tengah dengan produksi yang unik dan terbatas sehingga bisa menaikkan nilai produk .

scroll to top