Analisa Usaha Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal

By

Analisa usaha budidaya ikan nila di kolam terpal – Budidaya ikan nila di kolam terpal adalah peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Simak ulasan analisa usaha dan cara budidaya ikan nila di kolam terpal berikut sebagai referensi.

Budidaya ikan nila merupakan salah satu peluang bisnis menjanjikan yang menggiurkan. Di samping pangsa pasar yang luas, komoditas perikanan air tawar ini juga mempunyai resistensi terhadap kualitas air dan penyakit yang tinggi, mudah tumbuh dalam berbagai wadah budidaya, dan memiliki kemampuan tumbuh yang baik.

Budidaya ikan nila juga cocok diadopsi oleh pengusaha pemula karena cara ternak yang relatif mudah dan modal yang tidak terlalu besar. Jika Anda tertarik, simak ulasan mengenai analisa usaha budidaya ikan nila di kolam terpal berikut sebagai panduan dasar.

Kelebihan dan Kekurangan Budidaya Ikan Nila Menggunakan Kolam Terpal

Budidaya perikanan menggunakan media kolam tanah sudah mulai banyak ditinggalkan. Di samping residu amonia, kolam tanah juga rentan terhadap hama dan penyakit serta pengaturan suhu yang sulit dikontrol.

Sebagai gantinya, media budidaya masa kini banyak dibuat secara semi permanen menggunakan kolam terpal atau permanen menggunakan kolam semen. Namun tentu saja, biaya operasional yang lebih terjangkau membuat kolam terpal lebih populer digunakan.

Walau begitu, budidaya ikan nila di kolam terpal juga memiliki beberapa kekurangan dibandingkan opsi lainnya. Berikut adalah beberapa poin penting yang menjadi kelebihan dan kekurangan budidaya ikan nila menggunakan media kolam terpal.

Kelebihan

  • Cocok untuk Daerah Sulit

Tak cuma untuk daerah sulit atau jarang air, kolam terpal juga cocok untuk daerah dengan tanah yang memiliki daya serap air tinggi. Sifat bahan terpal akan membuat air tertampung dalam jangka waktu yang lama.

  • Lebih Efisien

Biaya yang diperlukan untuk membuat kolam terpal lebih terjangkau dibandingkan media lainnya. Selain itu, proses pembuatannya lebih cepat sehingga proses budidaya dapat cepat dilakukan.

  • Pembersihan Lebih Mudah

Air pada lahan budidaya ikan cepat dan mudah kotor karena adanya endapan sisa makanan di bagian dasar kolam maupun pada dinding yang terbuat dari kolam semen. Kolam terpal yang dilengkapi drainase akan mempermudah proses membersihkan sehingga lingkungan bagi ikan lebih sehat. Dengan demikian, keberlangsungan ikan nila pun lebih terjaga.

  • Ikan Tidak Bau Tanah

Ikan hasil panen kolam tanah cenderung beraroma lumpur pada dagingnya. Hal ini disebabkan adanya senyawa geosmin yang berasal dari mikroorganisme seperti alga hijau biru. Adapun alga tersebut muncul karena air dalam kolam tanah jarang diganti.

Kekurangan

  • Minim Kandungan Ion dan Mineral Tanah

Adanya barrier antara kolam dengan tanah menjadi penyebab kondisi ini. Namun, hal ini dapat diatasi dengan introduksi ion dan mineral ke dalam kolam.

  • Mudah Lapuk

Kolam tanah maupun kolam semen dapat bertahan hingga puluhan tahun. Sementara itu, bahan terpal perlu diganti antara satu hingga dua tahun—tergantung kualitas material.

Budidaya ikan Nila Kolam terpal
liputanjatim.com

Analisa Usaha Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal

Budidaya ikan nila dinilai menguntungkan dan bermodal relatif kecil. Namun, berapa nominal pasti biaya awal dan keuntungannya?

Jika bicara soal angka pasti, tentu akan berbeda sesuai dengan skala dan wilayah. Sebagai gambaran, berikut adalah rincian biaya yang diperlukan dan perhitungan keuntungan usaha budidaya ikan nila di kolam terpal untuk kawasan Jawa.

Harga Bibit Nila

Ikan nilai mempunyai banyak variasi, seperti ikan nila srikandi, ikan nila arwana, ikan nila larasati, ikan nila jatimbulan, ikan nila sila best, dan ikan nila gesit (jenis ini yang paling banyak dibudidayakan). Tentu saja, harga bibit tergantung pada variasi tersebut dan juga ukurannya.

Rerata harga bibit nila (jenis gesit) adalah sekitar 25 sampai 30 ribu rupiah per kg. Adapun jumlah bibit per kilonya adalah 80 sampai 100 bibit ikan.

Ukuran dan Harga Kolam Terpal

Ukuran kolam memengaruhi biaya yang harus dikeluarkan. Selain itu, ukuran kolam juga berkorelasi dengan volume atau jumlah bibit nila yang dapat ditampung.

Sebagai gambaran, kolam terpal sistem bioflok berukuran diameter 3 meter dapat menampung sekitar 1.000 bibit ikan nila. Adapun kisaran harga kolam berdasarkan diameternya adalah seperti berikut.

  • Diameter 1 meter : 1 juta rupiah
  • Diameter 2 meter : 1,5 juta rupiah
  • Diameter 3 meter : 2 juta rupiah
  • Diameter 4 meter : 2,5 juta rupiah

Analisa-Usaha-budidaya-ikan-nila-di-kolam-terpal

Biaya Pakan Ikan

Umumnya biaya pakan ikan nila adalah sekitar 20 persen dari harga jual ikan nila di pasaran. Untuk menghitungnya, perhatikan ilustrasi berikut.

  • Jumlah benih ikan : 1.000
  • Jumlah benih yang dapat dipanen : 900
  • Harga ikan nila per kg : Rp30.000
  • Jumlah ikan per kg : 5
  • Total panen dalam kg : 180
  • Asumsi pendapatan : 180 kg x Rp30.000 = Rp5.400.000
  • Biaya pakan : 20% x Rp5.400.000 = Rp1.080.000

Biaya Operasional

Biaya operasional meliputi biaya air, listrik, dan perlengkapan seperti jaring, alat kebersihan, dan lain-lain, dan biaya tidak terduga. Besarnya bervariasi, tetapi dengan asumsi di atas, biaya operasional diperkirakan sekitar 1 juta rupiah.

Adapun hitungan ini tidak termasuk biaya gaji karyawan (gaji karyawan lazimnya diperlukan jika skala budidaya sudah cukup besar).

Analisa Keuntungan

Berdasarkan simulasi di atas, dapat dihitung keuntungan yang akan diperoleh adalah:

Rp5.400.000 – Rp1.080.000 – Rp1.000.000 = Rp3.320.000

Analisa Usaha budidaya ikan nila kolam terpal
prassterpal.com

Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal

Aktivitas budidaya ikan nila di kolam terpal secara umum dapat dibagi ke dalam lima tahap seperti berikut.

Pemilihan Lokasi Budidaya

Cakupan lokasi budidaya ikan nila menggunakan kolam terpal memang lebih luas dibandingkan kolam tanah. Kendati demikian, Anda tetap perlu memperhatikan beberapa hal ini saat memilih lokasi yang tepat untuk budidaya ikan nila di kolam terpal.

  • Lokasi mudah dijangkau sehingga pengawasan makin gampang, seperti di area sekitar rumah.
  • Hindari rumput liar dan pohon besar di sekitar kolam terpal.
  • Pastikan kolam terpal memperoleh penyinaran yang cukup.
  • Pilih lokasi kolam terpal yang jauh dari serangan hewan liar dan limbah.

Pembuatan Media Budidaya

Setelah menentukan lokasi, saatnya Anda membuat kolam terpal sebagai media pembesaran. Berikut adalah beberapa langkah pembuatannya.

  • Gali tanah sedalam 60-70 cm dengan luas sesuai kebutuhan.
  • Ratakan bagian dasar galian tanah.
  • Letakkan batu bata pada bagian dasar tanah secara sejajar dan sama tinggi.
  • Buat tanggul pada kolam terpal agar kolam jadi lebih kuat dan awet dengan ketinggian 40-60 cm (agar mencapai kedalaman ideal kolam terpal ikan nila sekitar 100-120 cm).
  • Taburkan sekam pada kolam secara merata dengan ketebalan sekitar 20 cm.
  • Pasang terpal secara rapi. Beri pemberat pada bagian ujung terpal agar tidak bergeser saat hujan maupun angin.
  • Buat saluran masuk dan keluar air.
  • Selesai

Pemilihan Bibit

Jika kolam sudah siap, sekarang saatnya memilih bibit. Pastikan Anda memilih bibit ikan nila yang berkualitas dan tidak tergiur hanya karena tawaran harga murah.

Anda bisa membeli bibit di pasar atau langsung dari induk ikan nila. Sebagai referensi, berikut adalah beberapa ciri benih ikan nilai yang bagus.

  • Bobot sekitar 30 gram
  • Panjang badan tidak lebih dari 12 cm
  • Ukuran dan warna seragam
  • Lincah
  • Tidak ada cacat

Penyebaran Benih

Benih ikan nila memerlukan kondisi ‘transisi’ terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke kolam terpal agar tidak stres. Caranya pun mudah. Anda cukup menyiapkan ember berisi air bersih secukupnya, lalu masukkan benih ikan nila yang sudah diperoleh ke dalam ember tersebut selama sekitar 10 menit. Setelah itu, tambahkan air hingga mencapai batas di ember, lalu kembali diamkan selama sekitar 5 menit sebelum akhirnya menebarkan benih ke dalam kolam terpal.

Panen

Masa panen ikan nila berkisar sekitar empat sampai enam bulan dengan bobot sekitar 500-600 gram hingga 1 kg. Selama menunggu, pastikan Anda membudidayakan benih ikan nilai tersebut dengan tepat.

Perawatan Ikan Nila Kolam Terpal

Makin tertarik untuk berbisnis setelah mengetahui analisa usaha budidaya ikan nila di kolam terpal ? Jangan terburu-buru, ada beberapa hal mendasar lainnya yang perlu Anda lakukan agar mendapat keuntungan yang diharapkan. Salah satunya adalah cara merawat ikan nila.

Cara paling utama dalam merawat ikan nila adalah menjaga kualitas air dan kebersihan kolam terpal. Anda bisa mengecek hal tersebut melalui beberapa parameter seperti pH air dan kandungan oksigen. Jika memungkinkan, pantau pula kandungan NH3, H2S, dan CO2. Adapun pembersihan kolam dari sisa-sisa makanan dan kotoran lainnya perlu dilakukan secara teratur sekitar 20 sampai 30 hari sekali.

Selain itu, pakan menjadi faktor krusial lainnya. Pakan yang tepat untuk ikan nila adalah pellet dengan kadar protein 20 sampai 30 persen. Kebutuhan pakan ikan air tawar ini untuk usia dewasa adalah 3 persen dari bobot tubuhnya setiap harinya dengan frekuensi dua kali sehari, yakni tiap pagi dan sore.

Namun untuk larva ikan yang masih berumur sekitar 5 sampai 7 hari, Anda perlu memberi perlakuan khusus. Berilah pakan dalam bentuk tepung halus dengan kadar protein tinggi. Frekuensi pemberian pakan adalah 4 sampai 5 kali sehari dengan volume setiap waktu pakan adalah 1 sendok teh pakan.

Analisa-usaha-budidaya-ikan-nila-di-kolam-terpal
bulelengkab.go.id

Strategi Pemasaran Hasil Panen Budidaya Ikan Nila

Ujung dari alur budidaya ikan nila adalah pemasaran. Anda bisa memilih berbagai cara pemasaran sesuai besarnya skala keuntungan yang diinginkan maupun kenyamanan seperti berikut ini.

Menjual ke Pengepul

Jika menjual pengepul, Anda tidak perlu repot mengurus logistik sebab pihak pengepul yang akan datang. Namun, harga jual kepada pengepul lebih rendah dibandingkan harga pasal. Misal, harga pasar adalah 30 ribu rupiah untuk setiap kilo ikan nila, maka Anda menjual ke pengepul dengan harga 25 ribu rupiah.

Menjual Langsung ke Pedagang

Jika tak ingin ada selisih harga sebesar itu, Anda bisa langsung menjualnya ke pedagang. Tentu saja, Anda harus menyediakan akomodasi logistik dan siap bersaing harga dengan pengepul maupun pembudidaya lainnya.

Menjual Langsung ke Rumah Makan

Anda juga dapat menjual langsung ke rumah makan yang membutuhkan. Namun biasanya, skema bisnis ini berdasarkan kontrak sehingga Anda harus siap menjamin ketersediaan stok selama periode yang disepakati.

Menjual Langsung ke Konsumen Akhir

Jika ingin menekan betul selisih harga, Anda bisa menjual langsung ikan nila hasil budidaya ke konsumen akhir. Anda dapat menjualnya sendiri di pasar atau melalui media lain seperti online platform sekalipun.

Sampai hari ini, ikan nila masih menjadi salah satu sumber protein hewani yang banyak dipilih masyarakat karena berbagai hal: kandungan gizi tinggi, mudah diperoleh, dan relatif terjangkau. Karena itu, tak ada salahnya jika Anda ingin mencoba bisnis ini dengan benar-benar memahami terlebih dahulu analisa usaha budidaya ikan nila di kolam terpal seperti dalam ulasan di atas.

Selamat mencoba!

Bagikan:

Leave a Comment