UKM Masih Kesulitan Ikut Tax Amnesty Meski Tarif Rendah

UKM Masih Kesulitan Ikut Tax Amnesty Meski Tarif Rendah,  Pemerintah meluncurkan Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) mulai Juli 2016. Program ini bisa diikuti semua wajib pajak (WP) termasuk pengusaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

‎Berbeda dengan para pengusaha besar yang tarif tebusannya akan naik setiap tiga bulan, khusus untuk UMKM diberikan special rate tebusan yang tetap 0,5 persen hingga Maret 2017.

Hanya saja, dalam kenyataannya, para pelaku UMKM mengaku tetap kesulitan untuk mengikuti program pengampunan pajak tersebut.

Ini diungkapkan‎ Ketua Forum Komunikasi Pengusaha Kecil dan Menengah Indonesia FK-PKMI‎, Arwan Simanjuntak. “Memang Tax Amnesty ini hak, tapi kita sendiri untuk mendapatkan hak itu sangat sulit sekali, terutama apa yang tertuang dalam PMK 118 (tahun 2016),” kata Arwan dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jawa Barat, Sabtu (3/9/2016).

amesti pajak untuk bisnis ukm

‎Arwan menjelaskan di PMK itu yang menjadi sorotan UMKM adalah formulir yang harus dipenuhi calon peserta tax amnesty. Lembaran formulir yang harus diisi dan persyaratan yang harus diikuti, dinilai terlalu banyak.

Baca Juga:

“Di UU itu mengecilkan UMKM, masak UMKM itu omzetnya hanya Rp 4,8 miliar maksimal. Padahal UMKM itu omzetnya paling tinggi itu Rp 50 miliar,” papar dia.

Menurut Arwan, yang usaha kelas mikro, itu memiliki omzet di bawah Rp 300 juta, usaha kelas kecil beromzet Rp 5 miliar, sementara usaha menengah beromzet maksimal Rp 50 miliar.

Menanggapi ini, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Dirjen Pajak Hestu Yoga Saksama mengaku akan meninjau ulang yang menjadi keluhan para pelaku UMKM tersebut.

“Memang effort dari Tax Amnesty ini untuk menarik dana-dana asing kembali ke dalam negeri, tapi kalau ternyata UMKM juga antusias ingin mengikuti, kita akan usulkan untuk dikaji lagi, supaya mereka lebih mudah,” jawab Yoga.‎ (Yas/nrm)


Sri Mulyani Harap Teknologi Bisa Bantu UMKM Bayar Pajak

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani menaruh banyak harapan terhadap kemajuan teknologi di Indonesia terutama dalam peningkatan ekonomi. Salah satu sektor yang diharapkan bisa berkembang cepat karena teknologi adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

‎”Saya memiliki harapan yang besar (dari penggunaan teknologi) untuk bisa efisiensi, potensial tansaksi direkam, akan dorong banyak UMKM lebih teratur dan formal dan tentu akhirnya bisa bayar pajak,” kata Sri Mulyani di ICE, BSD City, Tangerang, Banten, Selasa (30/8/2016).

‎Dalam hal teknologi yang diterapkan dalam dunia usaha, Sri Mulyani mengakui di Indonesia masih terjadi kesenjangan. Sejumlah industri sudah menggunakan basis teknologi canggih, namun di sektor UMKM hal itu belum tersentuh.

Baca Juga: Anak 19 Thn Omzet 300 Juta dari Keripik Pisang

Untuk itu dengan diselenggarakannya Indonesia Financial Technologi & Coverance yang diadakan oleh Kamar Dagang‎ dan Industri (Kadin) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dirinya meminta UMKM untuk memanfaatkannya.

‎”Fintech merupakan suatu opportunity bagi UMKM untuk bisa dapatkan akses supaya bisa terjangkau. Kemampuan untuk penetrasi yang terbatas, dengan fintech kesempatan baik selesaikan masalah daya jangkau,” paparnya.

‎Sri Mulyani menambahkan, sektor UMKM sesuai dengan program pemerintah akan terus ditingkatkan jumlah dan kualitasnya. Karena sektor ini yang paling dominan terhadap daya tahan ekonomi Indonesia terhadap gejolak ekonomi global.

Baca Juga:

Untuk itu dirinya menekankan kepada pelaku industri teknologi informasi bisa menciptakan apliaksi-aplikasi yang mempermudah pelaku UMKM. Bahkan jika ada kendala, dirinya berjanji siap memberikan solusi.

“‎Saya bersedia untuk duduk bersama supaya bisa indentifkaai kerangka kebijakan yang diperlukan agar Indonesia bisa tumbuh, teknonologi keuangannya tepat sehingga mampu memperluas berbagai kesempatan yang muncul,” ujar Sri Mulyani.

(Sumber: http://bisnis.liputan6.com)


 

Menyediakan Informasi Peluang Bisnis, Peluang Usaha, Usaha Kecil Menengah, Bisnis Waralaba, Promosi Bisnis UMKM. Potensi Bisnis Usaha kecil menengah (UKM) merupakan motor penggerak perekonomian di Indonesia. BisnisUKM.id media Bisnis Online di harapkan menjadi wahana sumber informasi terbaru pelaku bisnis UKM. Informasi Periklanan & Review Hub: info@bisnisukm.id

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply